alexametrics

Liku-Liku Disatya Febriary Kelola Akun Instagram soerabaia_heroescity

23 Oktober 2021, 07:48:35 WIB

Bagi Disatya Febriary, masa lalu bukanlah hal yang menyedihkan atau ditinggalkan. Justru masa lalu yang berkaitan dengan sejarah Surabaya perlu didalami dan dihayati. Sebagai bentuk cinta pada kota kelahiran. Juga ilmu pengetahuan.

MUHAMMAD AZAMI RAMADHAN, Surabaya

SINAR matahari saat itu belum tinggi. Para pedagang di pasar pagi Tugu Pahlawan tampak bergegas merapikan jualan mereka. Ada yang sudah siap. Ada pula yang menunggu pembeli. Para penikmat joging juga tengah bersiap. Ada yang sudah berkeringat. Ada juga yang masih pemanasan. Di antara mereka, ada Disatya Febriary.

Perempuan 37 tahun itu sedang menunggu beberapa kawan lain yang berencana ikut joging pagi. Rute joging kala itu tak jauh. Seputar Jalan Indrapura, Jalan Rajawali, Jembatan Merah, Jalan Kembang Jepun, Jalan Kalimati Kulon, Kalimati Tengah, Jalan Songoyudan, dan kembali ke titik awal Jalan Kebon Rojo. Bagi perempuan kelahiran Embong Malang tersebut, meski rute itu sering dilalui, eksplorasi kawasan tersebut tak pernah habis.

Banyak kawasan dan bangunan lama yang menyimpan cerita dan kisah tersendiri. Misalnya, sebuah bangunan di persimpangan jalan antara Kalimati Kulon dan Kembang Jepun.

’’Kalau bersumber dari Media-KITLV Leiden, bangunan itu ada pada 1930–1950. Ada tulisan BAR di sumber tersebut. Nek saiki bangunane gak aktif ketoke,’’ katanya sembari memotret suasana bangunan dari kejauhan.

Disatya mengatakan bakal tetap mengunggah foto ke akun Instagram soerabaia_ heroescity meski informasinya terbatas.

Dengan bahasa sehari-hari khas Surabaya, Disatya menyuguhkan informasi tersebut dengan gamblang. Pada kisaran 1930–1950, pernah berdiri bangunan yang berfungsi sebagai Bank of Taiwan, tepat di pojok Jalan Kalimati Kulon.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : */c7/git




Close Ads