alexametrics

Penyelamat Korban Susur Sungai Sumbangkan Uang Apresiasi untuk Masjid

26 Februari 2020, 14:07:58 WIB

Sudarwanto dan Sudiro adalah dua sosok yang punya peran besar dalam menyelamatkan korban tragedi susur Sungai Sempor pada Jumat (21/2). Atas jasa mereka, Kemensos memberikan penghargaan. Namun, mereka merasa berat menerimanya.

IWAN NURWANTO, Sleman, Jawa Pos

BERTEMPAT di Posko Tagana Sleman, Jogjakarta, kemarin (25/2), dua orang tersebut mendapat apresiasi. Masing-masing menerima uang Rp 10 juta dari Kemensos. Berkat jasa mereka, puluhan siswa SMPN 1 Turi dapat selamat dari ganasnya arus Sungai Sempor.

Direktur Perlindungan Sosial Bencana Alam Kemensos Rachmat Koesnadi menyatakan, dua sosok penyelamat itu memiliki naluri kemanusiaan yang sangat tinggi.

Serta dapat menginspirasi para relawan lainnya di seluruh Indonesia. ”Kami sangat mengapresiasi kerja kemanusiaan teman-teman semua. Khususnya kepada Mas Kodir dan Pak Sudiro. Kalau tidak ada mereka, mungkin korban bisa lebih. Terima kasih banyak,” ucapnya.

Sudiro mengaku berat menerima penghargaan tersebut. Menurut Sudiro, bukan hanya dirinya dan Kodir (nama panggilan Sudarwanto) yang punya peran dalam aksi penyelamatan musibah yang mengakibatkan sepuluh siswa meninggal dunia itu. Dia menyampaikan, uang tunai yang diterimanya akan disumbangkan saja untuk pembangunan tempat ibadah.

”Sangat berat menerima ini. Karena yang kerja bukan hanya saya, tapi masyarakat semua. Kebetulan yang tercatat saya sama mas ini. Uang ini akan saya bagikan dan saya sumbangkan untuk membangun masjid,” ungkapnya.

Sementara itu, Kodir mengaku tak berharap mendapat penghargaan atas aksi penyelamatan tersebut. Dia mengaku ikhlas. Yang dia lakukan didasari rasa kemanusiaan. Kodir berperan menyelamatkan puluhan siswa yang hanyut di Sungai Sempor. Dia menerjang derasnya arus dan menggunakan tangga bambu sebagai jembatan bagi para korban saat hendak pergi memancing sehingga para murid bisa dievakuasi.

”Ada lebih dari 20 anak yang saya evakuasi. Enam di antaranya sudah lemas. Mereka mayoritas perempuan. Mereka histeris dan menangis saat itu,” jelasnya.

Entah apa yang terjadi pada puluhan murid tersebut jika Kodir tidak memancing. Saat itu, pukul 3 sore, Kodir hendak berangkat mencari ikan. Tiba-tiba terdengar teriakan puluhan siswa di pinggir Sungai Sempor. Bergegas dia turun untuk mengecek keadaan dan segera menyelamatkan.

Terhitung puluhan nyawa murid peserta susur sungai yang dia selamatkan. Para siswa yang tidak bisa berenang dia gendong dan bawa ke pinggir sungai agar tak terbawa arus. Ditemui di rumahnya yang beralamat di Kembangarum 13, RT 05 RW 26, Donokerto, Turi, Sleman, Kodir mengaku hanya bermodal nekat saat turun ke sungai meski arus sedang ganas-ganasnya.

Saat itu yang ada di pikiran Kodir hanya ingin menyelamatkan murid yang terbawa arus sungai. Tak peduli walau kondisi sungai sedang berbahaya. Apalagi, dia juga tak membawa alat penunjang keselamatan apa pun. ”Yang saya pikirkan saat itu hanya menolong, itu saja. Saya bahkan tidak mikirin arusnya deras atau tidak. Terpenting itu banyak yang selamat,” kenangnya.

Kodir menyebutkan, kedalaman air saat itu mencapai 2 meter karena ada kiriman dari wilayah utara. Dia memasang tangga bambu milik warga sebagai jembatan penyeberangan untuk anak-anak agar lebih mudah menuju tepian. ”Lewat tangga itu kemudian anak-anak naik ke atas. Di sana mereka disambut warga untuk diselamatkan,” katanya.

Sikap heroik Kodir mencuat setelah viral di media sosial. Salah seorang pengguna Facebook meng-upload foto Kodir saat tengah berjuang menyelamatkan para siswa. Unggahan tersebut menarik banyak sekali atensi publik. Kodir banjir pujian. Namun, dia mengaku tak ingin aksinya itu didokumentasikan dan kemudian viral. ”Ya malu saja jadinya,” ucap dia.

Pemilik akun Antox King yang meng-upload aksi penyelamatan Kodir di grup Facebook Mancing Mania Jogjakarta adalah Sudiyanto. Dia mengunggah foto tersebut supaya bisa menginspirasi orang lain, khususnya para pemancing di Jogjakarta. ”Semoga apa yang dilakukan Kodir bisa menginspirasi pemancing lain untuk lebih peduli,” tuturnya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : */c9/ayi

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads