alexametrics

RW 4, Perak Barat, Gagas Program Gresik demi Bahagiakan Lansia

21 Januari 2022, 07:48:39 WIB

Ratusan warga di RW 4, Kelurahan Perak Barat, masuk dalam kategori lanjut usia (lansia). Tak lagi bekerja membuat aktivitas sangat monoton. Hanya berdiam diri di rumah. Zaenal Abidin merasa prihatin dengan kondisi tersebut. Segudang program diciptakan.

SEPTIAN NUR HADI, Surabaya

ADA sekitar 200 lansia yang tinggal di RW 4, Kelurahan Perak Barat. Kemampuan fisik mereka mulai menurun akibat umur yang terus menapak. Selama ini mereka hanya berdiam diri di rumah. Aktivitasnya pun tak jauh dar tidur dan duduk-duduk di teras rumah.

Rutinitas itu kerap membuat mereka bosan. Dampaknya pun ada. Kurang bergerak dan olahraga memengaruhi kesehatan mereka. Tidak sedikit yang jatuh sakit. Wajar, sebelumnya keseharian mereka dihabiskan dengan bekerja. Namun setelah pensiun, mereka hanya di rumah. Ditambah lagi, pagebluk korona membuat aktivitas mereka semakin terbatas. Mereka jadi jarang berkumpul dan tidak saling menyapa satu sama lain. Meski dengan tetangga sendiri.

Walau sekilas terlihat wajar, Zaenal Abidin menilai situasi itu tak boleh disepelekan.

Selaku ketua RW, Zaenal mempunyai tanggung jawab dalam menjaga kerukunan warganya. Ide menciptakan program pembinaan terhadap warga lansia terlintas di pikirannya.

Program itu bernama Lansia Gresik (Seger & Resik). Program dimulai pada September 2021. Beragam kegiatan digelar. Misalnya, senam lansia, karaoke, makan-makan, dan liburan bersama. Dalam sebulan, kegiatan digelar dua kali.

Untuk menarik perhatian mereka, Zaenal membagikan seragam olahraga secara gratis.

Dari 200 lansia, 90 orang bergabung. Setelah senam, kegiatan dilanjutkan dengan karaoke dan makan bersama. Semua bisa dicukupi dengan biaya pribadi. ”Bahkan, liburan ke luar kota pun digratiskan. Transportasi, konsumsi, hingga penginapan. Mereka tinggal berangkat,’’ kata Zaenal di kediamannya, Jalan Ikan Mungsing 7, Selasa (18/1).

Walaupun biaya yang dikeluarkan cukup besar, baginya bukan suatu masalah. Yang terpenting, mereka senang dan sejalan dengan tujuan program Lansia Resik. Yaitu, membuat senang para lansia.

Meski baru berjalan empat bulan, pria kelahiran Ponorogo, 19 September 1961, itu telah memberikan banyak dampak positif. Pikiran yang fresh, merasa happy, dan sering berolahraga membuat tubuh mereka semakin bugar.

Mereka menjadi aktif dan tidak hanya berdiam diri di rumah. Kemudian, tingkat keharmonisan warga kembali seperti dulu. Warga jadi sering membaur dan saling menyapa satu sama lain. ”Yang tadinya ada masalah karena sering ketemu dan liburan bareng jadi kembali akur. Bahkan makin akrab,’’ ujarnya, lantas tertawa.

Tanpa disadari, kerukunan yang tercipta berdampak pada perekonomian mereka. Mengisi waktu luang, banyak warga yang mulai berwirausaha. Misalnya, merintis usaha kuliner, kerajinan tangan, dan konfeksi. Konsumennya tidak lain para lansia sendiri.

’’Usia boleh tua, tapi mereka tetap produktif dan semakin mandiri,’’ ucap dia.

Tidak sampai di situ, Zaenal mengaku seiring waktu banyak warga yang mendukung programnya. Tanpa diminta, donatur mulai berdatangan.

Meski upaya kerja kerasnya menuai hasil manis, dia belum puas. Setelah menyasar lansia, pada waktu yang bersamaan, kini Zaenal berfokus pada kesejahteraan kaum ibu-ibu PKK.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : */c6/git

Saksikan video menarik berikut ini: