alexametrics

Menengok Budi Daya Lele di Kolam Bioflok Lapas Kelas I Surabaya

Cari Pembeli sambil Menunggu Panen
21 Agustus 2017, 22:44:30 WIB

Sebulan terakhir, aktivitas budi daya lele di Lapas Kelas I Surabaya mengadopsi teknologi baru. Lahannya lebih kecil, tetapi hasilnya lebih banyak. Bekal bagi warga binaan setelah bebas dari penjara.

FAJRIN MARHAENDRA BAKTI, Sidoarjo

LADANG buah naga di bagian selatan Lapas Kelas I Surabaya terlihat lebih sesak. Bangunan semipermanen berwarna hitam tampak mencolok. Di dalamnya terdapat enam kolam bioflok. Diameternya sekitar 3 meter.

Kolam-kolam tersebut diisi ikan lele. Ukurannya masih sebesar jari tengah. Maklum, umurnya baru tiga minggu. ’’Jumlahnya sekitar 4 ribu ekor,’’ ungkap Kabid Kegiatan Kerja Lapas Kelas I Surabaya Sumardi.

Budi daya lele memang bukan kegiatan kerja baru di lapas di Kecamatan Porong tersebut. Sebelumnya, di bagian belakang lapas ada budi daya lele. Namun, metodenya masih konvensional. Menggunakan kolam tanah. ’’Kolam lama membutuhkan banyak tempat,’’ jelas Sumardi.

Pertumbuhan ikannya pun lama. Hasil panennya tidak terlalu memuaskan. Keuntungannya sedikit. Itulah yang membuat petugas lapas mencari cara baru. ’’Kepikiran bioflok ini baru tiga bulan lalu,’’ ujar Sumardi.

Sebulan kemudian, ide tersebut terealisasi. Total, enam kolam bioflok didatangkan. Lima kolam yang berdiameter 3 meter digunakan untuk pembesaran. Satu kolam lain dipakai untuk perawatan bibit yang sakit. Diameternya lebih kecil, yaitu 1,5 meter. Kolam yang berbentuk tabung itu punya tinggi 1,25 meter.

Kolam lama dengan dimensi 20 x 8 meter hanya bisa diisi 8 ribu bibit lele. Dengan bioflok, satu kolam yang berdiameter 3 meter dapat diisi hingga 5 ribu bibit lele. Makanannya pun bisa terus berputar. Kotoran yang dikeluarkan bisa jadi makanan untuk lele. ’’Setiap minggu, airnya dikurangi agar tidak terlalu keruh dan dimanfaatkan untuk menyirami tanaman di sekitarnya,’’ terang Sumardi.

Air limbah dari kolam tersebut seolah menjadi pupuk bagi pohon terong, buah naga, dan cabai yang mengelilingi kolam. Pohonnya tumbuh subur. Buahnya lebat dan besar-besar.

Namun, bagi Sumardi, ada manfaat lain yang lebih besar dan penting dari kolam bioflok tersebut. Terutama bagi warga binaan lapas. Mereka bisa memanfaatkan kolam-kolam tersebut sebagai sarana belajar. Tujuannya, mereka dapat menerapkannya saat bebas. ’’Kalau rumahnya di kota yang lahannya sempit, bisa dimanfaatkan,’’ tuturnya.

Adi Lusa Putra, seorang warga binaan lapas, termasuk yang berkeinginan membikin kolam sendiri di rumahnya. Pria yang tinggal di daerah Surabaya Barat itu awalnya tidak tahu seluk-beluk perikanan. Tetapi, sejak diberi kesempatan untuk merawat kolam, dia berusaha belajar. ’’Sebelumnya ya banyak nganggur di kantor,’’ ucap pria yang divonis 9 tahun penjara karena kasus narkoba tersebut.

Setiap hari dia bertanggung jawab merawat ribuan benih ikan berkumis tersebut. Memberikan makan, mengganti air, sampai membersihkan kolam. Dia terlihat supersibuk. Pemantauannya dilakukan setiap saat. ’’Ibarat nunggu istri yang lagi hamil, kan pasti khawatir,’’ selorohnya.

Menariknya, sekarang Adi juga mampu membuat pakan sendiri. Di sela-sela merawat ikan, dia menyempatkan diri membuat makanan ikan lele. Ikan asin, jagung, vitamin, daun pepaya, tepung, dan ulat digiling jadi satu. Memang agak repot. Namun, ongkos budi daya makin murah dengan pakan bikinan sendiri. ’’Kami juga bisa mengatur makanan seperti apa yang dibuat,’’ katanya.

Adi ingin apa yang dipelajari itu bisa berguna buat hidupnya setelah keluar dari bui. Namun, dia mengaku belum punya modal finansial yang cukup. ’’Sebelumnya buka warung, tapi sudah habis semua. Jadi, harus mulai dari nol,’’ ujar pria asli Lamongan tersebut.

Sambil menunggu panen yang masih 60 hari lagi, petugas lapas punya PR yang belum terpecahkan. Mereka harus mencari pembeli yang mau membeli hasil budi daya tersebut. ’’Kalau mentok ndak ada, ya kami buat bancakan saja, makan di dalam lapas,’’ tutur Sumardi, lantas tertawa lepas.

Editor : Suryo Eko Prasetyo

Reporter : (*/c14/fal)

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads
Menengok Budi Daya Lele di Kolam Bioflok Lapas Kelas I Surabaya