alexametrics

Berkenalan dengan Ayu Kyla, Motivator Tahanan di Rutan Medaeng

Lebih Sulit Tangani Artis karena Ego Tinggi
25 Januari 2020, 20:48:40 WIB

Di Rutan Kelas I-A Surabaya atau Rutan Medaeng, nama Ayu Kyla dikenal sebagai motivator artis. Sejumlah nama figur publik yang pernah menghuni rutan itu ditangani. Metode hipnoterapi menjadi andalan Ayu untuk membangkitkan motivasi mereka.

LUGAS WICAKSONO, Surabaya

Hubert Henry Limahelu tidak kuasa menahan tangis saat berbincang dengan Ayu Kyla di Rutan Kelas I-A Surabaya di Medaeng. Pertanyaan-pertanyaan motivator itu membuat mantan basis Boomerang tersebut terisak. Dia tidak kuasa menahan air mata.

Henry larut dalam metode hipnoterapi yang diterapkan Ayu. Dia mengaku teringat dengan keluarganya. Dia pun menyesali perbuatannya.

’’Pecandu narkoba ini perlu pendekatan khusus. Yang bersangkutan tinggal di rutan kan otomatis putus (dari narkoba, Red). Dengan hipnoterapi, Henry bisa mendapatkan ketenangan,’’ ujarnya.

Ayu menjelaskan, metode hipnoterapi yang diterapkan bersifat umum. Dia berusaha mendekatkan diri dengan orang yang ditangani. Menyelami karakter dan kepribadian sosok tersebut. Hingga sosok itu menceritakan segala masalah dan terbuka untuk menyelesaikannya.

Ayu selama ini dikenal sebagai motivator figur publik atau artis yang dipenjara karena terlibat kasus hukum Di Rutan Medaeng, perempuan asal Bekasi, Jawa Barat, itu juga pernah mendampingi Vanessa Angel dan Ahmad Dhani ketika masih mendekam di rutan. Menurut dia, tidak mudah untuk masuk ke kehidupan artis ketika terbelit kasus hukum.

’’Awal-awal ada ego yang mereka perlihatkan. Dalam pikiran mereka, saya ini artis, kamu siapa?’’ ungkap Ayu.

Perlahan, artis-artis tersebut mulai menerima kehadirannya. Dia menuturkan mendampingi artis yang berkasus sejak dalam tahap penyidikan di kepolisian. Selama tujuh tahun menjadi motivator, sudah lebih dari 20 figur publik pernah didampingi di dalam tahanan. Meski demikian, Ayu juga mendampingi tahanan-tahanan lain yang bukan artis. Ayu punya alasan mengapa dirinya banyak memotivasi artis.

’’Mereka itu (figur publik atau artis, Red) lebih sulit dalam menghadapi tekanan. Sebab, mereka figur publik. Butuh waktu untuk meyakinkan mereka. Dengan pertemuan yang intensif, meyakinkan mereka harus bangkit karena banyak yang menunggu karya-karyanya,’’ tuturnya.

Selain itu, profesi artis membuat mereka secara tidak langsung memiliki jarak sosial dengan tahanan lain. Mereka kerap sulit mencari teman untuk diajak bercerita. Tahanan lain merasa sungkan bergaul dengan artis karena status sosialnya. ’’Kalau artis tidak kuat jiwanya akan lebih berat lagi down-nya,’’ ucapnya.

Beban artis semakin berat ketika mereka dihadapkan pada cibiran masyarakat saat terlibat masalah hukum. Mereka yang merasa sebagai figur publik harus memberikan contoh yang baik justru berbuat salah. ’’Komentar netizen sangat berpengaruh bagi psikis artis. Yang bersangkutan pura-pura mengabaikan, tetapi tetap saja harus didampingi,’’ katanya.

Selama tujuh tahun menjadi motivator artis, Ayu mengatakan, pendekatan kepada setiap artis berbeda-beda, bergantung kepribadiannya. Dia baru mengetahui cara yang harus dilakukan untuk memotivasi artis setelah menyelami kepribadiannya. ’’Itu tadi, karena yang dia rasakan saya ini seorang artis,’’ katanya.

Ayu mencontohkan perbedaan pendekatan antara Vanessa, Dhani, dan Henry. Pendekatan terhadap Vanessa lebih kepada perasaannya. Sebab, dia kehilangan sosok ibu. Ayu juga sempat salah paham dengan Vanessa.

Sementara itu, untuk Dhani, pendekatannya lebih kepada rasionalitas. Henry beda lagi. Pendekatannya melalui keagamaan dan kesalahannya secara hukum telah mengonsumsi ganja. ’’Yang paling cepat itu Ahmad Dhani. Sebab, dia bisa memahami dan mengelola emosinya,’’ ungkapnya.

Kondisi mental artis akan mulai stabil satu sampai dua pekan setelah putusan. Menurut dia, artis peran dengan musisi perlu pendekatan yang berbeda. Artis peran lebih sulit mendapatkan aktivitas di dalam tahanan. Beda dengan musisi yang di dalam tahanan biasanya disediakan alat-alat musik untuk beraktivitas. Mereka juga bisa menciptakan lagu-lagu dari dalam tahanan.

Ayu sebenarnya tidak menyangka bisa menjadi motivator. Terutama motivator artis. Dia merupakan lulusan magister manajemen. Ilmu psikologi dipelajari secara otodidak. Dia mulai merasa menjadi motivator ketika bisa memberikan semangat kepada teman-temannya saat bermasalah.

’’Saya senang ketika setelah bisa lepas dari tekanan mereka ingat saya kalau dulu menemani pas lagi kesulitan. Setelah bebas, mereka (artis) masih sering komunikasi dengan saya,’’ ucapnya. Vanessa, menurut dia, sempat terpuruk ketika kali pertama terlibat kasus pidana. Ayu mengatakan, Vanessa ketika itu belum siap jika situasinya akan buruk bagi kehidupannya. Berbeda dengan Dhani yang lebih bisa menerima kenyataan.

Bukan hanya figur publik yang dimotivasi Ayu di dalam penjara. Tahanan dengan berbagai latar belakang pernah dimotivasi. Dia mengungkapkan pernah mendampingi dokter yang dipidana karena kesalahan dalam memberikan imunisasi. Dokter itu terpuruk karena niatnya membantu justru berujung celaka. Sang dokter juga tidak menyangka harus berurusan dengan hukum hingga mendekam di penjara.

Ayu juga mengatakan pernah memotivasi tersangka pencurian dari keluarga miskin. Dia sempat iba mendengar pengakuan pencuri tersebut yang mencuri untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. ’’Itu terjadi di Bekasi. Pendekatannya juga berbeda. Saya datangi keluarganya di rumah untuk memberikan motivasi dan bantuan juga,’’ ungkapnya.

Ayu senang ketika bisa melihat orang yang dimotivasi tidak depresi lagi. Dia juga bahagia saat mengetahui orang-orang tersebut sudah memiliki hidup yang lebih baik. ’’Senang ketika bisa membuat seseorang bisa berdiri tegak dan ikut membantu mereka menjadi lebih baik serta menemukan jalan keluar terhadap masalah pribadinya,’’ paparnya.

Itulah yang terjadi pada Henry. Dia merasa kondisi mentalnya lebih baik setelah bertemu Ayu. Dia yang mengenal Ayu sejak di rutan awalnya mengira perempuan itu adalah petugas. ’’Setelah ngobrol-ngobrol, ternyata dia motivator. Saat itu juga kondisi saya lebih baik ketika ketemu Bu Ayu,’’ ungkap Henry.

Henry mengaku awalnya sempat terpuruk ketika mengetahui dirinya ditangkap polisi, lalu menghuni penjara. Terlebih, dia dipenjara untuk yang kedua. Pada 2003, dia dipenjara di Rutan Medaeng karena kasus serupa. Pada kasus terakhir yang menjeratnya, dia mengaku lebih terpuruk. ’’Saya awalnya sangat down sebelum Bu Ayu datang. Saya teringat istri dan ketiga anak saya. Karena saya dekat sekali sama anak-anak,’’ ungkapnya.

Kini Henry sudah bebas dari ketergantungan ganja setelah dihipnoterapi Ayu. Sebelumnya, dia mengaku terbiasa mengonsumsi ganja. Selama di dalam rutan dia mengklaim tidak pernah mengonsumsi ganja lagi. ’’Sekarang saya steril. Tidak pernah lagi isap ganja,’’ paparnya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : */c15/ady



Close Ads