JawaPos Radar

Kisah Pendaki Cilik: Satu Kalimat, Indonesia Itu Indah Banget (3/Habis)

Punya Impian Menjelajah Seven Summit Dunia

21/11/2016, 00:32 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
Kisah Pendaki Cilik: Satu Kalimat, Indonesia Itu Indah Banget (3/Habis)
Pendaki Cilik Khansa ketika di Puncak Gunung Kerinci. (Istimewa/Kalteng Pos)
Share this

JawaPos.com - Berbeda dari kebanyakan anak seusianya yang mencari hiburan dengan pergi ke pusat perbelanjaan, gadis pemalu ini mencari hiburannya di antara rimbun pohon dan jalur pendakian. Saat berada di puncak, itulah kepuasannya.

GILANG RAHMAWATI, Palangka Raya

PENDAKIAN yang sering dilakukan Khansa ini secara tidak langsung menjadi aktivitas yang membuatnya ketagihan. Pasalnya, ia memang selalu senang berada di puncak gunung. Melalui berbagai rintangan lalu menemukan hasil yang diinginkan.

[Baca: Kisah Pendaki Cilik Berjuang Jelajahi Seven Summit Indonesia (1)]

Setiap ia turun dari gunung dan kembali berada di lingkungan sekolah, pendakian menjadi kisah yang ditunggu oleh teman-temannya. Termasuk kesuksesannya telah menuntaskan jalur ekstrem di Bukit Raya, Kabupaten Katingan, Kalteng. 

Khansa mengaku pendakiannya kali ini menjadi cerita menarik yang akan diceritakannya di sekolah. Apalagi selama ini banyak temannya yang punya keinginan untuk mendaki. Sayang itu hanya berupa keinginan, karena tidak bisa direalisasikan seperti Khansa.

“Banyak teman yang juga pengin ikut mendaki, aku juga sebenarnya pengin menularkan hobi ini ke teman-teman tapi sayangnya mereka pada gak bisa,” ujar kakak dari Khalaf itu.

Khansa memang terbilang beruntung. Ia bisa merasakan jalur pendakian berkat dukungan Ayahnya yang juga punya hobi yang sama. Sehingga, Khansa bisa selalu diawasi di setiap langkahnya ketika mencari pijakan di tanah yang miring.

Hobinya kali ini dirasakan memang paling istimewa. Lantaran dengan hobinya ini, ia bisa mengenal lebih jauh tentang Indonesia. Tentunya dilihat dari sudut pandang yang berbeda: Indonesia dari puncak gunung. “Satu kalimat, Indonesia itu indah banget,” ucapnya dengan nada kagum.

Dari puncak gunung jugalah, ia tak hentinya kagum dengan ciptaan Tuhan. Makanya, ia sangat menyayangkan jika ada tangan jahil yang merusak alam. Sebagai contohnya dengan membuang sampah sembarangan dan mencoret bebatuan serta pohon yang ada.

Saat bercerita tentang keinginannya menuntaskan Seven Summit Indonesia (Tujuh Gunung Tertinggi di Indonesia, red), Khansa juga menyelipkan keinginan yang lebih besar lagi. Entah di usia yang ke berapa nanti, Khansa berkeinginan akan merasakan Seven Summit Dunia (Tujuh Gunung Tertinggi di Tujuh Benua, red).

Untuk diketahui, tujuh gunung tersebut terdiri dari Puncak Everest (8848 Mdpl di Asia tepatnya di Nepal), Puncak Akonkagua (6960,8 Mdpl di Argentina, Amerika Selatan), Puncak Denali (6168 Mdpl di Alaska, Amerika Utara), Puncak Kilimanjaro (5895 Mdpl di Tanzania, Afrika), Puncak Elbrus (5642 Mdpl di Rusia, Eropa), Puncak Vinson (4892 Mdpl di Antartika) dan Puncak Jaya (4884 Mdpl di Papua, Indonesia, Pasifik).

[Kisah Pendaki Cilik, Diterpa Cuaca Ekstrem Bukit Raya (2)]

Keinginan Khansa untuk melanjutkan ke seven summit dunia ini bukan tanpa alasan. Ia terinspirasi dari apa yang sudah dilakukan Ayahnya. Ya, Ayahnya sudah pernah menuntaskan dua dari tujuh gunung tertinggi dunia itu.

“Saya baru berhasil mencapai puncak gunung di Elbrus dan di Kilimanjaro,” tutur Aulia, pria yang juga murah senyum ini. (habis/ala/fab/JPG)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up