Hampir Tiap Hari Ada Pertanyaan tentang Mantan Pemain PSIS Itu

23 September 2022, 15:19:12 WIB

J.League Indonesia, Komunitas Pencinta Sepak Bola Jepang, dan Efek Pratama Arhan

Selain pembahasan soal sepak bola, tiap Senin, member dipersilakan saling pamer atau jualan jersey dan pernak-pernik terkait J.League. Antusiasme tinggi, tapi demi mencegah kejadian yang tidak diinginkan, tiap anggota diberi aturan “tiga nyawa”.

FARID S. MAULANA, Surabaya

SEJAK bergabung dengan klub Jepang Tokyo Verdy, Pratama Arhan seperti memberi efek balon yang ditiup ke J.League Indonesia (JLI). Tiap hari terus bertambah anggotanya. Tapi, di sisi lain, juga memberi pekerjaan tambahan bagi komunitas yang aktif sejak 2011 itu: memberi edukasi kepada para anggota atau member baru.

’’Minat orang Indonesia kepada J.League (Liga Jepang) meningkat sejak Arhan gabung Tokyo Verdy Februari lalu, meski memang tidak semuanya fokus ke Arhan atau Verdy,” kata admin grup JLI Muhammad Rizky Erlangga atau Angga.

Angga mengaku, ketika awal Arhan resmi berkostum Verdy, hampir tiap hari selalu ada pertanyaan soal mantan pemain PSIS Semarang tersebut beserta perkembangannya.

Sayang, tingginya antusiasme itu diikuti pula munculnya sejumlah komentar yang tidak pantas di akun media sosial Tokyo Verdy atau lawan-lawannya.

Jika dibiarkan, itu tentu mempermalukan Indonesia di mata sepak bola Jepang. Karena itu, JLO akhirnya memberlakukan peraturan ketat kepada tiap anggota yang juga dimaksudkan sebagai bentuk edukasi.

Peraturan tersebut berlaku baik di grup WhatsApp, Telegram, maupun Facebook. Aturan yang sama sekali tidak boleh dilanggar jika ingin terus jadi member JLI.

Tiap member diberi ’’tiga nyawa’’. Artinya, jika tiga kali melakukan pelanggaran aturan, admin grup tidak segan mengeluarkan anggota tersebut. ’’Ada lima poin yang sudah jadi kesepakatan bersama dan tidak boleh dilanggar. Salah satunya dilarang keras menjelek-jelekkan pemain atau tim dan menyinggung SARA,’’ ujar Angga.

JLI sendiri berdiri sejak 1 Juli 2011. Hendy Chueng, salah satu member awal JLI, menuturkan, awalnya komunitas itu terbentuk dari sebuah unggahan di salah satu grup Facebook bernama Forum Diskusi Sepak Bola Nasional.

’’Ada beberapa yang tertarik dengan sepak bola Jepang yang kemudian membuat grup khusus tentang sepak bola Jepang. Waktu itu saya bergabung hanya sebagai member,’’ ujar Chueng.

J-League atau liga sepak bola profesional Jepang mulai diputar sejak 1992. Dalam 30 tahun usia eksistensinya, liga tersebut bisa dibilang sebagai kompetisi terbaik di Asia dan melahirkan begitu banyak bintang lokal yang kemudian merambah Eropa. Kazuyoshi Miura, Hidetoshi Nakata, Shinji Kagawa, Shinji Okazaki, Keisuke Honda, Maya Yoshida, dan Takehiro Tomiyashu hanyalah secuil contohnya.

Ada 18 klub yang bertarung di J1 League saat ini. Seperti juga kebanyakan liga sepak bola di negara lain, ada promosi-degradasi dengan J2 League, strata keduanya. Verdy, klubnya Arhan, saat ini berada di J2 League.

Juara bertahan J1 League adalah Kawasaki Frontale. Sedangkan tim pengoleksi gelar terbanyak adalah Kashima Antlers dengan 8 gelar.

J.League juga menjadi penopang kokoh bagi kesuksesan tim nasional (timnas) Jepang. Selain menjadi raksasa Asia, Samurai Biru –julukan timnas Jepang– juga tidak pernah absen dari putaran final Piala Dunia sejak 1998.

Sebagai admin, Angga bekerja secara sukarela. Konten-konten di media sosial JLI dibuat berdasar kecintaan pada sepak bola Jepang. Dia juga ingin memperkenalkan sepak bola Jepang dengan cara lebih asyik kepada masyarakat Indonesia.

Selain pembahasan soal sepak bola Jepang, tiap Senin, member dipersilakan saling pamer atau jualan jersey dan pernak-pernik sepak bola Jepang. ’’Pembahasan out of topic di grup juga diperbolehkan,’’ tuturnya.

Dulu, sebelum pandemi Covid-19 menerjang, kopi darat sering diadakan. Saling bertukar cerita soal tim kebanggaan, hasil pertandingan, atau transfer pemain. ’’Kopdar pertama itu di acara fans gathering Cerezo Osaka di Jakarta. Yang mengadakan resmi Cerezo Osaka-nya langsung,’’ tutur Chueng.

Tak sedikit member JLI yang tertarik soal sepak bola Jepang karena jersey-jersey klub mereka yang atraktif. JLI pun sempat membuat jersey khusus tiap tahun sejak 2020. ’’Sekarang malah sudah bikin akun khusus project jersey JLI (JLI_Project) dan rencananya akan rutin membuat jersey JLI atau jersey fantasi Jepang,’’ jelasnya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : */c17/ttg

Saksikan video menarik berikut ini: