alexametrics

Upaya Shofiyah Ceritakan Sejarah Pasar Loak Dupak Rukun lewat Buku

25 November 2021, 07:48:44 WIB

Banyak warga Kota Pahlawan yang tak mengerti bahwa Pasar Loak Dupak Rukun pernah menjadi pusat jual beli rombeng terbesar di Asia Tenggara. Shofiyah ingin menunjukkan peran pasar tersebut bagi masyarakat kelas menengah-bawah melalui buku yang ditulisnya.

EKO HENDRI SAIFUL, Surabaya

HIDUP sebagai cucu perombeng tidak lantas membuat Shofiyah minder. Sebaliknya, hal itu merupakan sebuah kebanggaan. Salah satu ilmu yang diperolehnya adalah jadi pengepul harus pintar dan kreatif. Pandai memilih barang mana saja yang bernilai tinggi untuk dijual.

Tidak hanya pesan kakeknya yang diingat Shofiyah. Kenangan soal bau besi berkarat di rumahnya juga masih dikenang. Begitu pula deru suara mesin las yang membuatnya geregetan saat musim ujian.

”Begitu ada tugas menulis skripsi, saya langsung tancap gas. Temanya harus tentang perombeng,” kata Shofiyah mengawali ceritanya.

Bukan hanya satu pengepul barang bekas. Shofiyah memilih untuk meneliti Pasar Loak Dupak Rukun yang dikenal sebagai markas besar perombeng di Surabaya.

Banyak cerita yang bisa diambil dari pedagang barang bekas. Mulai bagaimana mereka mengumpulkan barang, mencari pembeli, hingga menjualnya. Trik pedagang dalam menangani makelar yang mampir juga layak diteliti. ”Cerita di buku ini belum tuntas. Kelak saya meneruskannya,” kata Shofiyah sambil memamerkan buku barunya.

Saat ditemui Jawa Pos Senin (22/11), dia menjelaskan bahwa karyanya yang berjudul Pasar Loak Dupak Rukun 1967–1998 masih dicetak dan dijual secara terbatas.

Meski masih sedikit yang membaca, alumnus Unair itu mengaku bangga. ”Banyak yang memberi apresiasi. Yang memesan juga ada,” kata Shofiyah.

Salah satu apresiasi diberikan pengajarnya, yakni Prof Dr Purnawan Basundoro. Di dalam kata pengantar, dekan Fakultas Ilmu Budaya Unair itu memberi Shofiyah pujian atas upayanya menulis sejarah perdagangan barang bekas di Surabaya. Shofiyah menemukan bukti bahwa Pasar Loak Dupak Rukun merupakan salah satu penopang perekonomian masyarakat kelas menengah-bawah saat krisis 1998.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : */c6/git




Close Ads