alexametrics

Prof Felycia Soetaredjo, Penerima Distinguished Taiwan Alumni Award

Berkat Aktif Penelitian Bidang Lingkungan
28 Juli 2020, 17:17:53 WIB

Pengalaman hidup di bantaran sungai saat masih kecil membuat Felycia melek lingkungan. Dia sadar bahwa air sungai tidak lagi sama seperti dulu. Ketertarikan untuk berkontribusi terhadap lingkungan pun tumbuh dari situ.

NURUL KOMARIYAH, Surabaya

Kepedulian sekaligus kecintaan Prof Felycia Edi Soetaredjo terhadap lingkungan tecermin nyata dari sisi akademis. Penelitian, kegiatan organisasi, hingga penghargaan level internasional yang dicatatkannya selama ini berkaitan erat dengan lingkungan. Sebut saja penghargaan bergengsi yang baru saja didapatkannya dari pemerintah Taiwan.

Wakil Dekan I Fakultas Teknik UKWMS itu dianugerahi predikat Distinguished Taiwan Alumni Award pada awal Juni lalu. ”Pemerintah Taiwan mengukur seberapa besar dampak lulusannya melalui penghargaan itu,” ujarnya. Bahkan, Felycia mengklaim dirinya bukan hanya orang Indonesia pertama yang mendapat kehormatan tersebut. Namun lebih dari itu, dia juga tercatat sebagai orang internasional pertama yang dianggap layak menerima predikat tersebut. ”Penghargaan itu sendiri diadakan dua tahun sekali. Dan selama ini yang memenangkan ya warga asli Taiwan,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, penghargaan itu diawali dari capaiannya menyabet Taiwan Tech Outstanding Alumni Award 2019. Itu merupakan award yang setiap tahun diberikan kepada mahasiswa terbaik di National Taiwan University of Science and Technology (NTUST) Taiwan. Felycia merupakan alumnus doktoral dalam bidang teknik kimia di universitas tersebut. ”Setelah dapat Taiwan Tech Outstanding itu, baru kemudian saya diajukan ke tingkat nasional. Kompetitornya alumnus dari beberapa kampus di Taiwan. Jumlahnya ratusan orang,” jelas perempuan yang juga pernah menempuh studi magister di The University of Queensland, Australia, itu.

Felycia mengungkapkan, selama ini dirinya banyak berkutat dengan penelitian perihal lingkungan. Isu-isu dan masalah lingkungan adalah tema yang sangat menarik hatinya. Fokus penelitiannya terutama berkaitan ke arah pengolahan air limbah. Memikirkan metode atau solusi supaya limbah industri tidak berbahaya bagi lingkungan. Itu berarti tidak berhenti pada penelitian, tapi juga sudah diterapkan di beberapa tempat. ”Ada pabrik pengecatan elektronik yang memakai metode degradasi limbah cair dari saya. Untuk memisahkan dulu warna-warna yang reaktif supaya tidak merugikan lingkungan saat dibuang,” paparnya.

Saat ini dia juga aktif mengembangkan energi terbarukan solar cell bersama rumah inovasi di Wonorejo. Harapannya, ke depan Indonesia bisa memproduksi dalam jumlah besar. Dengan begitu, konsumsi listrik, batu bara, dan minyak bumi dapat ditekan. Digantikan oleh energi matahari yang melimpah ruah.

Felycia mengaku kecintaannya pada lingkungan, antara lain, dipicu pengalaman masa kecil. Dia pernah tinggal di bantaran sungai. ”Rumah saya dulu itu di belakang sungai. Meskipun airnya nggak jernih-jernih banget, nggak ada sampah,” kenangnya.

Menurut dia, kondisi sungai saat ini memprihatinkan. Makin lama makin tidak keruan. Bahkan, dia pernah melihat ikan yang teler dan mengapung di atas permukaan sungai. Lantas, timbul pertanyaan dari dalam hatinya. Bagaimana nanti kehidupan terus berjalan dengan kondisi air yang begitu tercemar. ”Apa yang saya lakukan memang tidak menjawab keseluruhan pertanyaan tentang kondisi lingkungan saat ini. Tapi, paling tidak jadi solusi untuk beberapa hal,” katanya.

Perempuan 43 tahun itu mengaku tidak mudah membagi waktu. Antara peran sebagai seorang istri, ibu, dan dosen sekaligus peneliti serta pegiat lingkungan. Namun, dukungan dari keluarga dan tim yang solid di kampus selalu melecut semangatnya. Felycia pun akan terus berperan aktif melalui Akademi Ilmuwan Muda Indonesia. Juga melalui organisasi seperti Global Young Academy dan Organization for Woman in Science for the Developing World. Itu merupakan beberapa organisasi dunia di bidang lingkungan yang diikutinya.

”Penghargaan itu semacam pengakuan yang membuat saya semakin termotivasi,” lanjutnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : */c6/ai



Close Ads