alexametrics

Sekolah Alam Manunggal Berkah, Cara Mendekatkan Bocah ke Lingkungan

28 April 2021, 07:48:24 WIB

Interaksi anak dengan gawai meningkat seiring dengan kebijakan belajar di rumah. Ujian sekolah hingga mengumpulkan tugas dimigrasikan ke gawai. Ibu PKK RW 02, Kelurahan Sukomanunggal, punya cara agar anak tak kecanduan gawai. Yakni, membuat sekolah alam dan anak-anak dilibatkan.

DIMAS NUR APRIYANTO, Surabaya

GELAK tawa anak-anak selalu terdengar di belakang SMP Negeri 50 Surabaya setiap Minggu pukul 08.00. Ada interaksi mata yang saling berkait. Bukan hanya tatapan mata yang fokus ke layar gawai, ngomong sendiri, lalu jari-jari bergerak ke sana dan sini.

Selama 1,5 jam belasan anak tampak asyik belajar tentang alam di Sahabat Alam Sukomanunggal. Mulai mengenal jenis tanaman, mengidentifikasi tanaman, hingga cara merawat tanaman dengan baik. Seru sekali! Dunia anak-anak memang mengasyikkan.

Karena itu, sayang sekali jika anak-anak menghabiskan waktu seharian hanya dengan gawai. Mengeksplorasi sekitar sangat penting untuk tumbuh kembang anak. ’’Termasuk bagaimana caranya agar anak bisa menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan,” tutur Eka Yuni Karnifa selaku koordinator Sahabat Alam kepada Jawa Pos.

Nah, ketika ada cinta di dalam hati, tumbuh rasa tanggung jawab. Eka mengatakan, menanamkan nilai tanggung jawab untuk menjaga lingkungan harus dilakukan sejak dini. Anak-anak perlu didekatkan pada alam. Bukan dijauhkan.

Sahabat Alam digagas ketika Eka dan beberapa ibu yang tergabung dalam arisan PKK RW 02 gigit jari setelah mereka melihat bagaimana anak-anak lebih nyaman dengan gawai.

Tiap sore anak-anak duduk di depan rumah sembari memainkan gawai menjadi pemandangan yang selalu ditemui.

Sahabat Alam didirikan setelah bank sampah pertama RW 02 diresmikan pada Maret lalu. Kegiatannya memilah sampah hingga belajar berkebun serta menanam. Sasarannya anak-anak SD. Mulai kelas I sampai VI.

Setiap kegiatan, anak-anak wajib membawa sampah dari rumah. Tidak perlu yang ribet. Jenis sampah apa pun. Misalnya, bungkus permen atau jajanan.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : */c6/git

Saksikan video menarik berikut ini:





Close Ads