alexametrics

GM Hotel Wyndham Surabaya Edouard Reizian dengan Tiga Profesinya

Jadi Instruktur Zumba Bikin Privasi Berubah
21 November 2019, 20:48:58 WIB

Kata Edouard Reizian, menjadi dive master, instruktur zumba, dan general manager hotel mempunyai kesamaan. Ketiganya membagikan hal yang disukai kepada orang lain.

ELLYA MUTIA FANSURAINI, Surabaya

MESKI menjabat general manager Hotel Wyndham Surabaya, Edouard Reizian masih bisa menemukan sela waktu untuk menjalankan hobinya. Yakni, diving dan zumba. Dua jenis olahraga yang paling dia sukai. Setiap ada waktu luang, Edouard selalu mengisinya dengan mengunjungi laut untuk diving atau membakar kalori dengan zumba.

Tidak hanya menyukai dua olahraga itu, Edouard pun mempelajari keduanya hingga mendapatkan sertifikat dive master dan zumba instructor network (ZIN). ’’Kalau saya suka dengan suatu hal, pasti akan terus saya pelajari sampai tingkat lanjut. Jadi, tidak cuma bisa melakukan, tapi juga bisa mengajari orang lain,’’ tutur pria asal Armenia tersebut Saat ini setidaknya Edouard rutin membuka kelas zumba enam kali dalam sebulan. Bahkan, jika ada event tambahan, kelasnya bisa lebih banyak lagi. Dia memiliki jadwal kelas yang pasti sekali seminggu. Jadwal itu sitambah beberapa kelas tambahan, disesuaikan dengan perayaan di Surabaya. ’’Misal, saat kemerdekaan Indonesia atau event cancer awareness, pasti ada kelas tambahan,’’ ucapnya.

Padahal, dia belum genap setahun menjadi ZIN. Meski menyukai zumba, Edouard baru mengambil pelatihan ketika di Surabaya. Dia baru mengambil pelatihan menjadi ZIN pada Januari lalu. Tiga bulan kemudian, dia baru mulai mencoba menjadi instruktur.

Hingga kini, pria berusia 45 tahun tersebut bisa menjadi instruktur zumba, zumba for kids, zumba for junior, bahkan jenis zumba yang belum banyak dilakukan. Yakni, ZIN untuk aqua zumba. Tiap jenis zumba memiliki keunikan tersendiri. Untuk mengajar zumba ke anak-anak, Edouard harus lebih banyak berbicara dan bermain. Namun, anak-anak tersebut di akhir sesi harus bisa menguasai gerakan zumba. ’’Saat mengajar zumba, saya lebih banyak dapat kesenangan dengan melihat reaksi para peserta. Apalagi, tren zumba di Surabaya sangat besar,’’ tambah pria yang sudah 23 tahun bekerja di bisnis hotel itu.

Meski demikian, menjadi instruktur zumba memiliki sisi negatif. Edouard merasa privasinya sedikit berubah. Banyak yang mulai mengenali dan menyapanya setiap waktu. Biasanya, mereka adalah salah satu peserta yang mengikuti kelasnya. Pria lulusan accounting itu merasa latar belakangnya sebagai orang asing membuatnya lebih banyak dikenal saat mengajar zumba. ’’Bahkan, pernah di lift hotel salah satu tamu menyapa dan bertanya apakah saya mengajar zumba. Saya jawab, iya, tapi di sini saya adalah GM,’’ ucapnya, lantas tertawa.

Sama halnya dengan zumba, kecintaannya pada diving membuat Edouard mempelajari olahraga itu lebih lanjut. Sebagai dive master, dia bisa memimpin atau mengawasi para penyelam. Berbeda dengan ZIN, dia bisa mengajari orang lain zumba. Untuk dive master, dia hanya bisa mengajari penyelam yang sudah memiliki sertifikat.

Meski demikian, pria yang bisa menggunakan enam bahasa itu tidak mudah mendapatkan sertifikat tersebut. Setelah memperoleh sertifikat penyelam di open water, Edouard harus berlatih dalam advanced open water, rescue diver, kemudian baru bisa mendapatkan sertifikat tersebut. Setelah mendapatkan sertifikat itu, Edouard bahkan bisa ikut menjadi tim penyelamat. Dia sudah 2,5 tahun mendapatkan sertifikat itu.

Setidaknya sebulan sekali Edouard meluangkan waktu untuk menyelam. Terlebih, setelah dipindah ke Indonesia, Edouard semakin sering menyelam. Jarak ke Bali yang dekat dari Surabaya membuatnya lebih mudah menjalankan hobinya tersebut. ’’Terkadang bisa Jumat malam saya ke Bali. Sabtu saya diving dan Minggu kembali bekerja di hari Senin,’’ tambahnya. 

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : */c15/tia



Close Ads