alexametrics

Cara Kelurahan Perak Barat Rajut Kekompakan Melalui Kegiatan Sosial

29 Desember 2021, 07:48:26 WIB

Sedekah nasi bungkus, khataman Alquran, dan one week one juz menjadi program andalan Kelurahan Perak Barat pada masa pandemi Covid-19. Jumlah peserta yang terlibat terus meningkat. Selain meringankan beban masyarakat dan memulihkan perekonomian, program itu bisa meningkatkan keharmonisan antar sesama.

SEPTIAN NUR HADI, Surabaya

TIGA kegiatan sosial itu menjadi program unggulan Kelurahan Perak Barat. Bermula dari sedekah nasi bungkus yang dimulai pada 2 November 2020. Kegiatan tersebut berawal dari obrolan singkat Rina Aisyah dengan driver ojek online (ojol).

Saat perjalanan pulang ke rumah, lurah Perak Barat itu menanyakan pemasukan sang driver pada masa pandemi Covid-19.

Ketika itu, virus asal Wuhan, Tiongkok, tengah ganas-ganasnya menyerang Indonesia. Tak terkecuali Surabaya. Guna menekan persebaran virus, pemerintah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Seketika aktivitas masyarakat di tempat umum terhenti. Baik mal, restoran, perkantoran, maupun area publik lainnya.

Semuanya harus tutup selama PSBB berlangsung. Kebijakan itu berdampak pada perekonomian masyarakat. Driver ojol, misalnya. Tutupnya area publik membuat pendapat mereka merosot tajam. Yang biasanya dalam sehari bisa mendapat lebih dari sepuluh order, saat itu hanya satu atau dua order. Bahkan, kerap kali tidak ada order.

Kondisi tersebut membuat driver ojol kalut. Mereka khawatir tidak bisa lagi menafkahi keluarga. ’’Pas dengar, hati kayak tersentak. Langsung ingat warga. Berapa banyak ya warga di sini (Kelurahan Perak Barat) bernasib sama dengan si abang ojol itu,’’ kata Rina di ruang kerjanya kemarin (27/12) siang.

Kecemasannya tersebut lantas diceritakan kepada anggota lembaga pemberdayaan masyarakat kelurahan (LPMK). Melalui koordinasi RT/RW, LPMK diminta untuk mendata ulang warga yang terdampak pagebluk korona. Hasilnya cukup mengagetkan. Tidak sedikit warga yang kehilangan pekerjaan.

Situasi tersebut merata pada 68 RT dan 8 RW di wilayah kerjanya. Guna meringankan beban mereka, Rina membuat terobosan baru melalui sedekah nasi bungkus. Yakni, nasi bungkus itu dibeli dengan uang pribadinya. Minimal membagikan 20 bungkus setiap hari. Mulai Senin hingga Sabtu. Titik pembagian berlokasi di depan kantor Kelurahan Perak Barat. Mulai pukul 08.00 hingga selesai.

Namun, ternyata banyak warga yang merespons positif program tersebut. Secara diam-diam mereka turut menjadi donatur. Itu baru disadari Rina saat ingin memulai kegiatan hari pertama. Awalnya Rina hanya berniat membagikan 20 nasi bungkus. ’’Eh, ternyata yang terkumpul sampai 60 nasi bungkus. Pas ditanya, LPMK bilang 40 nasi bungkus dari warga dan pengurus LPMK. Dan, banyak warga yang bilang terima kasih. Itu membuat hati senang,’’ ujar ibu anak tiga itu.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : */c7/git

Saksikan video menarik berikut ini: