JawaPos Radar | Iklan Jitu

Pasutri di Pentas Bulu Tangkis Indonesia

Pacaran Sembilan Tahun, Terinspirasi Ganda Inggris

Andrei Adistia-Maria Febe Kusumastuti

21 November 2018, 15:14:36 WIB | Editor: Ilham Safutra
Pacaran Sembilan Tahun, Terinspirasi Ganda Inggris
MESRA: Andrei Adistia-Maria Febe Kusumastuti di GOR Sudirman, Surabaya, kemarin. (Sidiq Prasetyo/Jawa Pos)
Share this

Tak banyak pasangan pebulu tangkis yang dalam kehidupannya merupakan suami istri. Di dunia, Chris Adcock/Gabriel Adcock asal Inggris yang paling dikenal. Tapi, Indonesia juga punya dan keduanya pernah sama-sama menyandang status pebulu tangkis nasional.

SIDIQ PRASETYO, Surabaya

---

SEBUAH kecupan di dahi diberikan Andrei Adistia kepada pasangannya, Maria Febe Kusumastuti.

Itu terjadi setelah keduanya mengalahkan Rian Swastedian/Tiara Rosalia Nuraidah dengan rubber game 21-19, 14-21, 21-18 dalam pertandingan babak I nomor ganda campuran kelompok dewasa pada ajang Sirkuit Nasional (Sirnas) Premier Jawa Timur 2018 di GOR Sudirman, Surabaya, kemarin (20/11).

Saat di luar lapangan, keduanya pun terlihat mesra. Maria Febe sempat pamit hendak makan saat ditemui di lantai 2. Sebenarnya itu wajar. Kok bisa? "Saya dan Febe sudah resmi menjadi pasangan suami istri sejak 27 Oktober 2017. Masih suasana pengantin baru, he he he ," kata Andrei, lalu tertawa.

Pernikahan tersebut mengakhiri pacaran yang dijalani selama sembilan tahun dengan segala pasang surutnya. Andrei dan Febe juga pernah putus. Bagi Andrei, status sebagai pasangan suami istri tidak membuat dirinya mengalami kesulitan berkomunikasi saat di lapangan. Bahkan, lanjut lelaki 28 tahun tersebut, banyak keuntungan yang didapat. "Sudah tak canggung lagi. Setiap hari kan kami selalu bertemu hampir 24 jam," ungkap atlet yang sering dipanggil Bule karena kulitnya yang putih bersih itu.

Meski sudah lebih dari setahun menikah, Andrei/Febe baru tampil di tiga turnamen, yakni Singapore International Series, Indonesia Challenge, dan Sirnas Premier Jatim 2018. Dalam dua kali turnamen awal, mereka babak belur, tumbang di penampilan perdana.

Di Singapore International Series 2018 pada Oktober lalu, pasangan yang sama-sama berasal dari klub Djarum Kudus tersebut menyerah 9-21, 21-19, 19-21 kepada Ho Wai Lun/Yuen Sin Ying asal Hongkong. Kemudian, di Indonesia Challenge pada bulan yang sama, Andrei/Febe juga tersingkir di pertandingan pertama setelah dihentikan Yantoni Edy Saputra/Serena Kani (juga dari Indonesia) dengan 13-21,16-21. "Kekalahan itu membuat kami mulai berlatih lebih serius. Kini kami latihan sehari dua kali, pagi dan sore," ujar Andrei.

Latihan tersebut, ungkap Andrei, membuat dirinya bersama Febe seperti kembali ke pelatnas Cipayung. Hanya, kali ini mereka tak memeras keringat di kawah candradimuka pebulu tangkis Indonesia tersebut. "Kami berlatih di TH (Taufik Hidayat) Arena di Ciracas, Jakarta Timur. Lokasinya tidak jauh dari tempat tinggal kami di Bekasi, hanya dua pintu tol," ujar Andrei.

Dengan program latihan yang dijalani, hasilnya mulai terlihat. Andrei/Febe tidak langsung angkat koper. "Baru kali ini kami bisa lolos ke babak II. Semoga bisa lanjut terus," ujar Andrei sambil memeluk sang istri.

Lelaki asal Jakarta itu berharap langkah yang dilalui pada 2018 ini bisa menjadi pijakan untuk tahun depan. Andrei dan Febe sudah memutuskan untuk total di bulu tangkis. Mereka merasa pasangan suami istri asal Inggris Chris Adcock/Gabriel Adcock menjadi salah satu penyemangat. Hanya, mereka menikah setelah berpasangan di lapangan.

Wasit dengan sertifikat BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) Qomarul Lailiah mengakui bahwa Chris/Gabriel merupakan satu-satunya pasangan suami istri yang tampil di ajang internasional.

Kejuaraan di level tinggi sekelas Indonesia Open dan All England menjadi sasaran Andrei dan Febe, yang berasal dari Pulisen, Boyolali, Jawa Tengah.

Daripada sang suami, karir Febe lebih moncer. Dia pernah masuk skuad Piala Uber Indonesia maupun kejuaraan dunia. Febe juga sering dipercaya berlaga di beberapa ajang internasional lainnya seperti SEA Games dan Asian Games sebelum akhirnya pensiun dan meninggalkan Cipayung 2016.

Sementara itu, Andrei saat berada di pelatnas Cipayung belum pernah merasakan membela tim Merah Putih di ajang multievent. Dia kalah pamor dengan pebulu tangkis spesialis ganda seperti Hendra Setiawan, Mohammad Ahsan, Rian Agung Saputro, dan Angga Pratama.

Hanya, namanya sempat mencuat ketika menjadi juara bersama rekannya yang juga pernah digembleng di pelatnas Cipayung, Hendra Aprida Gunawan. Pada 2014 mereka menjadi juara di Vietnam Open dan Taiwan Open. Setelah itu Andrei sempat bermain di Kanada. 

(*)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up