alexametrics
Cerita Minggu

Kemandirian di Sepanjang Jalan

28 Juli 2019, 17:03:48 WIB

JawaPos.com – Seperti bagaimana mereka menghidupi diri sendiri, seperti itu pula warga Kampung Pitu membangun dusun mereka: berbekal kemandirian. Beton di sepanjang jalan masuk merupakan buktinya.

Beton-beton itu hasil swadaya warga. Mereka bangun sendiri jalan tersebut untuk memudahkan jika ada pengunjung.

“Kami gotong royong,” kata Dedy Setiawan, ketua RT setempat.

Semua bahan berasal dari uang yang diberikan seikhlasnya oleh warga. Pemasangannya pun dilakukan warga. Karena itulah, pembangunannya pun dilakukan secara swadaya. Alias di tengah waktu luang.

Setidaknya dibutuhkan waktu lima tahun untuk menyambung dari satu beton ke beton lain. Itu pun masih banyak jalan setapak yang belum terhubung. Terutama jalan yang menghubungkan satu rumah ke rumah lain.

Saat ini warga memang sudah bisa menikmati aliran listrik. Namun baru untuk rumah saja. Jalan masuk ke kampung dan antar-rumah warga masih belum.

Jadilah, begitu malam tiba, warga kampung di Gunungkidul, Jogjakarta, tersebut sudah harus kembali ke rumah masing-masing. Maklum, di luar rumah suasana gelap.

Kemandirian itu juga mereka tunjukkan di sumur yang jadi sumber air bersih di bekas Telaga Gayungan yang kini mengering. Pada 2002 warga membangun dinding di sekitar sumber air tersebut. Termasuk melengkapinya dengan peralatan seperti tali dan timba untuk mengambil air.

Sebelas tahun berselang, warga berinisiatif memasang pompa air yang dialirkan ke setiap rumah. Sebelumnya hampir setiap pagi warga pergi ke sumber air itu untuk mengisi jerikennya dengan air. “Sekarang tidak perlu repot-repot lagi,” ucap Dedy.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (*/c9/ttg)



Close Ads