alexametrics

Tinjau Rekonstruksi di Lombok, Jokowi Minta Rumah Dibangun Tahan Gempa

3 September 2018, 15:58:50 WIB

JawaPos.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi usai gempa di Lombok dan Sumbawa. Pada hari kedua kunjungannya itu, dia memimpin apel siaga dan sempat berdialog dengan masyarakat.

“Boleh membangun rumah tipe apa saja dari batako, batu bata, atau kayu, asalkan konstruksinya tahan gempa,” ujarnya saat memimpin langsung Apel Siaga NTB Bangun Kembali di Lapangan Sepak Bola Gunung Sari, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (3/9).

Mantan Gubernur DKI itu mengatakan, Indonesia merupakan negara rawan gempa karena terletak di ring of fire atau cincin api. Bahkan, sejak tahun 1979, NTB pernah mengalami gempa besar.

“Maka dari itu kita harus belajar dari pengalaman sebelumnya yakni bangunan harus tahan gempa. Saya serahkan pembangunan rumah kepada Kementerian PUPR. Saya akan terus cek dan kontrol perkembangan pembangunan rumah-rumah yang rusak,” tegas dia.

Sesuai Instruksi Presiden (Inpres) 5/2018, pembangunan kembali rumah dan fasilitas yang rusak harus cepat selesai agar segera berfungsi dan kehidupan masyarakat kembali berjalan normal.

Dia berpesan, masyarakat harus didampingi ahli konstruksi gempa dan mempercepat pembangunan kembali rumah sebelum musim hujan tiba. Mantan Wali Kota Solo itu juga mengucapkan terima kasih kepada relawan dan institusi yang terkait penanggulangan bencana.

“Terima kasih atas apresiasi dan kerja kerasnya dalam NTB membangun kembali,” tutur Jokowi.

Adapun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan perbaikan dan pembangunan kembali pascabencana, antara lain jalan dan pembersihan jembatan, longsoran di Km 60-64 dan Km 100 yang sudah selesai.

Dari 12 yang diperbaiki, 10 jembatan sudah selesai di Kali Padet, Panggung, Lokok Koangan, Sapit II, Embar-Embar, Sokong A, Lempenge I, Luk I, Sidutan dan Segundi. Fasilitas Publik dari 972 dilaporkan rusak, 291 terverifikasi, dan 56 sedang dikerjakan. Serta rumah masyarakat 11.392 rusak ringan, 3.556 rusak sedang, 17.769 rusak berat.

PUPR menargetkan, fasilitas umum dan publik akan selesai pada akhir 2019. Untuk sementara bangunan darurat untuk rumah sakit atau puskesmas, sekolah, pasar, masjid, atau musala untuk menjamin aktivitas masyarakat berlangsung normal.

Dalam laporannya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan saat ini pihaknya sedang melakukan mobilisasi penempatan dan pelatihan fasilitator untuk pembuatan Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) di 20 lokasi untuk percontohan bagi masyarakat.

“Untuk mendukung percepatan depo bangunan akan dibangun di lokasi-lokasi strategis kecamatan dengan harga yang terjangkau. Ditargetkan 6 (enam) bulan ke depan akan selesai dengan cara swakelola dan gotong royong,” kata Basuki di lokasi.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei mengatakan, verifikasi data rumah rusak masih terus dilanjutkan sesuai arahan Jokowi.

“Meskipun belum semua mendapatkan dana stimulan, masyarakat sudah semangat membangun NTB kembali. Saya targetkan sampai akhir bulan ini (September) verifikasi selesai. Pemerintah sudah memberikan dana stimulan untuk tahap pertama sebanyak 5.293 yang diberikan Presiden kemarin,” terangnya.

Pendataan yang telah diverifikasi kemudian di-SK-kan Bupati, lalu pemerintah langsung memberikan bantuan kepada korban gempa dalam bentuk tabungan. “Diprioritaskan untuk rumah yang rusak berat mendapatkan bantuan dana stimulan sebesar Rp 50 juta per rumah, bukan per kepala keluarga,” pungkas Willem.

Editor : Fersita Felicia Facette

Reporter : (ce1/yes/JPC)



Close Ads
Tinjau Rekonstruksi di Lombok, Jokowi Minta Rumah Dibangun Tahan Gempa