alexametrics

Bangkitkan Pasar Malam dari Pulau Madura

23 Januari 2022, 17:16:49 WIB

Memelihara Harapan dan Tidak Patah Arang di Tengah Ketidakpastian

Modernisasi, dan kini pandemi, mengimpit bisnis pasar malam. Tidak banyak lagi ’’lahan” yang bisa digarap. Namun, tantangan tidaklah muncul untuk kian mengecilkan nyali.

TANAH lapang di Desa Prancak, Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan, Madura, masih becek saat Jawa Pos tiba pada Sabtu (8/1) lalu. Jejak-jejak alas kaki terlihat di mana-mana. Kendati harus berjalan pelan, sesekali berjinjit, orang-orang tetap berdatangan ke lapangan. Ada pasar malam. Mereka seolah lupa bahwa sehari sebelumnya, hujan deras mengguyur Pulau Garam nyaris tanpa henti.

Di tanah lapang itu, keceriaan berpendaran di mana-mana. Dari tawa anak-anak yang naik kuda putar, dari senyum penjual es krim yang melayani pembeli, dari ibu dan ayah yang membelikan baju untuk anaknya, dan dari petugas tiket di tiap wahana. Pasar malam di tanah lapang yang becek itu begitu hidup di tengah udara yang menghangat.

Febri Dewinta senang karena akhirnya dia punya lagi alasan untuk menghabiskan malam bersama kekasihnya di luar rumah. Pandemi membuatnya bosan karena hiburan hanya bisa dinikmati dari layar kaca dan layar ponsel. ’’Terakhir kapan ya ada ini (pasar malam)? Sudah lama ndak ada kayaknya,” tutur perempuan asal Surabaya itu.

Keceriaan Febri dan puluhan pengunjung pasar malam pada awal Januari itu dihadirkan oleh CV Asa Jaya. Produsen alat-alat wahana sekaligus organizer khusus pasar malam itu memang kembali menggelar show tahun ini. Sebelumnya, selama sekitar 1,5 tahun, Asa Jaya libur. Pandemi dan kebijakan-kebijakan yang lahir karenanya tidak berpihak pada mereka. Mau tidak mau, Asa Jaya harus ’’istirahat.”

Editor : Ilham Safutra

Reporter : rin/c6/hep

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads