JawaPos Radar

Kisah Bengkel di Banjarmasin Mereplika Lamborghini Aventador

Bekerja Berdasar Foto di Internet

21/02/2018, 14:37 WIB | Editor: Ilham Safutra
Kisah Bengkel di Banjarmasin Mereplika Lamborghini Aventador
Pembuatan Lamborghini KW di CF Variasi milik Agus Cahyo masih berlangsung. (SYARAFUDDIN/RADAR BANJARMASIN)
Share this image

Agus Cahyo ditantang seorang kawan mereplika mobil seharga lebih dari Rp 6 miliar dengan biaya Rp 350 juta. Tujuh bulan berjalan, baru selesai 60 persen.

SYARAFUDDIN, Banjarmasin

---

SEMUA bermula dari impian seorang teman. Kala itu, pertengahan Agustus 2017, di bengkelnya, Agus Cahyo kedatangan seorang kawan pengusaha sukses Si kawan yang tak dia sebutkan namanya itu ternyata bermimpi memiliki sebuah supercar Lamborghini Aventador. Tapi, harga yang luar biasa mahal jadi penghalang.

Jadilah dia berkompromi. Tak bisa beli yang asli, pesan yang KW (tiruan). "Dia lalu cerita berniat memesan Lamborghini KW ke sebuah bengkel di Bandung," ujar Agus ketika ditemui Radar Banjarmasin (Jawa Pos Group) di bengkelnya, CF Variasi, di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, kemarin (20/2).

Setelah mengobrol panjang dengan Agus, tiba-tiba si kawan tadi berubah pikiran. "Dia bilang, kenapa harus repot-repot memesan ke Bandung? Kenapa tidak saya saja yang menggarapnya? Saya merasa ditantang," kata alumnus Teknik Elektro ITS (Institut Teknologi 10 Nopember) Surabaya itu.

Maka, dimulailah proyek tersebut. Modalnya sebuah mesin Kijang tahun 1992. Ditambah rangka mobil Corolla DX keluaran 1975. Dengan hitung-hitungan bakal menghabiskan ongkos sekitar Rp 350 juta.

Biaya itu sekitar seperdua puluh harga Lamborghini Aventador. Mengutip situs Car and Driver, harganya berkisar hampir USD 500 ribu (sekitar Rp 6,8 miliar). Varian mobil tersebut ada beberapa. Ada Aventador LP700-4 Roadster dan Aventador LP 75-4 SuperVeloce. Terakhir, tahun lalu, Lamborghini juga merilis 730-HP Aventador S.

Di Banjarmasin, CF Variasi memang sering menjadi jujukan penggila modifikasi mobil. Agus juga sudah lama keranjingan mengikuti kontes mobil modifikasi. Kali terakhir, dia memenangi kompetisi di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada ajang Hot Import Night (HIN) 2017. Dia memodifikasi interior mobil Avanza dengan ornamen kain batik.

Terhitung, hingga kemarin, sudah bulan ketujuh proyek Aventador KW tersebut berjalan. Proses "ke-KW-annya" sudah mencapai 60 persen. Menurut Agus, prosesnya lamban karena dikerjakan sepenuhnya manual. "Rangkanya kami bangun dengan palum, betel, dan alat las doang. Pakai tangan semua," ujarnya sembari menggeleng-gelengkan kepala.

Agus pernah mengunjungi bengkel di Bandung yang pernah membuat proyek serupa. Secara perlengkapan, mereka jauh lebih lengkap. "Tetap saja mereka perlu waktu sebelas bulan untuk mereplika Lamborghini," katanya.

Aktor utama dalam pengerjaan itu adalah Amang Idar. Di CF Variasi dia punya spesialisasi sebagai tukang las. Amang Idar sosok pemalu. Tak mudah meminta penjelasan dari dia tentang proyek yang tengah dikerjakan. Dia lebih banyak diam mendengarkan. Kalaupun mau menjawab, kalimatnya dihemat dengan ketat. "Saya ngelas sejak tahun 1992. Waktu itu diajak sepupu ngebengkel," ujarnya.

Awalnya Idar bekerja di Samarinda. Khusus mengerjakan mobil-mobil besar jenis Hardtop.

Ditanya kesulitan, jawabannya sederhana: seumur hidup Idar tak pernah melihat langsung Lamborghini. Padahal, kalau ada contoh fisiknya di depan mata, bakal sangat membantu. "Saya bisa tahu detail dan ukurannya. Misalnya, jarak antara pintu dan ban depan berapa sentimeter," katanya.

Praktis, Idar bekerja dengan hanya melihat-lihat foto Lamborghini yang banyak beredar di internet. Di tangannya, dia juga memegang sebuah mainan mobil-mobilan Lamborghini berwarna hitam doff. "Dari mainan ini saya membangun rangkanya dalam pikiran," ucapnya.

Meski baru separo lebih, rangka utama mobil dari moncong hingga buritan telah beres dikerjakan. Bentuk si Aventador Banjarmasin sudah mulai tampak jelas. Sebagaimana terlihat kemarin, Idar disibukkan dengan bagian pintu dan kap mesin.

Lamborghini itu rencananya disemprot dengan cat warna emas yang mewah. Jika rampung kelak, Agus yakin mobil tersebut bakal menjadi tiruan Lamborghini pertama di Kalimantan Selatan. Atau bahkan di Kalimantan. "Kalau Bandung saja bisa, me­ngapa Banjarmasin tidak? Ini bakal bikin heboh," ujarnya bersemangat.

Kalau impian si kawan punya tiruan Lamborghini Aventador terwujud, Agus berharap itu bakal turut mendorong terealisasinya im­piannya sendiri: Banjarmasin disinggahi event otomotif kelas nasional. "Masak selama ini hanya Balikpapan atau Palangka Raya (Kalimantan Tengah, Red). Banjarmasin selalu terlewatkan," ucapnya. 

(at/nur/JPG/c9/ttg)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up