alexametrics

Kisah Mustahik Peserta Program Kemitraan Kurban Online 2020

Dapat Modal Domba Gratis untuk Digemukkan
30 Juli 2020, 12:11:47 WIB

Beragam cara dilakukan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk memberdayakan mustahik atau orang yang berhak mendapatkan zakat. Salah satunya dengan menjadikan mereka sebagai mitra peternak hewan kurban.

M. HILMI SETIAWAN, Jakarta, Jawa Pos

JANGAN salah. Ada dua nama yang mirip di kisah ini. Nur Rofiq dan Rofiq. Nur Rofiq adalah peternak asal Gresik yang menjadi mitra Baznas. Sedangkan Rofiq adalah pegawai Baznas yang bertugas sebagai pendamping Nur Rofiq.

Kisah Nur Rofiq berawal ketika namanya terdaftar sebagai calon peternak mitra Baznas untuk program Zakat Online Baznas 2020. Saat itu ada 15 kepala keluarga miskin, termasuk Nur Rofiq, dari Desa Kertosono, Gresik, yang dipanggil untuk jadi mitra.

Tidak pernah terbayang oleh Nur Rofiq bakal memiliki domba dalam jumlah besar. Hasil pekerjaannya sebagai buruh serabutan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena itu, bapak dua anak tersebut sangat antusias ketika digandeng Baznas.

’’Waktu itu bulan sembilan tahun 2019. Kami dapatnya domba,’’ kata Nur Rofiq saat diwawancara 16 Juli lalu.

Dia bercerita, setiap orang diberi sembilan ekor domba. Saat itu dia benar-benar beruntung karena ketambahan satu ekor domba jantan setelah mendapat undian yang digelar panitia.

Suami Nur Azizah tersebut mengatakan, dari sembilan domba yang dirinya terima, ada 4 indukan dan 5 ekor domba bakalan. Dalam memelihara domba itu, mereka didampingi satu petugas. Pendamping tersebut sudah lebih dahulu direkrut Baznas pusat.

Skema beternak yang dia jalankan adalah penggemukan sekaligus pembiakan. Begitu domba sudah gemuk, dia jual. Hasil penjualan tidak digunakan untuk keperluan hidup semuanya. Tetapi, disisihkan untuk membeli domba bakalan untuk digemukkan kembali. Begitu seterusnya.

Lewat sembilan bulan menjadi peternak, Nur Rofiq sudah menjual tiga ekor domba. Harga jual sekitar Rp 2 juta per ekor. Dia bisa membeli kembali lima domba anakan dengan harga sekitar Rp 1 juta. ’’Selain itu, ada yang saya sisihkan untuk kebutuhan rumah tangga,’’ tuturnya. Jika ditotal, dalam waktu sepuluh bulan dia bisa mengembangkan domba dari 10 ekor menjadi 16 ekor.

Meski begitu, Nur Rofiq belum bisa berhenti total sebagai buruh tani dan buruh serabutan. Penghasilannya sebagai buruh tani biasanya Rp 100 ribu/hari. ’’Itu pun tidak setiap hari ada pekerjaan. Kadang selama dua minggu tidak kerja,’’ jelasnya.

Dia mengaku akan terus beternak domba. Setiap hari dia harus membawa air dari mata air ke kandang dombanya yang berjarak sekitar 500 meter dari rumah. Sebab, di kompleks kandang domba, belum ada sumber air. Oleh aparat desa setempat, disiapkan lahan khusus untuk kandang sehingga tidak mengganggu permukiman penduduk.

Agar memiliki perputaran uang yang rutin dari hasil beternak, minimal dia harus mempunyai 50 ekor domba. Karena dibantu istrinya, dia optimistis dalam waktu beberapa bulan bisa mengejar jumlah domba sebanyak 50 ekor.

Selama ini dia mengaku tidak ada kendala besar dalam beternak. Hanya, saat ini lokasi mencari rumput untuk dombanya semakin jauh. Memasuki musim kurban ini, dia berharap banyak dombanya yang laku. Selain dibeli Baznas melalui program Kurban Online 2020, dia akan menjual langsung kepada pembeli.

Rofiq, pendamping peternak untuk wilayah Gresik, menceritakan, sampai saat ini ada 59 mustahik yang bekerja sama menjadi mitra kurban. Mereka tersebar di Kecamatan Sidayu dan Kecamatan Dukun. ’’Awalnya sekitar 450 ekor domba. Sekarang berkembang jadi 570 ekor,’’ jelasnya.

Dalam tahap awal, ada penjaringan keluarga miskin untuk menjadi mitra peternak. Rofiq mengatakan, tidak semua warga miskin bersedia menjadi peternak. Selain itu, yang dicari adalah mereka yang mempunyai kemampuan ngopeni domba. ’’Kalau tidak bisa apa-apa kan percuma,’’ tuturnya.

Sebagai seorang pendamping, Rofiq wajib berkeliling ke para peternak minimal seminggu sekali. Selain memberikan edukasi tentang beternak domba yang benar, Rofiq ikut mencarikan calon pembeli. Dia berharap taraf hidup para peternak mitra Baznas itu bisa lebih maju. Tidak mengandalkan orang lain. ’’Dan yang penting dari awalnya minta (mustahik, Red) menjadi bisa ngasih (muzaki, Red),’’ jelas pria 40 tahun itu.

Rofiq mengatakan, dalam program Kurban Online Baznas 2020, ada ribuan kambing yang akan dibeli. Tetapi, kuotanya disebar ke seluruh Indonesia, tidak hanya dari kelompok yang dia dampingi. Khusus untuk mitra peternak wilayah Gresik, rencananya dibutuhkan seratus kambing dengan harga beli sekitar Rp 2 juta per ekor.

Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Irfan Syauqi Beik menuturkan, target tahun ini minimal 3.500 ekor hewan kurban. Baik itu kambing, domba, maupun sapi. Kalaupun ada kelebihan permintaan, para mitra peternak Baznas di seluruh Indonesia bisa menyiapkan sampai 7.000 hewan kurban. Mereka menetapkan harga untuk domba atau kambing Rp 2,5 juta/ekor dan sapi Rp 17,5 juta/ekor.

Sistem mitra peternak itu bisa memberdayakan para mustahik di desa-desa. Dengan begitu, perputaran uang pembelian hewan kurban tidak terpusat di perkotaan. Selain itu, menghindari praktik penentuan harga yang murah oleh para tengkulak hewan kurban.

Nanti pemotongan hewan kurban dilakukan di desa setempat. Di tengah pandemi Covid-19, penyembelihan hewan kurban dilakukan sesuai protokol yang sudah ditetapkan. Di antaranya, petugas penyembelihan menggunakan alat pelindung diri (APD). Tidak ada kerumunan masyarakat dan jika memungkinkan dilakukan di rumah pemotongan hewan. Saat ini jumlah mitra peternak Baznas tidak kurang dari 63 orang. Mereka tersebar di 51 kabupaten di 24 provinsi.

Irfan mengatakan, Kurban Online Baznas 2020 merupakan program yang memudahkan masyarakat untuk membeli hewan kurban. Masyarakat tidak perlu repot-repot datang ke penjualan hewan kurban. Sekaligus bisa mencegah kerumunan di tengah pandemi Covid-19. Baznas sudah menggandeng mitra pembayaran online untuk pembelian hewan kurban.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

 

 

 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : */c7/oni



Close Ads