alexametrics

Cara Bhabinkamtibmas Maksimalkan Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo

Lega Mengetahui Keluarga Pasien Nonreaktif
28 Juni 2020, 10:10:35 WIB

Kampung tangguh di Kota Pahlawan berlomba menunjukkan inovasinya. Di RW 3 Kelurahan Karang Pilang misalnya. Bhabinkamtibmas menggelorakan program gotong royong jaga lingkungan (gojali).

HASTI EDI SUDRAJAT, Surabaya

Bripka Sido Sucahyo kaget. Bhabinkamtibmas Kelurahan Karang Pilang itu spontan mengernyitkan dahi setelah membaca pesan pendek di ponselnya sekitar satu bulan lalu. Pesan itu dikirim bidan Kelurahan Karang Pilang. Intinya, ada salah seorang warga yang positif Covid-19.

Pikiran Cahyo langsung melayang. Dia membayangkan langkah yang harus dilakukan. Jangan sampai warga lain ikut terpapar. ”Waktu itu, pasiennya sudah di rumah sakit,” katanya kemarin.

Sucahyo langsung berkoordinasi dengan satuan tugas (satgas) Covid-19 Kelurahan Karang Pilang. Mereka bergegas melakukan tracing. Memetakan kontak korban dengan orang lain. ”Kaget juga awalnya,” ungkapnya.

Di benaknya, yang terlintas adalah memastikan kondisi orang terdekat pasien. Yakni, keluarga.

”Pasiennya tinggal di rumah bersama ayah, ibu, dan seorang adik,” tuturnya. Kondisi kesehatan mereka langsung dicek. ”Hanya ayahnya yang tertular,” sambungnya.

Pekerjaannya belum selesai. Diketahui bahwa pasien itu punya adik yang sudah menikah dan punya anak. Mereka tinggal berdekatan dengan rumah pasien. Keluarga kecil tersebut setiap hari berkunjung ke rumah si pasien. Cahyo lega. Kondisi mereka stabil. Hasil rapid test menunjukkan keluarga adik pasien nonreaktif.

”Ayah pasien akhirnya diisolasi. Dibawa ke Asrama Haji Sukolilo,” ujarnya.

Sejak saat itu, polisi kelahiran 12 November 1985 tersebut semakin sibuk. Cahyo setiap hari mendatangi lingkungan tempat tinggal pasien. Dia memberikan pemahaman kepada warga sekitar agar tidak menjadikannya sebagai bahan gunjingan. Terlebih, mengucilkan keluarga pasien.

Gayung bersambut. Usahanya tidak sia-sia. Warga mau mengerti. Bahkan, warga dengan sukarela gotong royong memberikan bantuan logistik kepada keluarga pasien yang menjalani isolasi mandiri. ”Gotong royong warga bagus sekali,” jelas polisi yang pernah mendapat pin emas dari Kapolri karena menjadi bhabinkamtibmas terbaik tingkat daerah pada 2019 itu.

Cahyo ingat bahwa dua pekan berselang, kabar tidak mengenakkan kembali didapat. Ada lagi warga di wilayah binaannya yang positif virus korona jenis baru tersebut. Langkah penanganan seperti semula kembali dilakukan.

Menurut dia, melakukan tracing tidak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh kejelian. Jangan sampai cara mengorek informasi malah menimbulkan kegaduhan. Cahyo punya trik agar tracing tidak membuat warga mendadak gelisah. Dia biasa mencari informasi kepada perangkat pemerintahan setempat. Misalnya, ketua RT. Dia ingin memastikan latar belakang pasien. Mulai keluarga sampai kebiasaannya.

Setelah mendapat informasi, dia bersama satgas akan mengambil langkah lanjutan. Di antaranya, meminta keluarga pasien melakukan rapid test. ”Jadi, tidak langsung ujuk-ujuk ke rumah pasien setelah dapat kabar. Nanti tetangganya bisa paranoid kalau tahu,” paparnya.

Cahyo mengatakan bahwa virus korona memang bukan sebuah aib. Namun, potensi masyarakat untuk mengucilkan keluarga pasien tetap ada. ”Makanya, perlu untuk memberikan pemahaman secara rutin kepada masyarakat,” terangnya.

Dalam edukasinya, dia selalu menekankan bahwa pengidap virus itu bisa disembuhkan. Mereka hanya perlu mendapat dukungan agar imunitas tubuhnya meningkat. ”Harus mendapat support,” katanya.

Dia bersyukur sejauh ini respons yang didapat sesuai harapan. Bahkan, masyarakat antusias dengan program gojali yang digagasnya. Warga mau menjadi sukarelawan dalam menangani Covid-19.

Bapak dua anak itu mengatakan, keterlibatan warga punya dampak besar dalam memutus mata rantai persebaran virus korona. Jadi, dia merasa perlu untuk menggelorakan langkah antisipasi yang berbasis swadaya masyarakat. ”Bagaimana membuat warga sadar akan protokol kesehatan,” ujarnya. Gojali, kata dia, adalah sarana. Bak sebuah perjalanan, gotong royong warga merupakan kunci untuk memutus persebaran Covid-19.

Sasaran program itu tidak hanya menangani masalah virus korona. Tetapi, juga menjaga lingkungan. Kampung menjadi lebih aman karena salah satu poin progam tersebut adalah warga bergantian menjaga akses ke kampung.

Ketua RT 5, RW 3, Kelurahan Karang Pilang, Supardi mengapresiasi langkah yang diambil bhabinkamtibmas. Tujuan program gojali sejalan dengan kemauan warga. ”Lingkungan menjadi aman. Baik dari virus atau kejahatan,” sebutnya.

Supardi menambahkan, proses penggeloraan program itu memang tidak mudah. Sebab, karakter orang tidak sama. Beberapa cenderung abai. Jadi, perlu diberikan pemahaman secara rutin. Di antaranya, dengan kerap disambangi. ”Lama-lama pasti sadar bahwa yang dilakukan untuk kepentingan bersama,” ujarnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : */c6/git



Close Ads