← Beranda

Inspektur Polisi Rita Kurniati, dari Atlet Bola Voli ke Hobi Motor Trail

Suryo Eko PrasetyoSabtu, 4 Februari 2017 | 11.01 WIB
MULTITALENTA: Rita Kurniati saat nge-trail di Bukit Hollywood

Iptu Rita Kurniati bukan polisi wanita biasa. Di kancah bola voli nasional dan ASEAN, namanya pernah berkibar. Sekarang suka motor trail.



CHUSNUL CAHYADI



SERAGAM cokelat dengan sabuk putih di pinggang berpadu dengan wajah ramah Iptu Rita Kurniati. Senyumnya mengembang. Sebagai kepala urusan (Kaur) Registrasi dan Identifikasi (Regigent) Satlantas Polres Gresik, dia rajin menyapa pemohon SIM. ”Baru empat bulan bertugas di Gresik,” kata perwira polisi berusia 38 tahun tersebut Senin (30/1).


Sehari-hari Rita berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada para pemohon. Mulai permohonan STNK hingga pengurusan BPKB. Semua dilayani di kantor samsat di Jalan dr Wahidin Sudirohusodo, Kebomas.


Di luar kedinasan sebagai abdi negara, ibu dua anak itu punya keterampilan yang tidak dimiliki polisi wanita lain di Polres Gresik. Khususnya olahraga. Sejak SD, istri Iwan Dedi Setyawan tersebut senang bermain bola voli. ”SMP kelas 2 sudah jadi atlet bola voli,” kata alumnus SMP Ragunan, Jakarta, itu.


Di bola voli, dia sudah meraih beragam prestasi. Sejak 2003 hingga 2016, kejuaraan tingkat nasional hingga Asia telah dirasakan. Perempuan dengan tinggi badan 167 sentimeter dan berat badan 60 kilogram itu ikut berlaga di Proliga. Bahkan beberapa klub. Ada Bank DKI, Jakarta Elektrik, dan Popsivo Polwan. Popsivo adalah klub bola voli milik Polri. Setelah itu, Rita memlih gantung sepatu.


”Sudah tidak ada target lain. Proliga sudah kasta tertinggi pebola voli di Indonesia,” ujar pemain terbaik putri 2012 dan 2013 itu.


Apa prestasi terbaik Rita? Dia menyumbangkan emas PON untuk DKI Jakarta pada 2001. Lalu, masuk timnas SEA Games 2003, 2005, dan 2007. Dia berhasil membawa Indonesia menggondol dua perak di kejuaraan antarnegara Asia Tenggara tersebut. Dia tosser terbaik.


Namun, gantung sepatu dari bola voli tidak mengurangi aktivitas Rita untuk menjaga stamina. Meski tinggal di Sidoarjo, dia kerap muncul di sesi latihan tim PT Petrokimia Gresik. ”Kangen ngumpul dan jadi motivator saja. Kita punya ilmu jangan pelit,” ungkapnya. Joging juga kerap dilakukan untuk kebugaran.


Sekarang Rita punya hobi yang cukup memacu adrenalin. Hobi baru itu menjadikannya tampak gagah meski tetap feminin. Rita suka bermotor trail. ”Iya, ini lagi senang nge-trail,” ujarnya, lantas senyum.



Rita memastikan semua hobi olahraga dan nge-trail itu tidak mampu memupus kodratnya sebagai perempuan. Khususnya seorang ibu. Dia tetap dengan telaten mengasuh dua buah hatinya. Yaitu, Alfin Daniel Pratama, 14, dan M. Setya Bima Putra Kurniawan, 7. ”Di rumah ya tetap mengurus suami dan putra dengan baik,” ungkapnya. (*/c10/roz/sep/JPG)

EDITOR: Suryo Eko Prasetyo