alexametrics

Pemkot Ajak Siswa Lihat Bantuan untuk Korban Gempa di Lombok Timur

Bangun Sekolah Tahan Gempa 8 SR dari Urunan
29 Mei 2019, 15:31:42 WIB

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini punya cara tersendiri untuk meningkatkan empati siswa-siswi di Surabaya. Dia mengajak mereka melihat dan menyerahkan bantuan secara langsung kepada korban gempa di Lombok Timur.

JUNEKA SUBAIHUL MUFID, LOMBOK TIMUR

SAAT sepuluh siswa itu turun dari bus, mereka langsung disambut hangat oleh puluhan siswa SDN Obel-Obel 1, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur. Di halaman sekolah yang baru selesai dibangun ulang dari bantuan warga Surabaya itu, mereka diberi selendang songket.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang sudah berada di atas panggung memanggil sepuluh siswa tersebut. Ada lima siswa SDN, yakni Aulia Izza Nailur Rohim, Siti Syahira Hasnainy Putri, Salsabila Anggivia Putri, Abrisam Aidan Wikaskoyo, dan Ghazi Nevan Rasyidan.

Lima lainnya siswa SMPN, yakni Safina Talitha Laksmi Bintarti, Fransisca Julianne Putri Listya Ayu, Aisah Taufiqi Hidah, Herdanto Tri Bagus Sukma Hadi, dan Guntur Satya Perkasa. Mereka diminta untuk naik ke panggung menemani Risma. Beberapa alat olahraga seperti raket, bola voli, bola futsal, dan bola basket pun diserahkan kepada siswa SDN Obel-Obel 1 Bukan langsung dari tangan Risma. Melainkan, lima siswa SD dan lima siswa SMP itulah yang menyerahkannya kepada siswa-siswi SDN Obel-Obel 1. Mereka bersalaman, berkenalan, dan berpelukan. Seolah saudara sendiri. Meski, mereka baru beberapa saat bertemu untuk kali pertama.

”Seneng karena dapat pelajaran. Kita tak boleh sombong karena banyak yang belum tentu sebahagia kita,” ujar Ghazi Nevan Rasyidan yang bersekolah di SDN Manukan Kulon II. Dia ikut bermain bersama siswa SDN Obel-Obel 1. Di antaranya, mendribel bola basket.

Risma mengatakan sengaja mengajak sepuluh siswa-siswi jauh-jauh dari Surabaya itu untuk hadir langsung memberikan bantuan. Sebab, para siswa di Surabaya tersebut turut menyumbang untuk pembangunan gedung SDN Obel-Obel 1 yang sudah jadi dan bercat cokelat muda itu.

”Ada yang urunan Rp 2.000, tapi pecahan Rp 500-an. Ada yang Rp 5.000, tapi pecahan Rp 1.000-an. Artinya, anak-anak menyisihkan dari uang saku mereka untuk membantu,” ungkap Risma setelah serah terima di SDN tersebut. ”Kami ajak anak-anak ke sini untuk melatih mereka peduli pada penderitaan orang lain,” imbuh Risma.

Sementara itu, total bantuan yang digelontorkan untuk membangun gedung SDN tersebut mencapai Rp 1,567 miliar. Gedung tersebut terdiri atas 6 ruang kelas, 1 ruang guru, 1 ruang perpustakaan, dan rumah dinas untuk kepala sekolah. Sebelumnya, dianggarkan Rp 800 juta, tapi ternyata kurang. Sebab, gedung yang dibangun itu disiapkan sebagai bangunan tahan gempa hingga 8 SR. ”Kemarin ada lagi gempa 5,8 SR, tapi gedung ini tidak apa-apa,” jelas Risma.

Risma menyebutkan bahwa sesaat setelah mendengar kabar ada gempa di Lombok pada Juli 2018, dirinya langsung memerintah anak buahnya untuk turun. Mereka mencari gedung fasilitas umum yang membutuhkan bantuan. Syaratnya, gedung tersebut belum tersentuh bantuan dari pihak lain. SDN itu berada di timur laut Gunung Rinjani. Sekitar tiga jam perjalanan dari Bandara International Lombok Praya. Setelah gedung sekolah itu jadi, pemkot pun berencana untuk membantu fasilitas publik lainnya. ”Insya Allah kami carikan lagi bantuan. Semoga warga Surabaya mau dan berkenan,” ungkap Risma.

Bupati Lombok Timur Sukiman Azmy yang hadir dalam serah terima itu mengucapkan terima kasih atas bantuan dari warga Surabaya. Dia pun sangat senang dengan kedatangan Risma ke Lombok Timur. ”Ini bagi kami juga bagian dari menjalin silaturahmi pada bulan Ramadan kali ini,” ujar dia.

Serah terima gedung sekolah itu hanya berlangsung sekitar sejam. Tapi, kenangan yang terpatri dalam ingatan siswa dan warga setempat bisa jadi selamanya. ”Terima kasih warga Surabaya. Senang punya sekolah baru,” ujar Muhammad Sudirman, siswa kelas V SDN Obel-Obel 1.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : */c7/ano



Close Ads