alexametrics
Kisah-Kisah Difabel Meniti Karier (1)

Trauma Direndahkan dan Harus Dikasihani saat Melamar Kerja

21 September 2021, 07:48:27 WIB

Kisah hambatan internal Intan itu juga dialami Danis Ade. Penyandang tunadaksa tersebut sempat mengalami depresi karena lingkungan sekitarnya tidak mendukung. Itu membuat perempuan 29 tahun tersebut minder dan putus asa dalam meniti karier.

Danis pernah bekerja di kantor pada 2019. Namun, dia kerap menemui pimpinan yang selalu merendahkan dirinya ketika bekerja. Misalnya, meminta Danis menggunakan kursi roda ketimbang kaki palsu. Padahal, Danis sudah nyaman dengan alat bantu itu sejak kecil. Dia pun memutuskan untuk keluar dan belum mencari pekerjaan lagi di instansi formal hingga saat ini.

’’Masih trauma direndahkan, dinilai berbeda, dan dianggap difabel yang harus dikasihani,” ucap alumnus S-2 Kajian Sastra dan Budaya Universitas Airlangga itu.

Hambatan internal penyandang disabilitas dalam meniti karier juga diakui sejumlah komunitas. Sebagian mengaku lebih nyaman berwirausaha daripada bekerja di instansi formal. Sebab, banyak instansi yang tidak bisa menerima penyandang disabilitas sepenuhnya. Misalnya, masih ada rasa iba dan kasihan kepada mereka.

Komunitas-komunitas difabel di Jawa Timur mengakui hambatan internal itu cukup banyak dirasakan anggota mereka yang penyandang disabilitas. Tidak heran, banyak penyandang disabilitas yang memutuskan berwiraswasta ketimbang bekerja di instansi formal.

Perwakilan Pertuni Jatim Alfian Andhika mengatakan bahwa faktor penyebabnya beragam. Mulai penerimaan, dukungan keluarga, hingga kemauan mengembangkan diri. Sebagian anggotanya juga dinilai memiliki kapasitas dan kompetensi yang rendah. Karena itu, komunitas menyiasati dengan sejumlah pelatihan yang kompleks. ’’Misalnya, pelatihan kewirausahaan yang disisipkan dengan pelatihan pengembangan diri,” ucap alumnus antropologi Universitas Airlangga itu.

Komunitas Renjana Inclusive yang bergerak di bidang inklusivitas juga mempunyai visi sama. Yakni agar difabel dan nondifabel bisa berbaur. Harapannya, nondifabel bisa peka terhadap keadaan dan kebutuhan difabel.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : */c7/git




Close Ads