alexametrics

Layanan Antar Obat Gratis ala RSUD dr M. Soewandhie Laris Manis

30 Juli 2022, 07:48:26 WIB

Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Mohamad Soewandhie punya inovasi baru dalam pelayanan publik. Setelah berobat, pasien rawat jalan tinggal beristirahat di rumah sehingga tak perlu mengantre lagi menunggu obat-obatan. Ada petugas yang mengantarkannya ke tempat tinggal masing-masing.

DIMAS NUR APRIYANTO, Surabaya

PENGANTARAN obat ke rumah pasien itu dilakukan petugas rumah sakit. Tak bekerja sama dengan pihak ketiga penyedia layanan antar barang.

Layanan antar obat tersebut diluncurkan pada 2021. Hingga kini, layanan itu laris manis. Bahkan, pada pukul 10.00, antrean layanan obat tak lagi dibuka. Untuk sementara waktu, per hari antreannya dibatasi. Rumah sakit hanya membuka kuota 75 pasien. Sebab, jumlah transporter (pengantar) hanya lima orang.

Direktur Utama (Dirut) RSUD dr M. Soewandhie dr Billy Messakh SpB menyampaikan, antrean layanan antar obat bisa diambil di poli farmasi lantai 1. Sebelum ke farmasi, pasien menjalani rangkaian pemeriksaan di poli yang dituju. RS Soewandhie memiliki 32 poli. Setelah dari poli, resep elektronik diterima pihak layanan farmasi.

Pasien yang datang ke sana tak lagi membawa kertas resep. Jika obat ingin diantarkan ke rumah, kata Billy, pasien bisa melakukan konfirmasi ke petugas farmasi depan. Pasien bakal diberi formulir sekaligus nomor antrean layanan. Obat yang diantarkan ke rumah pasien dipisah dengan obat yang diambil di rumah sakit. ”Setelah formulir diisi, pasien boleh pulang,” tuturnya.

Menurut pria yang menjabat Dirut sejak Januari itu, para pasien menjajal layanan antar obat tersebut. Jangan heran bila peminatnya terus bertambah. Namun, tak sedikit pula pasien yang masih mau menunggu obatnya di farmasi. ”Ada yang merasa kurang enak tidak bawa apa-apa dari rumah sakit,” ujar Billy.

Yang perlu diketahui, tak semua wilayah bisa dilayani pengantaran obat gratis. Lantas, area mana saja yang terlayani? Per 1 Juli lalu, hanya tujuh kecamatan yang dapat dilayani. Yakni, Bulak, Genteng, Gubeng, Kenjeran, Semampir, Simokerto, dan Tambaksari.

Penentuan wilayah dilakukan berdasar evaluasi rutin manajemen. Jumlah pasien dari asal wilayah mana yang paling banyak menjadi poin pertimbangan manajemen.

Transporter mengaspal menuju rumah pasien mulai pukul 12.00. Dengan mengendarai motor dan bagian belakang motor dipasangi boks, mereka menggilas aspal. Memasuki gang-gang untuk mencari rumah pasien, lalu menyerahkan obat.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : */c14/git

Saksikan video menarik berikut ini: