alexametrics

DPR Ingatkan Pemerintah soal WNI Terancam Hukuman Mati di Saudi

1 Maret 2017, 11:33:33 WIB

JawaPos.com – Lawatan bilateral Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud perlu dijadikan momentum untuk meminta peningkatan perlindungan pekerja migran Indonesia di Saudi. Itu penting mengingat Saudi merupakan salah satu negara yang paling banyak menerima pekerja asal Indonesia.

“Mungkin banyak agenda dan topik penting yang akan dibicarakan. Tetapi, topik tentang pekerja Indonesia mesti dijadikan sebagai prioritas,” harap Wakil Ketua Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay melalui pesan singkat, Rabu (1/3).

Kata dia, persoalan yang dihadapi para pekerja Indonesia begitu banyak di Arab Saudi. Selain persoalan dokumen keimigrasian dan working permit, ada banyak masalah lain yang belum dapat dituntaskan. Termasuk, para pekerja Indonesia yang saat ini bermasalah dengan hukum.

Saat ini, lanjut Saleh, di Saudi ada 25 WNI yang terancaman hukuman mati. Sebanyak 12 orang di antaranya didakwa karena pembunuhan, 5 orang karena dituduh memakai sihir, dan 8 lainnya karena zina. Di luar itu, masih banyak masalah hukum lain yang dihadapi oleh WNI, walaupun tidak sampai didakwa hukuman mati.

Melihat fenomena tersebut, pemerintah dituntut untuk bersungguh-sungguh dalam melindungi WNI yang saat ini sedang menghadapi masalah. Adalah tugas kewajiban konstitusional negara untuk melakukan berbagai macam upaya dalam membantu warga negaranya. “Termasuk melalui jalur diplomasi dengan pihak kerajaan Saudi yang menemukan momentumnya saat ini,” sambungnya.

Kepastian perlindungan dan keamanan TKI di Saudi menjadi landasan untuk pemerintah Indonesia mencabut moratorium. “Kalau belum ada kepastian terkait perlindungan TKI kita di sana, tentu mencabut moratorium tidak tepat,” pungkas Saleh. (dna/JPG)

Editor : Fadhil Al Birra

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
DPR Ingatkan Pemerintah soal WNI Terancam Hukuman Mati di Saudi