alexametrics

Siapa Tahu Hubungan Dua Mantan itu Kembali Mesra Usai Pidato Raja Salman

2 Maret 2017, 07:53:36 WIB

JawaPos.com – Dua mantan presiden akan dipertemukan dalam acara pidato Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud, di Komplek Parlemen, Senayan, hari ini. Yakni, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri dengan Ketua Umum partai Demokrat, Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan, Megawati dan SBY diundang untuk menghadiri acara pidato Raja Salman. Keduanya diundang dalam kapasitas sebagai mantan presiden. Tidak hanya Megawati dan SBY, para mantan wakil presiden juga diundang menghadiri acara tersebut.

”Yang jelas diundang mantan presiden, wakil presiden. Siapa tahu hubungan dua mantan presiden itu bisa kembali mesra,” ujarnya saat mendampingi Ketua DPR RI, Setya Novanto dan Wakil Ketua DPR RI lainya, Fahri Hamzah dan Taufik Kurniawan, serta jajaran Kesekjenan DPR RI meninjau persiapan penyambutan Raja Arab Saudi, di Komplek Parlemen, Senayan, Rabu (1/3).

Para mantan ketua DPR pun, sambung politisi Partai Gerindra itu, turut diundang ke acara yang hanya selama 30 menit itu. Ditambah lagi undangan kepada pimpinan partai politik (parpol). ”Pak Prabowo Subianto (Ketua umum Gerindra, Red) rencananya akan hadir,” ujar pria yang menjabat Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu.

Ditambahkan Wakil Ketua DPR RI lainnya, Taufik Kurniawan, ada dua alasan mengapa Raja Salman memilih mengunjungi Indonesia setelah 47 tahun lamanya. Menurut Taufik, dinamisasi politik dunia yang terus bergerak memaksa Raja Salman untuk segera mengunjungi beberapa negara Islam, termasuk Indonesia.

”Jika kita melihat ada kebijakan kurang bersahabat presiden (Amerika Serikat, Red) Donald Trump terhadap beberapa negara middle east, juga adanya masa Brexit di Eropa membuat Raja Salman menilai perlu mengunjungi negara-negara Islam,” kata Taufik.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menuturkan, jika Raja Salman tidak melakukan kunjungan tersebut, maka itu adalah kerugian tersendiri bagi Arab Saudi. Alasan yang kedua, yaitu persaingan minyak dan gas (migas) dunia. Banyak negara yang mulai berpikir untuk beralih dari ketergantungan migas Arab.

”Alasan inilah yang kemudian mendorong Raja Salman datang ke Indonesia. Indonesia adalah rumah bagi mayoritas umat Islam dan merupakan negara dengan umat Islam terbesar di dunia,” ujarnya.

Sebagai negara dengan mayoritas umat Islam, kata Taufik, maka akan menjadi sasaran pangsa pasar yang cukup menguntungkan bagi Arab Saudi. ”Misal, dengan memperkuat kerja sama dengan Pertamina di Cilacap. Nah kami berharap bukan hanya di Cilacap, tapi menyebar ke berbagai wilayah,” ucapnya.

Terpisah, Komandan Pasukan Pengamanan Dalam (Pamdal) Kompleks Parlemen, Senayan, AKBP Harry Ardyanto mengatakan, satuannya menyiapkan 450 petugas untuk mengamankan kunjungan Raja Salman. Prosedur pengamanan yang diberlakukan seperti pengamanan terhadap presiden. Sebab, tamu DPR kali ini setingkat kepala negara.

Selain dari Pamdal, lanjutnya, pasukan pengamanan kunjungan Raja Salman di DPR akan ditambah dari kepolisian dan TNI yang berjumlah sekitar 1.500 personel. Saat kunjungan Raja Salman, Gedung Nusantara akan berstatus ring satu. Sedangkan ring dua di sekitar halaman DPR dan ring tiga di luar DPR.

”Komando pengamanan di ring satu oleh Paspampres, ring dua oleh Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya, serta ring tiga oleh Polda,” tuturnya.

Para tamu yang akan berkunjung ke DPR, ujar Harry, bisa masuk melalui pintu belakang. Adapun pintu depan akan digunakan untuk para undangan dan rombongan Raja Salman. ”Bukannya membeda-bedakan, tapi kami minta pengertian saja,” tuntasnya. (aen/yuz/JPG)

Editor : Yusuf Asyari

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Siapa Tahu Hubungan Dua Mantan itu Kembali Mesra Usai Pidato Raja Salman