Menunggui Proses Evakuasi demi Mendapat Kabar sang Kakak

23 November 2022, 11:53:39 WIB

Yang Kehilangan Kerabat dan Tetangga di Longsor yang Terdengar seperti Bom

Ada yang melihat bagaimana tanah longsor dengan cepat mengubur barisan warung milik para tetangga dan sopir-sopir truk yang mampir ngopi di sana. Ada pula yang kehilangan kontak dengan sang kakak yang bermobil dekat lokasi saat bencana menghantam.

AZAZYA IYAZ, Cianjur

MELIHAT aktivitas evakuasi dari kejauhan, Imas tampak kerap kali mengelus dada. Sesekali dia menutup mulut dan hidung sembari menahan tangis.

Kediaman Imas memang terletak tepat di depan lokasi tumpukan longsor di Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, tersebut.

Tanah menggunung itu terlihat jelas dari daun pintu rumahnya.

Masih kental dalam ingatannya pula bagaimana sesaat sebelum tanah longsor yang dipicu gempa bumi pada Senin (21/11) lalu itu, di sekitar lokasi masih terdapat jejeran truk. Kendaraan-kendaraan tersebut diparkir untuk mendinginkan mesin.

Di situ berdiri warung-warung milik para tetangga Imas. Di warung-warung di pinggir Jalan Raya Cugenang–Cipanas itulah para sopir mengaso sambil ngopi.

’’Biasanya banyak (sopir truk) yang ngopi di situ. Yang jaga warungnya juga saya kenal,’’ ungkapnya.

Namun, Imas tak menghitung jumlah pasti unit kendaraan dan siapa saja yang ada di barisan warung pada Senin lalu itu. Yang pasti, lokasi tersebut kini berubah menjadi timbunan longsor.

’’Ibu tidak terlalu merhatiin. Cuma memang ada yang di situ (warung),’’ tutur perempuan 40 tahun itu kepada Radar Cianjur sambil melihat lokasi longsor.

Tak hanya Imas yang menatap gundukan longsor di Cijedil itu dengan sendu. Dadang Asikin juga masih menunggu dengan cemas kabar salah seorang kerabatnya.

’’Saya dari jam 8 (kemarin pagi) di sini. Menunggu kerabat yang hilang tak ada kabar dari kemarin,’’ ujar sekretaris camat Cibeber itu.

Menurut dia, kakak kandungnya sempat melintas menggunakan mobil saat berada di titik lokasi. Namun, hingga kemarin sore tidak ada kabar sama sekali.

Saat gempa kerap kali terjadi, Imas hanya berdua dengan anak perempuannya. Anggota keluarga yang lain tengah berada di luar kota.

Dia pun tak menyangka akan terjadi longsor besar meski wilayah itu memang sudah sering mengalami longsor kecil dan pohon tumbang. ’’Nggak ada suara teriakan. Yang kemarin itu Ibu kaget. Pas keluar, sudah ada tanah sebanyak itu,’’ ungkapnya.

Imas mengaku tak mendengar suara teriakan. ’’Wah besar sekali bunyinya. Mirip batu atau bom-bom,’’ paparnya.

Imas pun kaku dan terkejut. Yang bisa dilakukannya hanya segera membawa anak perempuannya masuk kembali ke dalam rumah.

Dia kini berharap proses evakuasi berjalan baik dan cepat menemukan para korban. ’’Saya kenal orang-orang yang di sana. Tetangga-tetangga saya itu sudah seperti keluarga sendiri, orangnya baik-baik. Semoga lekas ketemu semuanya,’’ katanya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : */c7/ttg

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads