alexametrics
Potret Kartini Masa Kini

Berjuang untuk Kaum Minoritas, Tak Gentar Meski Kerap Diteror

21 April 2018, 07:10:11 WIB

JawaPos.com – Berawal dari saling sharing dan tukar pikiran dalam sejumlah forum di Bandung Barat pada 2009 silam, membuat jiwa Agnes Dwi Rusjiyati tergerak. Ia bertekad menceburkan diri dalam perjuangan tanpa henti membela kaum minoritas.

Dalam proses awalnya, Agnes kerap bertemu dengan orang-orang lintas agama dari berbagai wilayah di Indonesia yang mempunyai segudang cerita. Menurutnya perbedaan adalah tidak sekadar dilihat dari yang baik-baik saja.

Melainkan juga ada hal-hal yang perlu di-support secara berkesinambungan. Singkat cerita, Agnes bersama rekan-rekannya yang tergabung dalam Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika waktu itu sedang fokus mengkritisi tentang Undang-undang Pornografi, yang dalam pasalnya terdapat pembelengguan hak untuk berekspresi. Sebab kebijakan itu muncul karena dari dasar perspektif masyarakat kaum mayoritas.

Gugatan dalam pasal itu pun dilakukan. Meski akhirnya dalam prosesnya kalah, namun paling tidak, hal itu menjadi titik awal dan pemompa semangat Agnes dan rekan-rekannya untuk terus memperjuangkan hak-hak kaum minoritas yang lain.

Selama kurun waktu dari 2009 hingga 2014 ia berjuang di Jakarta maupun Bandung. Setelah itu, Agnes kemudian kembali ke Jogja, tempat lahir dan kota tempatnya bertumbuh. Di Kota Gudeg inilah ia terus kontinu konsen di kebinekaan.

“Di Jogja, saya mulai melakukan pemetaan kasus-kasus tindakan intoleransi. Penyebabnya dan bagaimana memberikan support. Di Jogja, kasus ini terjadi di Gunungkidul, Sleman, dan Bantul,” katanya ditemui JawaPos.com, Jumat (20/4).

Agnes hafal benar sejumlah kasus yang dibelanya. Seperti ketika misalnya memberikan pendampingan di daerah Semanu, Gunungkidul. Di sana terjadi intoleransi, terdapat seorang pemuka agama yang diusir karena sesuatu hal.

Kemudian ada pula sebuah tempat ibadah yang diminta tutup karena tidak memiliki izin. Dalam melakukan pendampingan pun, tak lepas pula banyak yang memberi teror, maupun ancaman dari mereka yang tidak terima.

“Mereka yang persekusi di Jogja itu secara terang-terangan. Bahkan tak jarang memakai atribut untuk menunjukkan siapa mereka,” ucapnya.

Namun kendala yang dihadapi di lapangan itu tak menciutkan semangatnya untuk memperjuangkan hak-hak yang sama bagi kaum minoritas. Agnes tetap memberi support kepada mereka yang terkena persekusi, maupun pendekatan terhadap pelaku dan pemerintah daerah setempat.

Hasilnya cukup mencengangkan. Pada 2016 lalu, secara keseluruhan di Jogja terjadi 21 kasus intoleransi, kemudian turun menjadi 12 di 2017. Selanjutnya 2018 ini baru muncul sekitar 3 sampai 4 kasus saja.

Berikut Biodata Agnes Dwi Rusjiyati

Nama Lengkap: Agnes Dwi Rusjiyati

Tempat, Tanggal Lahir: Jogjakarta, 21 Desember 1976

Jabatan di Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika: Koordinator Daerah Istimewa Jogjakarta

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : (dho/ce1/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Berjuang untuk Kaum Minoritas, Tak Gentar Meski Kerap Diteror