alexametrics

Andi Arief: Ani Yudhoyono Seperti Generator Buat Pak SBY

3 Juni 2019, 16:02:13 WIB

 

JawaPos.com – Bangsa Indonesia kehilangan tokoh bangsa yang juga sekaligus panutan. Ibu Negara ke-6 Ani Yudhoyono telah berpulang ke rahmatullah setelah sakit kanker darah yang dideritanya.

Politikus Partai Demokrat, Andi Arief mengibaratkan Ani Yudhoyono sebagai motor penggerak di partai berlogo bintang mercy tersebut. Pasalnya, Ani Yudhoyono bisa membangkitkan dan mendorong semangat para kader dan partai, terutama sang ketua umum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Jadi, memberi semangat, memberi energi pada partai terutama pada Pak SBY. Jadi, ini yang saya sebut dengan ruang kosong yang tidak semuanya bisa dipenuhi Pak SBY, tapi bukan orang yang intervensi pada partai lebih pada dia sebagai generator buat Pak SBY,” ujar Andi Arief di Cikeas, Jawa Barat, Senin (3/6).

Andi Arief ingat betul, Ani dengan teliti selalu mencatat hal-hal penting yang perlu diingat oleh SBY. Baik itu informasi pada saat rapat, maupun yang tertuang dalam AD/ART.

“Ani Yudhoyono selalu mencatat dan ini menjadi alat untuk mengingatkan Pak SBY untuk komitmen terhadap apa yang sudah di bicarakan di partai, apa yang sudah diatur partai dan sebagainya. Jadi, kalau listrik itu pembangkit ya sumber energinya,” katanya.

Atas dasar itu, Andi Arief mengaku, partai sangat merasakan kehilangan atas meninggalnya Ani Yudhoyono. Sudah hampir 16 tahun bersama Demokrat, Andi menilai, Ani Yudhoyono merupakan perempuan tangguh.

Menurut Andi Arief, Ani Yudhoyono memiliki kelebihan dalam hal ketegaran, keteguhan, dan mampu menjaga semua orang tetap pada komitmennya.

“Jadi, Ibu Ani ini adalah penjaga garis, penjaga moral, penjaga moral politik agar semua on the track,” tuturnya.

Apalagi saat SBY menjadi kepala negara, kata Andi, Ani punya peran sangat besar. Tak heran, perempuan kelahiran Yogyakarta 67 tahun silam itu sangat dicintai oleh rakyat Indonesia.

“Jadi, kalau menanyakan kenapa sampai Bu Ani ditangisi banyak orang. Karena cukup dicintai oleh rakyatnya,” pungkasnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Gunawan Wibisono

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads