alexametrics

Pesan MUI untuk Reuni Akbar 212, Jangan Bergeser ke Politik Praktis

Andre: Jangan Menakut-nakuti masyarakat
2 Desember 2018, 08:12:08 WIB

JawaPos.com – Kawasan sekitar Monas tadi malam (1/12) mulai dipenuhi peserta Reuni Akbar Mujahid 212. Mereka sengaja menginap demi mendukung acara yang dimulai sekitar pukul 03.00 pagi ini tersebut.

Sesuai rundown acara yang diterima Jawa Pos, kegiatan akan diawali dengan salat Tahajud sekitar pukul 03.00 sampai 04.00. Dilanjutkan salat Subuh berjamaah. Rangkaian acara berikutnya diisi zikir dan istighotsah. Ada juga pemutaran film tujuh menit serta telekonferensi dengan pendukung 212 yang tinggal di London dan Melbourne. Acara juga dimeriahkan atraksi musik dan lagu-lagu perjuangan. Seluruh rangkaian acara dijadwalkan berakhir pukul 11.20.

Pada bagian lain, Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Saadi tidak melihat adanya urgensi yang serius dari acara reuni tersebut. Dia bahkan khawatir tujuan suci 212 mulai bergeser untuk kepentingan politik praktis.

Pesan MUI untuk Reuni Akbar 212, Jangan Bergeser ke Politik Praktis
Aparat TNI berjaga di lapangan Monas sejak Sabtu (1/12) dalam persiapan pengawalan Reuni 212. (Fedrik Tarigan/Jawa Pos)

Zainut mengatakan, pada awalnya euforia 212 diikuti banyak gagasan kreatif untuk pemberdayaan masyarakat. Di antaranya melalui penguatan perekonomian. Terutama pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Misalnya lahirnya koperasi atau ritel 212. Selain itu, banyak produk yang dilabeli 212.

“Kalau sekadar reuni dan silaturahmi, betapa besar energi yang harus dikeluarkan oleh umat,” ujarnya. Padahal, masih banyak pekerjaan umat yang terbengkalai dan perlu keseriusan penanganan.

Zainut khawatir tujuan suci 212 sudah bergeser untuk kepentingan politik praktis. Kepentingan politik yang hanya bertujuan memenuhi hasrat ambisi kekuasaan. Jika sampai itu terjadi, dikhawatirkan kegiatan reuni akbar 212 kontraproduktif dan membuat umat semakin terpecah belah. Sebab, dalam pilpres tahun depan, ada dua pasangan calon yang sama-sama didukung umat Islam.

Sementara itu, anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra Andre Rosiade menegaskan, reuni 212 merupakan silaturahmi aksi dua tahun sebelumnya. “Berikan saja ruang kepada umat untuk berekspresi,” tuturnya.

Andre mengingatkan, aksi 212 pada 2016 berjalan damai. Karena itu, dia optimistis aksi hari ini tidak akan kalah damai. “Ini silaturahmi umat Islam. Memperkuat ukhuwah Islamiyah. Rundown acaranya jelas. Ada salat Subuh berjamaah, lalu tablig akbar, doa bersama, bahkan ada hiburan,” jelasnya.

Reuni 212, tambah Andre, juga ibarat wisata religi. Menurut dia, tidak jarang peserta yang hadir juga membawa keluarga. “Kami minta semua pihak jangan seolah menakut-nakuti masyarakat. Membuat reuni 212 ini menjadi sesuatu yang menakutkan,” ujarnya. 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (wan/bay/c9/oni)


Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads
Pesan MUI untuk Reuni Akbar 212, Jangan Bergeser ke Politik Praktis