Pasien pun Terpaksa Tidur di Atas Aspal Parkiran

22 November 2022, 10:35:25 WIB

Serbadarurat di Rumah Sakit Akibat Korban yang Terus Berdatangan

Selain karena keterbatasan daya tampung, kegiatan kedaruratan di RSUD Cianjur terpaksa dilakukan untuk mengantisipasi gempa susulan. Semua ruangan dan halaman penuh. Banyak slang infus yang cuma digantung dengan tali.

BAYU NURMUSLIM-ABDUL AZIZ N. HAKIM, Cianjur

SUARA ambulans tak henti terdengar di RSUD Kabupaten Cianjur.

Selain itu, mobil-mobil boks dan pribadi hilir mudik mengantarkan para korban gempa bumi magnitudo 5,6 kemarin (21/11).

Jadilah rumah sakit tersebut mendadak sempit dipenuhi lautan manusia. Kapasitas rumah sakit terbaik di Kabupaten Cianjur itu tak dapat menampung pasien. Baik anak-anak, remaja, wanita dewasa, pria dewasa, maupun warga lanjut usia.

Radar Cianjur melaporkan, banyak pasien dan keluarga yang hanya beralas tikar saat mendapatkan penanganan di halaman parkir beraspal dan sejumlah gang atau koridor. Banyak slang infus yang hanya digantung dengan menggunakan tali. Semua serbadarurat. Para tenaga kesehatan pun berupaya memaksimalkan kemampuan dan tenaga mereka untuk merawat pasien.

Para korban datang dari berbagai sudut kabupaten di Jawa Barat tersebut. Di antaranya, Kecamatan Pacet, Cugenang, Warungkondang, Cilaku, Gekbrong, dan Cianjur Kota.

Di tengah gulita malam karena minimnya penerangan, para personel TNI dan Polri serta relawan bahu-membahu mengatur arus lalu lintas bagi masyarakat yang membawa kendaraan roda dua dan roda empat.

Kendaraan-kendaraan itu hilir mudik membawa pasien. Tak sedikit juga yang membawa korban yang telah kehilangan nyawa.

HANCUR: Salah satu minimarket di Kampung Kadudampit, Desa Rancagoong, Kecamatan Cilaku, Cianjur, Jawa Barat, yang ambruk akibat gempa kemarin (21/11). (BAYU NURMUSLIM/RADAR CIANJUR)

Saat berada di RSUD Cianjur, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, gempa juga mengakibatkan banyak bangunan luluh lantak. Karena situasi belum stabil dan mencekam, kegiatan kedaruratan pun dilakukan secara outdoor.

’’Ini untuk mengantisipasi gempa susulan,” kata gubernur yang akrab disapa RK atau Emil tersebut.

Emil meminta semua rumah sakit di Jawa Barat dikondisikan untuk mengantisipasi kelimpahan pasien. Bahkan, rencananya dia berkoordinasi dengan Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung agar bisa membantu.

’’Karena dalam satu waktu RSUD Cianjur mendapati kelimpahan pasien sebanyak ini, tentu banyak kekurangan,’’ ujarnya.

Bupati Cianjur Herman Suherman menambahkan, hingga saat ini para korban telah memenuhi semua ruangan dan halaman RSUD. ’’Sejumlah petugas medis dari Dinas Kesehatan Cianjur, RSUD dibantu TNI, Polri, dan para relawan melakukan penanganan,’’ katanya.

Mak Eha, salah seorang korban yang dirawat di RSUD Cianjur, mengatakan, ketika gempa terjadi, dirinya berada di ruang tamu rumahnya bersama tiga anggota keluarga lainnya. Dalam usia yang sudah 70 tahun, tubuh renta membuat warga Desa Cugenang, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, itu sedikit terlambat untuk menyelamatkan diri.

Kepala yang penuh rambut putih itu pun berdarah tertimpa atap rumah. Namun, dia tetap berhasil menyelamatkan diri dengan merangkak sedikit demi sedikit.

Setelah berhasil keluar dari rumah, dia diselamatkan salah seorang warga dan dievakuasi ke tempat yang lebih aman, yakni di sawah sekitar rumahnya. Tak berselang lama, dia pun diboyong ke RSUD Cianjur untuk mendapatkan perawatan luka pada bagian kepala. Selain bagian kepala, kaki dan punggungnya pun terluka akibat tertimbun bangunan yang roboh.

Dengan alas karpet tipis di lorong poli, badannya yang kurus hanya dibalut kain sarung untuk menahan dinginnya malam serta lantai rumah sakit. Dia mendapatkan perawatan medis bersama dengan warga Cianjur lainnya yang menjadi korban. Tangisan dan jeritan mewarnai setiap lorong rumah sakit.

“Kaki Mak ditarik setelah kejadian gempa, keluar sendiri menerobos tumpukan dengan merangkak. Padahal, sudah tertimpa kayu. Kami susah keluar juga karena posisinya dari kamar dan akhirnya keluar lewat atap rumah,” ujar Lia, sang anak.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : */byu/c7/ttg

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads