alexametrics

Hinca Pandjaitan: Ani Yudhoyono, Ibu yang Menyatukan Bangsa

3 Juni 2019, 14:55:28 WIB

 

JawaPos.com – Ibu Negara ke-6 Ani Yudhoyono telah meninggalkan keluarga dan sanak famili untuk selamanya. Istri dari Presiden ke-6 Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) in‎i tutup usia setelah berjuang melawan kanker darah yang dideritanya sejak empat bulan lalu.

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan mengatakan‎, matanya Ibu Ani -sapaan akrab Ani Yudhoyono- adalah sekuntum melati yang wanginya abadi. Simbol dari perempuan Indonesia yang menunjukkan kekuatannya lewat kelemah-lembutan dan sifat welas asih.

Seorang ibu dari dua orang putra yang kemudian menjelma jadi ibu negara untuk sebuah bangsa. “Tanpa kita sadari, selama sepuluh tahun kebangkitan bangsa di era Presiden SBY ada tangan lembut Ibu Ani yang senantiasa merajut persaudaraan kita sesama bangsa,” ujar Hinca di kediaman SBY, Cikeas, Jawa Barat, Senin (3/6).

Hinca mengatakan, Ani Yudhoyono adalah pribadi unggul yang enggan untuk menonjolkan diri. Sosok ibu yang senantiasa hadir di tengah-tengah semua masyarakat.

Hinca berujar, jejak cinta Ani Yudhoyono pada Indonesia sudah terlukis saat beliau lahir di tengah-tengah keluarga tentara. Ayahnya Letjen Sarwo Edhi Wibowo adalah seorang pejuang kemerdekaan sekaligus patriot Pancasila yang berperan besar menyelamatkan Republik ini di saat paling genting.

“Jejak itu menjelma jadi langkah besar ketika jodoh mempertemukan beliau dengan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono. Ibu Ani Yudhoyono adalah putri dan istri seorang tentara yang menjelma jadi ibu dari segala anak bangsa,” katanya.

Menurut Hinca, cinta Ani Yudhoyono untuk bangsa Indonesia menjadi inspirasi kepemimpinan Presiden ke-6 SBY. Ani tidak sekalipun pernah absen untuk hadir di tengah-tengah kader dan juga masyarakat.

“Sekarang kita yang ditinggalkan hanya bisa mengingat sementara pikiran menuntun kita mencium wangi melati yang ditebarnya untuk bangsa. Ibu Ani Yudhoyono dipanggil oleh Sang Pencipta, tetapi beliau hidup abadi dalam kenangan bangsa‎,” ungkapnya.

Teriring doa untuk Ani Yudhoyono, Hinca dan kader Partai Demokrat lainnya menjadi saksi betapa Ani telah diabdikan untuk bangsa ini. Hinca juga mengatakan, bahkan di pemakamannya sekalipun, Ibu Ani kembali menyatukan semuanya sebagai bangsa.

“Semoga Ibu Ani Yudhoyono mendapat tempat mulia di sisi-Nya, yang masih sempat aku saksikan dan mendoakannya 25 menit menuju pukul 11.50 waktu Singapura di ruang emergency NUH, beliau menghadap sang Empunya, Tuhan yang Maha Kuasa,” pungkasnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Gunawan Wibisono

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads