alexametrics

Choirul Anwar, Olah Limbah Palet Kayu Jadi Mainan Edukasi

28 Mei 2022, 07:48:57 WIB

Berawal dari kecintaannya terhadap matematika, alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Choirul Anwar menciptakan mainan yang dapat melatih daya nalar dan kreativitas pemain.

RAMADHONI CAHYA, Surabaya

EKSPRESI serius terlihat pada wajah beberapa pengunjung warung. Mereka berusaha menyelesaikan tantangan termudah pada permainan yang dibawa oleh Jawa Pos. Tantangannya berupa mengubah empat balok kayu yang tidak simetris untuk dijadikan huruf T.

Hampir setengah jam lamanya mereka terus berusaha mengutak-atik permainan tersebut. Diputar, dibalik, beragam cara telah dilakukan namun tidak kunjung selesai. Padahal, permainan itu sebenarnya diperuntukkan anak jenjang sekolah dasar. Satu per satu pengunjung mulai menyerah. Hingga sang pemilik warung tanpa sengaja berhasil menyelesaikan tantangannya.

”Lah ternyata bisa, aku pikir enggak bisa awalnya,” ucap sang pemilik warung.

Permainan empat balok kayu itu terdiri atas beberapa level tantangan, mulai yang termudah hingga yang tersulit. Ada 100 pola yang menunggu untuk diselesaikan para pemain. Permainan itu merupakan hasil kreativitas warga asal Kecamatan Gunung Anyar, yaitu Choirul Anwar.

Alumnus Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) itu mengungkapkan, permainan yang diciptakan hanya dalam dua hari tersebut selain untuk hiburan juga bermanfaat untuk melatih kemampuan pemain. Khususnya, anak-anak berumur 6 hingga 12 tahun. Misalnya, kemampuan logika, kemampuan spasial, hingga kemampuan motorik halus. ”Mainan ini sebagai media stimulasinya,” terangnya.

Dia menekankan, kemampuan logika berhubungan dengan daya nalar dalam menganalisis situasi sehingga menghasilkan solusi yang masuk akal. Kemampuan spasial berkaitan dengan kemampuan pemain untuk memvisualisasikan bentuk dan ruang. ”Kalau motorik halus lebih utama untuk anak-anak. Soalnya, permainan ini melibatkan aktivitas jari tangan,” terangnya.

Sering kali para pemain kesulitan untuk menyelesaikan pola yang dibuat oleh Anwar. Salah satu aspeknya berhubungan dengan cara berpikir. Para pemain sering berpikir untuk membentuk pola secara linier atau garis lurus. Padahal, untuk menyusun empat balok tersebut bisa dilakukan secara tidak garis lurus. ”Itu tipsnya biar cepat mudah menyelesaikan,” ucapnya.

Jangan berharap ada kunci jawaban pada lembar pedoman. Pria berumur 45 tahun itu memang sengaja tidak menyediakannya. Hal tersebut dilakukan supaya para pemain terus mengasah kecerdasan berpikirnya dalam menyelesaikan masalah yang ada. ”Agaknya filosofis, tapi memang tujuan permainan ini kan melatih kecerdasan,” paparnya.

Menurut dia, dari delapan produk mainan edukasi yang dia ciptakan, produk pertamanya lah yang paling laku di pasaran. Bahkan, 20 orang reseller-nya tersebar di seluruh Indonesia dengan omzet tertinggi yang pernah dia dapatkan sebesar Rp 40 juta. ”Tiap kota di Jawa Timur sudah pernah terjangkau oleh produk kami,” katanya.

Dia memutuskan untuk mengganti nama bisnisnya. Yang awalnya bernama Mainan Edukasi kini diubah menjadi Empat Serangkai. Sebab, produk pertamanya berupa potongan empat balok kayu yang dapat dirangkai menjadi berbagai bentuk. ”Karena mainan ini yang menemani saya sejak awal hingga jatuh bangun bisnis saya saat ini,” terangnya.

Dia tak menampik bahwa pandemi selama dua tahun berpengaruh terhadap aktivitas usahanya. Omzetnya menurun 80 persen di kisaran Rp 4,5 juta. Sebab, selama ini pemasarannya lebih banyak dilakukan melalui pameran dan kerja sama dengan sekolah. ”Ya gimana, sekolah tutup semua. Seperti mengulang dari awal,” ucapnya.

Sekarang Anwar dan istrinya melakukan optimalisasi secara digital marketing sejak Januari 2022. Produknya terdaftar pada e-commerce milik swasta hingga di e-peken.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : */c6/git

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads