alexametrics
Menilik Ritual Upasampada

Dilakukan Setahun Sekali dan Hanya Ada di Batu dan Jakarta

25 Februari 2018, 00:58:28 WIB

JawaPos.com – Sebanyak enam orang calon bhikkhu (biksu) mengikuti ritual upasampada (pengesahan atau penabisan bhikkhu) yang digelar oleh Vihara Dhammadīpa Ārama di Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Sabtu (24/2). Salah satu ritualnya yakni mencukur rambut.

Mencukur rambut tersebut sebagai tanda melepaskan keduniawian. Proses pencukuran itu dilakukan langsung oleh para banthe (guru) dengan menggunakan alat cukur di area patung budha tidur.

Keenam calon Bhikkhu yang akan ditahbis diantaranya Samaṇera Pabhajayo, Samanera Karunasilo, Samaṇera Indasīlo, Samaṇera Uggasīlo, Samaṇera Upasanto, dan Samaṇera Jayasīlo. Mereka berasal dari berbagai daerah mulai dari Lombok, Sulawesi, Jawa Tengah, dan Pontianak.

Pria yang berkeinginan menjadi bhikkhu, maka dia harus melewati proses upasampada (pengesahan atau penabisan bhikkhu). Selain itu, mereka juga harus memenuhi beberapa syarat. Antara lain orang yang di tabiskan harus berjenis kelamin pria dan harus mencapai usia 20 tahun. Selanjutnya, tidak boleh cacat atau kekurangan anggota badan, organ tubuh atau rusak bentuk.

Kemudian, dia selamanya tidak atau belum pernah melakukan kejahatan sangat serius termasuk didalamnya pelanggaran-pelanggaran besar. 

Penanggung jawab Upasamada, Bhikkhu Cittagutto Mahathera mengatakan, Upasampada Bhikkhu di Indonesia dilakukan setahun sekali. Pada tahun ini, Padepokan Dhammadīpa Ārama mempunyai kesempatan untuk melaksanakan Upasampadā Bhikkhu karena di tempat ini terdapat Uposathagara. 

Uposathagara sendiri merupakan tempat khusus untuk menahbiskan Bhikkhu. “Di Indonesia sendiri hanya ada dua tempat untuk melakukan ritual ini. Yakni di Kota Batu dan Jakarta, namun setiap tahunnya digilir,” kata Cittagutto, Sabtu (24/2).

“Dalam uposathagara ini terdapat sembilan batu yang menjadi salah satu syarat dalam ritual tersebut,”  imbuhnya. 

Selanjutnya dalam puncak acaranya, pada Minggu (25/2), mereka akan menerima persembahan jubah Bhikkhu dari orang tua, menuju ketempat yang disediakan untuk mengganti jubah baru. Sebelum Upasampadā dimulai, calon bhikkhu akan menuju ruang Dhammasala sambil membawa bunga, dupa, lilin untuk memohon sepuluh peraturan.

Selanjutnya, calon bhikkhu menuju Uposathagara sambil membawa amisapuja mengelilingi Uposathagara searah jarum jam sebanyak tiga kali, diiringi dengan suara bedug, genta dan gamelan hingga prosesilain sampai acara selesai.

Setelah semua acara telah dilaksanakan dengan sempurna, maka lahirlah Bhikkhu baru yang dapat membantu perkembangan Saṅgha Theravāda Indonesia untuk menjaga dan melestarikan Dhamma khususnya di Indonesia.

Calon Bhikkhu Samanera Inda Silo menjelaskan, Para Bhikkhu diikat oleh dengan peraturan-peraturan yang jumlahnya 227 peraturan kebhikkhuan (Patimokkha sīla).

Dalam hal ini  para bhikkhu ini sangat berpegang teguh dalam Dhamma dan Vinaya (peraturan) yang telah ditentukan. “Sehingga para Bhikkhu yang berlatih dapat menjaga moralitas dalam kehidupan sehari-hari. Untuk menjaga kemurnian ajaran Buddha,” ujar dia.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : (fis/JPC)

Dilakukan Setahun Sekali dan Hanya Ada di Batu dan Jakarta