alexametrics

Bocah Itu Menunggu sang Bapak, di Kebun Sawit, Sendirian…

29 Oktober 2020, 09:44:07 WIB

’’Tunggu sebentar,’’ kata sang bapak dan si anak pun menunggu sendirian, di tengah hujan, dari malam sampai pagi tanpa tahu ayahandanya telah tewas.

FAHRY SAMOSIR, Kotawaringin Timur, Jawa Pos

MALAM gelap benar. Hujan tak berhenti turun. Dan, bocah itu gelisah menunggu sang bapak.

Turun dari motor, kakinya ragu-ragu melangkah. Hanya beberapa tapak dia kembali. Naik ke sadel motor. Basah kuyup. Kedinginan.

Semalam itu, di tengah kebun sawit, tak mungkin ada orang melintas. Apalagi hujan deras mengguyur. Jadi, tak mungkin mengharap pertolongan.

’’Tunggu di sini dulu sebentar. Bapak mau mengecek jalan, biar tak terpeleset kita,’’ pesan sang bapak yang terus diingat si bocah.

Tapi, itu sudah setengah, sejam, atau entahlah sudah berapa lama. Bapak tak balik-balik. Sementara malam kian pekat, hujan terus mengguyur, dan dia semakin kedinginan…

*

TERPELESET, LALU HANYUT: Jenazah Sami Ameka setelah ditemukan di saluran air di tengah perkebunan sawit. (POLSEK MENTAYA HULU FOR RADAR SAMPIT)

Jarum jam sudah menunjuk pukul 21.30 pada Minggu lalu (25/10) saat Sami Amekan, 29, dan anaknya, Jovita Jolio Kollo, 8, pulang dari rumah kerabat di Kruing Estate. Menuju mes karyawan Desa Mekar Jaya, Kecamatan Parenggean, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

Itu berarti mereka harus bermotor melintasi jalur di tengah perkebunan kelapa sawit Desa Santilik, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur. Awalnya semuanya lancar, sampai ketika Sami melihat jalur yang akan dilewati terendam air hujan.

Dia menghentikan motor. Meminta Jovita untuk menunggu sembari dia mengecek kondisi jalan.

Sebagaimana dilansir Radar Sampit, saat mengecek jalan itulah, Sami tiba-tiba terpeleset dan terjatuh. Tubuhnya langsung ’’dilumat’’ derasnya arus banjir. Dia terseret dan lenyap dalam kegelapan malam tanpa diketahui sang anak.

’’Anak itu (Jovita Jolio Kollo, Red) ditemukan warga dalam kondisi basah kuyup. Ternyata dia sedang menunggu ayahnya,’’ kata Kapolsek Mentaya Hulu Iptu Roni Paslah kepada Radar Sampit Senin lalu (26/10).

Adalah Ahmad Watijan, warga yang menemukan Jovita, yang kemudian membawa bocah lelaki tersebut ke kamp afdeling 6. Ahmad melaporkan kejadian itu kepada pihak perusahaan sawit agar Sami segera dicari di sekitar tempat bocah tersebut ditemukan.

Baca juga: Ketua Adat Kinipan Diciduk, Diduga karena Tolak Perluasan Kebun Sawit

*

Awalnya pencarian tersebut tak membuahkan hasil. Hingga akhirnya pihak perusahaan sawit menemukan jasad pria mengapung di saluran air. Jenazah pria itu langsung diangkat dan dibawa ke darat.

Saat diperiksa, ternyata identitas mayat tersebut merupakan Sami. ’’Jenazah itu ditemukan di Blok G13 Afdeling 5 PT IPK DSN, Desa Santilik,” kata Roni.

Berdasar keterangan dokter, setelah dilakukan visum, di tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. ’’Jasad korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga yang berduka,’’ kata Roni.

Bertemu kembali dengan sang anak, yang telah menunggu berjam-jam…

 

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Ilham Safutra

Reporter : */sir/ign/c19/ttg



Close Ads