← Beranda

Dr Aucky Hinting, Pemberi Harapan Para Orang Tua yang Sulit Hamil

Dhimas GinanjarSabtu, 21 Desember 2019 | 03.48 WIB
DOKTER BAYI TABUNG: Dr Aucky Hinting PhD SpAnd ketika me-launching buku Mimpi yang Sempurna pada Minggu (15/12). (Robertus Risky/Jawa Pos)
Dr Aucky Hinting PhD SpAnd menjadi harapan bagi para pasangan yang hampir putus asa. Sudah 35 tahun dia membantu perempuan yang sulit hamil. Dari tangan dinginnya, lahir 5.000 anak melalui program bayi tabung.

GALIH ADI PRASETYO, Surabaya

Orang biasa mengenalnya sebagai Dokter Inul. Sebab, Dr Aucky Hinting, PhD SpAnd berhasil membuat artis dangdut tersebut hamil melalui program in vitro fertilization (IVF). Lebih dari 19.000 embrio Aucky siapkan untuk mengikuti program bayi tabung. Dari jumlah itu, 25–30 persen berhasil lahir ke dunia. Pasangan yang ditangani tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga berbagai negara.

Ketertarikan dengan bayi dimulai saat Aucky kuliah di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair) pada 1973. Setelah lulus, dia melanjutkan kuliah di Amerika Serikat pada 1983. ”Saat di AS memang dibilangi bahwa masa depan untuk orang hamil ya lewat bayi tabung,” ujarnya.

Menurut dia, saat itu menolong orang yang sulit hamil memang sangat susah. Satu-satunya kesempatan adalah melalui program pembuahan di luar, lalu ditanam lagi. ”Lantas, saya mencari beasiswa untuk belajar ke Belgia dan mendapat beasiswa dari pemerintah di sana,” tutur pria kelahiran Surabaya, 7 Agustus 1953 tersebut Selama di Belgia, Aucky termasuk salah seorang yang kali pertama mengembangkan metode itu. Bahkan, selama menetap di sana pada 1986–1989, dia berhasil membuat orang hamil melalui program IVF.

Karir dan ilmu yang mendukung tak lantas membuat Aucky betah di Belgia. Dia ingin cepat pulang dan memulai program bayi tabung di Indonesia. Pada 1989 itu pula Aucky memutuskan pulang ke Indonesia.

Pada Oktober 1989 kali pertama dimulai program bayi tabung di RSUD dr Soetomo. Pada April 1990 dia berhasil mewujudkan program itu. Meski dia telah berhasil, meyakinkan orang untuk menggunakan program tersebut bukan perkara mudah. Masyarakat sangat tertutup saat mengikuti program itu. ”Bahkan, ada saudara yang baru tahu ikut bayi tabung pas ketemu di rumah sakit,” jelas pendiri RSIA Ferina tersebut.

Pamor program tersebut semakin melejit saat salah seorang artis dangdut, Inul Daratista, berhasil menjalani IVF. Sejak saat itulah, makin banyak orang yang datang kepadanya.

Kondisi tersebut berbeda dengan saat awal memulai program tersebut. Sekitar 1990, Aucky harus rela bolak-balik rumah-RS ketika listrik padam. ”Sangat berat waktu itu. Saya harus memastikan embrio yang tersimpan tetap aman,” ungkapnya.

Setiap embrio yang hendak ditanam memang harus berada dalam kondisi hangat sebagaimana suhu di rahim. Yakni, 37 derajat Celsius. Jika suhunya lebih rendah, perkembangan embrionya bisa terhambat. ”Kalau yang disimpan, suhunya harus di titik beku,” ucapnya.

Bagi dia, menjadi seorang dokter spesialis andrologi bukanlah jalan utama yang dipilih. Menurut dia, itu merupakan jalan yang ditentukan Tuhan. ”Bangun sampai tidur lagi yang dipikirkan cuma bagaimana membuat orang hamil. Itu saja,” katanya.

Rata-rata pasangan yang datang kepadanya memiliki kasus yang sulit. Mereka sudah menyerah. Bahkan, banyak yang gagal melakukan program serupa di tempat lain. ”Berkali-kali mereka ikut, banyak yang gagal. Namun, di sini berhasil,” ujarnya.

Kini dia sedang menggagas program bayi tabung kredit. Pihaknya akan bekerja sama dengan perbankan. ”Nanti yang ikut program bisa mencicil lewat bank, tidak perlu lama-lama untuk ikut bayi tabung,” jelasnya. Menurut dia, banyak orang yang hendak mengikuti program itu. Namun sayang, masih ada yang harus menabung dulu.
EDITOR: Dhimas Ginanjar