alexametrics

14 Korban Lion Air Sudah Teridentifikasi, Tugas Tim DVI Masih Berat

5 November 2018, 10:30:30 WIB

JawaPos.com – Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya M. Syaugi hari ini akan menemui keluarga korban yang menginap di Hotel Ibis, Cawang, Jakarta. Pertemuan itu juga akan melibatkan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono serta manajemen Lion Air.

“Besok (hari ini, Red) saya sampaikan lagi apa yang sudah dilakukan tim SAR gabungan supaya mereka (keluarga korban, Red) memahami apa yang sudah dilakukan,” katanya.

Hingga kemarin (4/11) pukul 18.00, total ada 136 kantong jenazah yang telah diserahkan ke tim Disaster Victim Investigation (DVI) Mabes Polri sejak Senin (29/10). Jumlah tersebut dipastikan akan terus bertambah hingga tiga hari ke depan. Sebab, ada juga tim di Pantai Tanjung Pakis, Karawang, yang menyisir sepanjang pantai dan perairan.

14 Korban Lion Air Sudah Teridentifikasi, Tugas Tim DVI Masih Berat
Evakuasi korban Lion Air JT-610 di hari pertama. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Pada Sabtu malam, setidaknya ada 27 kantong jenazah yang dibawa ke JICT. “Pantai Tanjung Pakis disisir ke barat maupun ke timur. Kita kerahkan tim dari TNI dan Basarnas untuk menyapu pantai, termasuk di daratan,” imbuhnya.

Pencarian di Tanjung Pakis dibagi dalam tiga sektor. Yakni, pencarian darat ke timur sepanjang 20,24 kilometer dari posko Tanjung Pakis, Pantai Sarakan, dan Pantai Sedari. Personel yang dikerahkan sebanyak 110 orang. Pencarian juga dilakukan di barat Pantai Tanjung Pakis, yakni di sekitar Cagar Batavia sampai Pantai Muara Bungin sepanjang 1,5 kilometer.

Di wilayah perairan, luas pencarian mencapai 13,62 nautical mile. Lokasinya berada di Muara Gembong, Muara Bungin, Bekasi, sampai posko di Pantai Tanjung Pakis, Karawang. Jumlah anggota yang menyapu wilayah laut sebanyak 31 orang.

“Korban bisa berada di atas air atau di bawah air. Sebab, kejadian (kecelakaan, Red) sudah tujuh hari lalu. Yang di dasar saja bisa bergeser, apalagi di atas,” kata Syaugi. Fokus pencarian korban di dasar laut bertempat di lokasi utama temuan puing-puing yang banyak berserakan, termasuk ban dan engine pesawat.

Sementara itu, kemarin (4/11) kembali teridentifikasi tujuh korban jatuhnya Lion Air JT 610. Enam di antaranya teridentifikasi dengan metode tes DNA. Yakni, Dodi Junaidi, M. Nasir, Janry Efriyanto, Karmin, Harwinoko, dan Verian Utama.

Kepala Operasi DVI Polri Kombespol Lisda Cancer mengungkapkan, hanya satu di antara tujuh korban yang teridentifikasi dengan sidik jari. Yakni, Rohmanir Pandi Sagala. Dengan tujuh korban tersebut, berarti sudah 14 penumpang Lion Air JT 610 yang diketahui identitasnya. “Mereka segera diserahkan ke keluarga,” terangnya. Tugas tim DVI masih sangat berat. Sebab, jumlah total korban mencapai 189 orang. Itu berarti masih ada 175 korban yang belum teridentifikasi.

Lisda Cancer menuturkan, korban-korban lain masih dalam proses identifikasi. Setiap hari akan diumumkan hasil identifikasinya. “Kami berupaya keras menuntaskan semuanya,” papar polisi dengan tiga melati di pundak tersebut.

Kepala Laboratorium DNA Pusdokkes Polri Kombespol Putut Cahyo Widodo menjelaskan, enam korban yang teridentifikasi menggunakan tes DNA itu berasal dari 24 body part pertama yang masuk ke laboratorium DNA. “Jadi, body part untuk satu individu digabungkan,” ujarnya.

Dengan masih banyaknya korban yang belum teridentifikasi, ada peluang korban yang tidak teridentifikasi. Untuk korban yang tidak teridentifikasi, surat kematian akan melalui proses yang berbeda.

Karumkit Bhayangkara Polri R. Said Sukanto Kombespol Musyafak menjelaskan, bila ada korban yang tidak teridentifikasi, penentuan kematian akan melalui proses sidang. “Proses sidang itu bisa jadi dasar untuk mengeluarkan surat kematian. Tapi, kalau yang bisa diidentifikasi, dasarnya ya dari RS,” terangnya. 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (jun/tau/idr/c17/oni)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
14 Korban Lion Air Sudah Teridentifikasi, Tugas Tim DVI Masih Berat