alexametrics

Liku-Liku Anak Djakarta Jadi Restoran Halal Pertama di Makau

Tiap Bulan ke Indonesia Cari Pasokan Bumbu
25 Mei 2019, 16:11:48 WIB

Agar bisa mendapatkan sertifikasi halal, restoran milik Mochamad Thamrin harus menjalani inspeksi, mulai dapur, gudang, sampai tempat makan. “Bahkan, latar belakang saya juga diselidiki,” kata mantan polisi dan pilot itu kepada wartawan Jawa Pos INDRIA PRAMUHAPSARI yang menemuinya di Makau belum lama ini.

MEMBACA plang putih yang menjadi penandanya, orang Indonesia yang melintas pasti akan tertarik. Setidaknya berhenti sejenak. Atau, bahkan langsung melangkahkan kaki ke dalam restoran di kawasan Sam Chang Tan, Makau, itu.

“Bakso. Itu menu paling favorit,” kata Mochamad Thamrin, pemilik restoran bernama Anak Djakarta itu, kepada Jawa Pos pada Rabu malam (8/5) dua pekan lalu di Makau.

Anak Djakarta adalah restoran halal pertama di Makau, negeri bekas koloni Portugal yang kini telah berada di pangkuan Tiongkok. Otomatis pria kelahiran Jakarta, 21 Agustus 1974, itu harus memastikan langsung bahwa semua yang tersaji di restorannya halal.

Mochamad Thamrin, pemilik Restauran Anak Djakarta di Makau.

Mulai bahan mentah, pengolahan, sampai menjadi masakan. Sebab, ada logo sertifikasi halal di restoran tersebut.

Vicente Domingos Pereira Coutinho, staf Macao Government Tourism Office, mengatakan bahwa ada banyak rumah makan yang menyediakan masakan halal. Biasanya adalah restoran India. “Tapi, tidak ada logo halal. Sebab, para pemiliknya tidak menjalani sertifikasi,” katanya.

Itu karena proses sertifikasi, mulai pengajuan sampai penerbitan, butuh waktu tidak sebentar. “Sekitar tiga bulan,” kisah Thamrin tentang logo halal yang kini terpampang pada plang nama restoran.

Yang berhak memberikan lisensi halal itu Asosiasi Muslim Hongkong. Merekalah yang membawahkan Asosiasi Muslim Makau.

Dalam proses tersebut, tim sertifikasi berkali-kali menginspeksi restoran Thamrin. Dari dapur, gudang, sampai tempat makan. Selain itu, latar belakang si pemilik usaha pun diselidiki. Apakah dia muslim yang berperilaku baik atau tidak.

“Untung mereka kenal dengan saya karena saya jamaah Masjid Makau. Menyelidiki reputasi saya juga menjadi tidak sulit karena bisa tanya ke jamaah lain,” ungkapnya.

Abdul Halim, jamaah Masjid Makau yang juga kawan Thamrin di Air Makau, membenarkan pendapat rekannya tersebut. “Semua jamaah masjid kenal Pak Thamrin. Dia kan orang Makau,” ujarnya, kemudian tersenyum.

Sejak tahun lalu Thamrin memang tercatat sebagai permanent resident di Makau. Sertifikasi halal untuk Anak Djakarta yang dia kelola akhirnya terbit pada 16 November 2018.

Thamrin mengaku tidak sengaja nyemplung ke bisnis kuliner. Sekitar satu dekade silam, saat masih berprofesi pilot Air Macau, alumnus Sekolah Penerbang ABRI pada 1996 itu iseng menjual masakan Indonesia.

Take away outlet. Bukan resto seperti sekarang. Saat itu dia fokus pada masakan Indonesia. Sebab, ada potensi pasar yang tidak tergarap. Ada sekitar 70 ribu warga Indonesia di sana. Itu masih ditambah para wisatawan yang berkunjung ke negeri tetangga Hongkong tersebut.

Outlet take away Thamrin berkembang. Meski hanya punya dua pegawai dan dikenal kalangan terbatas, Anak Djakarta laris. Thamrin yang pernah menjadi ajudan mantan Menteri BUMN Laksamana Sukardi saat masih berseragam Polri itu pun bimbang.

Mochamad Thamrin, pemilik Restauran Anak Djakarta di Makau.

Tetap berpijak di dua dunia atau pilih salah satu. Karena semakin sulit membagi waktu dan bisnis kulinernya terus berkembang, dia lantas memutuskan mundur dari Air Macau tahun lalu.

“Saya lalu bikin restoran. Outlet yang semula hanya take away jadi punya kursi dan meja dan bisa makan di tempat kami.”

Menunya macam-macam. Khas Indonesia. Tapi, sejak awal merintis usaha, bakso memang menjadi andalan. Orang Indonesia, kata dia, tidak ada yang tidak suka bakso.

Dalam sehari, restoran itu menghabiskan 3 kilogram daging sapi untuk membuat bakso. “Saya punya langganan (penjual daging sapi di sini, Red). Proses pemotongan dagingnya halal,” terang suami Nur Asiyah Dwi Astuti itu.

Setelah bisnis kulinernya berjalan sekitar tiga tahun, dia memantapkan diri untuk menetap di Makau. Dia pun memboyong keluarganya ke negara tersebut. Saat itu dia dan sang istri yang asli Malang, Jawa Timur, baru punya dua anak.

Tiap bulan lelaki yang meninggalkan kepolisian dengan pangkat ajun komisaris polisi (AKP) pada 2004 itu mudik ke Indonesia. Dia memastikan pasokan bumbu dan bahan khas Indonesia untuk restorannya tersedia. Terutama, kaldu.

“Merek yang kami pakai ini tidak ada di Makau atau Hongkong. Harus beli di Indonesia.”

Kini Thamrin total berkecimpung di dunia kuliner. Sebagai penawar rindu kepada dunia lamanya, penerbangan, dia menghadirkan suasana aviasi di restoran dua lantai yang didominasi warna putih itu. Caranya, dipajang foto-foto hasil jepretannya saat masih menjadi pilot.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (*/c10/ttg)



Close Ads