alexametrics

Souq Waqif, Pasar Tradisional Terbesar di Qatar yang Juga Jual Singa

25 November 2019, 15:15:33 WIB

Berkunjung ke Qatar tak akan terasa lengkap tanpa mampir ke Souq Waqif. Selain menyajikan pemandangan khas Timur Tengah, pasar yang berada di Doha, ibu kota Qatar, itu menyajikan oleh-oleh paling lengkap.

FIRMA ZUHDI ALFAUZI, Qatar

BUS, mobil pengantar, hingga careem (transportasi online) Kamis malam (21/11) ramai menurunkan wisatawan di depan Souq Waqif.

Mereka berasal dari berbagai negara. Tak heran, suasana Souq Waqif malam itu tampak penuh. Bahkan, banyak warga setempat yang datang.

Sudah menjadi kebiasaan warga sana datang untuk makan hingga nongkrong. Atau sekadar ngopi dan menikmati shisa sambil ngobrol santai dengan teman atau keluarga. Terutama pada Kamis malam. Kamis malam bagi orang sana ibarat malam Minggu. Tempat hiburan pasti ramai.

Baru turun dari kendaraan saja, masih di depan Souq Waqif, banyak wisatawan yang langsung berfoto. Selfie, groupie, hingga merekam video untuk status Instagram mereka. Sebab, dari depan saja, suasana pasar tradisional terbesar di Qatar itu sudah terlihat berbeda. Terutama dari segi bangunan. Bangunan pasar masih berciri tradisional khas Timur Tengah. Tembok diplester tidak rata. Warnanya khas: krem. Satu lagi, tidak pakai genting seperti di Indonesia.

Bangunan semimodern juga ada. Terutama restoran. Namun, ada pula restoran yang masih mempertahankan konsep bangunan tradisional. Salah satunya Damasca One. Pakaian waiters-nya pun masih pakaian tradisional Timur Tengah dengan rompi khasnya. Alunan suara gambus hingga qanun (kecapi) menghibur tamu restoran.

Meski Souq Waqif merupakan pasar tradisional terlengkap di Qatar, jangan harap bisa menemukan pecel atau makanan khas Indonesia. Sebagian besar makanan yang ditawarkan di sana khas Timur Tengah. Terutama yang berbau masakan dari daging domba.

“Ada sekitar 40 restoran besar di sini,” kata Vesta, warga yang sudah bolak-balik ke Souq Waqif. Namun, jumlah kiosnya jauh melebihi itu. Sekitar seribu kios.

Yang dijual pun beragam. Tentu, mayoritas adalah khas Timur Tengah. Misalnya, cokelat Al Nassma. Sekilas, cokelat itu mirip cokelat pada umumnya. Namun, jika dilihat komposisinya, ada yang berbeda. Ada campuran susu unta. Rasanya sudah tentu berbeda. Kabarnya, cokelat tersebut hanya bisa didapat di Qatar. Salah satu oleh-oleh khas.

’’Hanya ada di Qatar,’’ kata Mohammad Siradjudin, salah seorang pedagang. Harga sebungkus sekitar Rp 400 ribu.

Cokelat Al Nassma merupakan salah satu yang diburu selain boneka karikatur berbusana Timur Tengah dan kerajinan tangan. ’’Kalau orang Eropa, paling banyak mencari handicraft,’’ ujar Siradj.

Kalau orang Indonesia, kata dia, mereka suka membeli permen, gantungan kunci, dan hiasan kulkas. ’’Banyak juga orang Indonesia yang mampir ke sini,’’ ungkapnya. Katanya, wajahnya mirip-mirip.

Satu lagi yang banyak dicari dan dijual di sana adalah dallah. Yaitu, teko tradisional, tetapi tampak mewah. Dilapisi warna-warna emas dan silver dengan hiasan batu-batuan permata.

Semua jenis barang tersebut dijual dalam blok-blok khusus. Pakaian, serban, sepatu, jam tangan, dan aksesori lain berada dalam satu blok. Untuk hewan, ada blok sendiri. Burung, kelinci, dan beragam hewan lain juga ada.

Bahkan, yang sedikit kontroversial adalah stan khusus yang menjual hewan-hewan yang diawetkan. Misalnya, ular, tupai, dan ratusan satwa lain. Bahkan, singa pun ada. ’’Di sini legal, tidak apa-apa,’’ ungkap Siradj.

Singa yang diawetkan dipajang di salah satu stan. (FIRMA ZUHDI ALFAUZI/Jawa Pos)

Namun, pembelinya cukup jarang. Kebanyakan hanya melihat sekilas, ambil gambar hewan yang diawetkan, lalu berjalan mencari spot lain. Sebab, tidak sembarang orang suka mengoleksi benda tersebut.

Meski menjadi pusat jujukan wisatawan, Souq Waqif tetap punya hari libur. Yakni, Jumat pagi hingga selesai salat Jumat. Jangan harap ada kios yang buka jika datang pada Jumat pagi.

Namun, jika telanjur datang pada Jumat pagi, pengunjung tetap bisa menyaksikan atraksi memberi makan burung. Selalu ada setiap Jumat pagi. Ada ratusan burung dari berbagai jenis. Sebagian besar merpati. ’’Selain hari itu, buka terus mulai pagi sampai tengah malam,’’ kata She Arman, seorang pedagang.

Mengenai harga, memang lebih mahal jika dibandingkan dengan Indonesia. Namun, khusus di kios, harga bisa ditawar. Pintar-pintar saja menawar. Harga tidak selalu seperti yang tertera di label. Turunnya juga lumayan.

Saya merasakan sendiri. Iseng-iseng menawar, eh boleh. Satu kilogram permen bisa 20 riyal Qatar atau sekitar Rp 77 ribu. Contoh lagi, dua pasmina seharga masing-masing 30 riyal Qatar (Rp 116 ribu), setelah ditawar, bisa 25 riyal Qatar (Rp 96 ribu). Kalau berkunjung ke Qatar, mampir saja ke Souf Waqif.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : */c5/oni



Close Ads