alexametrics

Akbar Insani dan Rutinitasnya Berbagi Nasi Bungkus di Surabaya

Galang Dana lewat WhatsApp, Uang Harus Habis
30 April 2021, 07:48:47 WIB

Bagi Akbar Insani, berbagi rezeki merupakan salah satu cara untuk menjauhkan diri dari masalah. Bersama Oktalia Ari, istrinya, mantan pewarta foto itu rutin berkeliling untuk membagikan nasi bungkus kepada orang-orang yang membutuhkan.

ARIF ADI WIJAYA, Surabaya

UDARA pagi di Surabaya terasa begitu segar saat itu. Jalanan Kota Pahlawan sedikit lembap meski musim hujan hampir berlalu. Jumat, 9 April lalu, seorang pria bermotor Honda Vario lawas keluar dari gang kecil di samping Hotel JW Marriott, Jalan Embong Malang. Pria itu memboncengkan perempuan sambil membawa empat kantong plastik berisi nasi bungkus.

Dia adalah Akbar Insani. Bukan tokoh masyarakat. Bukan pula pejabat. Pria 37 tahun itu juga tidak memiliki yayasan sosial. Namun, jiwa sosialnya begitu tinggi. Ratusan nasi bungkus di motornya tersebut dibawa keliling. Dari Bubutan sampai Morokrembangan.

Motor Honda Vario lawas tersebut menjadi teman setia Akbar ketika berkeliling membagikan nasi bungkus. Sampai-sampai, tukang becak dan tukang ojek pangkalan di sekitar Jembatan Merah Plaza (JMP) hafal motor matik berwarna silver itu.

Begitu tiba, bapak-bapak yang sedang mengayuh becaknya berhenti dan menghampiri Akbar.

Terhitung sudah setahun terakhir Akbar bersama Oktalia Ari, istrinya, membagikan nasi bungkus untuk orang yang membutuhkan. Dia berkeliling dari rumahnya di Jalan Embong Malang sampai Jalan Pringadi, Bubutan. Kemudian, berlanjut ke daerah Pasar Turi sampai ke Indrapura, Morokrembangan. Jujukan terakhirnya JMP di Jalan Rajawali.

Akbar yang merupakan mantan pewarta foto mengatakan, rutinitas membagikan nasi bungkus setiap Jumat sejatinya sudah lama dilakukan.

Dulu, ketika masih aktif bergabung dalam komunitas Debu Langit yang bermarkas di Kabupaten Sidoarjo, Akbar bersama teman-temannya melakukan hal itu. Hari yang dipilih Jumat. Waktu yang dipilih selalu pukul 05.00, setelah subuh.

Kegiatan tersebut sudah berlangsung empat tahun. Mulai Agustus 2017 sampai sekarang. Hingga saat ini, komunitas Debu Langit masih rutin melakukannya di Sidoarjo. Nah, pada awal 2020, ketika pandemi Covid-19 merebak, Akbar memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya di Kedungturi, Kelurahan Kedungdoro, Tegalsari.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : */c7/git

Saksikan video menarik berikut ini:





Close Ads