alexametrics

Satu Proyek yang Mengubah Hidup Deny

Stigma yang Menghantui Eks Pecandu Narkoba
26 Juni 2022, 20:01:45 WIB

Deny Lucky pernah apes. Dia digelandang ke kantor polisi karena kasus ganja. Ada barang bukti di rumahnya. Itu bukan miliknya, tapi dialah kemudian yang menanggung akibatnya. Sejak hari itu, seolah-olah ada label ”pengedar narkoba” di jidatnya.

DENY sedang mencari cara untuk mendistribusikan barang titipan seorang teman ketika azan Magrib berkumandang. Tak lama kemudian, telinganya menangkap suara berisik di depan rumah. Suara-suara itu kemudian menjelma belasan polisi yang tiba-tiba hadir di tempat tinggalnya.

Begitu melihat aparat, Deny langsung tahu apa yang mereka cari. Sebanyak 12 kilogram ganja titipan temannya. Pria kelahiran 1981 itu pun pasrah saja. Mau kabur pun percuma karena pihak berwajib sudah mengepung rumah yang terletak di Karanggayam Gang Pelabuhan, Pucang Anom, Kecamatan Sidoarjo Kota, Kabupaten Sidoarjo, itu.

Rangkaian proses hukum lantas mengantarkan Deny ke persidangan. Dia divonis penjara 6,5 tahun. ”Tahun 2011 itu. Nggak akan terlupakan,” ujar Deny saat ditemui Jawa Pos di rumahnya pada Jumat (24/6).

Narkotika dan obat-obatan terlarang memang bukan hal baru bagi Deny. Sejak remaja, dia sudah mengenalnya lewat pergaulan. Awalnya hanya coba-coba karena diberi gratis oleh teman. Selanjutnya ketagihan dan tak peduli harus membayar mahal untuk bisa membeli barang haram itu.

Deny lantas menjadi pemadat. Dia bisa menghabiskan 12 linting ganja dalam sehari. Saat itu penghasilannya sebagai gitaris dan vokalis band indie jelas tidak bisa memenuhi kebutuhannya. Maka, hal-hal yang menyerempet bahaya pun rela dia lakoni. Termasuk membantu teman mengedarkan ganja. Aktivitas yang kemudian mengantarkannya ke penjara.

Menjalani hari-hari berat di penjara ternyata bukanlah ujian terbesar Deny. Dia justru mendapat tantangan yang jauh lebih besar setelah tidak lagi menyandang predikat narapidana. Ternyata, label ”pengedar narkoba” masih melekat padanya. Padahal, dia sudah menjadi eks. Eks pengedar narkoba.

Stigma negatif masyarakat menghambat proses Deny untuk kembali hidup normal. Lingkungan menolak. Beberapa teman bahkan enggan sekadar bertegur sapa dengannya. Pahit. Tapi, hidup harus terus berjalan.

Dalam keprihatinannya, tiba-tiba ada seorang kenalan yang menawarinya pekerjaan. Si kenalan itu mengingat Deny sebagai perajin relief. ”Dia bilang ada pekerjaan di Kalimantan,” kata ayah empat anak tersebut. Deny diminta memberikan sentuhan kreatif pada pondok pesantren yang sedang dibangun si kenalan.

Kendati senang mendengar tawaran itu, ada pergolakan dalam batin Deny. Sebab, dia harus meninggalkan keluarga jika menerima tawaran itu. Sedangkan dia tidak punya cukup uang untuk diberikan kepada istri dan anak-anaknya sementara dia merantau. Namun, rupanya, si kenalan memahami kegalauan itu. Deny kemudian diberi upah di depan. Maka, pergilah Deny ke Kalimantan.

Hanya butuh satu orang untuk mengubah jalan hidup Deny. Si kenalan yang benar-benar percaya pada kemampuan kreatifnya menjadi jalan bagi Deny untuk mengubur masa lalu. Kepercayaan itu membuat Deny bangkit. Dia kian percaya diri menjadi manusia baru. Bukan si ”pengedar narkoba” lagi.

Lebih dari itu, Deny pun kemudian selalu membuka peluang bagi orang lain yang ingin lepas dari cengkeraman dunia hitam. Setelah proyeknya di Kalimantan usai, Deny merintis usaha di Sidoarjo. Berkali-kali. Gagal di usaha pertama, dia lanjut mengupayakan yang kedua. Lalu, ketika yang kedua tidak lancar, dia berusaha lagi untuk yang ketiga dan seterusnya. Deny tak pernah menyerah.

Enam bulan lalu dia juga membuka usaha kuliner ikan bakar. Saat usahanya baru jalan dua bulan, datanglah Reinhard Elia Saputra menemuinya. Dia adalah teman lama Deny di dunia musik. Dia baru bebas dari penjara. ”Kasus narkoba juga,” tuturnya.

Sebagaimana Deny bangkit setelah seorang kenalan menaruh kepercayaan padanya, dia pun kemudian menjadi penolong bagi Reinhard. Lelaki 32 tahun yang oleh keluarganya diminta meninggalkan Pulau Jawa agar lepas dari lingkaran setan narkoba itu kemudian bekerja pada Deny. ”Urusan uang memang gak bisa ngasih banyak. Tetapi, kalau makan ada lah,” tegasnya.

Kini, dibantu Reinhard, Deny melanjutkan usahanya. Dia ingin menjadi bukti bahwa stigma negatif masyarakat hanya bisa dilawan dengan karya nyata.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : edi/c19/hep

Saksikan video menarik berikut ini: