alexametrics

16 Lirik Lagu Ciptaan Bambang Jon, 3 Bercerita tentang Kondisi Covid

20 November 2021, 07:48:52 WIB

Pandemi yang serba terbatas dan tidak pasti justru dijadikan ide-ide dalam berkarya oleh Bambang Sudjono. Musisi senior beraliran balada itu telah menulis 16 lirik lagu selama pandemi melanda. Beberapa di antaranya sudah direkam sekaligus diunggah ke platform digital.

NURUL KOMARIYAH, Surabaya

LELAKI yang akrab dengan sebutan Bambang Jon itu memang tak lagi muda. Usianya sudah 66 tahun. Namun, alumnus Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya tersebut masih terus terpacu untuk berkarya. Dia mengutarakan gagasan, isi hati, pesan, sekaligus kegundahan yang dirasakannya lewat musik. Terutama musik bergenre balada yang memang digandrunginya sejak remaja.

”Lirik lagu yang saya tulis sejak masa pandemi total ada 16. Tujuh di antaranya sudah melalui proses rekaman. Dan tiga lagu berkisah tentang Covid,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Kamis (18/11). Lagu pertama tentang kondisi Covid dirilis tahun lalu. Judulnya Jangan Menyerah. Di situ Jon mengisahkan perjuangan orang-orang yang berhasil terbebas dari Covid. Baik melalui isolasi di rumah sakit maupun isolasi mandiri di rumah.

”Itu adalah lagu perdana. Saya beranikan diri saat itu untuk melakukan proses rekaman. Sebab, memang masuk ke ranah rekaman itu rodok ngoyo. Harus menyediakan biaya untuk sewa studio, akomodasi, transportasi, biaya pembuatan video klip, dan sebagainya,’’ papar pria yang pernah menimba ilmu di SMAN 2 Surabaya itu.

Ketika sudah direkam, lanjut dia, lagu tidak bisa lagi dipasarkan atau disajikan dalam bentuk kaset atau CD. Sebab, label besar sekalipun, saat ini sudah banyak yang gulung tikar.

Maka mau tidak mau, dia mesti bermigrasi ke platform digital seperti YouTube. Yang tentu saja penuh tantangan. Tidak semudah yang dibayangkan.

Salah satu tantangan terbesar mengunggah karya di YouTube adalah mengejar banyaknya jumlah jam tayang yang ditentukan oleh platform yang bersangkutan. ”Mengunggah lagu di YouTube itu harus siap untuk ndak dapat hasil. Kecuali di-subscribe ribuan orang dengan jam tayang mencapai empat ribuan jam tayang. Padahal, satu lagu hanya berdurasi kurang lebih empat menit. Mencapai ribuan jam tayang itu memang cukup sulit,’’ ungkapnya.

Namun, Jon memang tidak sepenuhnya berorientasi pada cuan besar. Dia betul-betul menganggap musik sebagai wadah eksistensi diri yang tanpa tendensi. Mengalir begitu saja. Dikerjakan tulus tanpa paksaan. ”Anggap saja dapat keuntungan nonmaterial, yakni bisa menyimpan data sebagai dokumentasi sampai kapan pun. Sekaligus pengenalan diri kepada masyarakat,’’ imbuhnya.

Lagu lain yang juga berisi tentang Covid diberi judul Mari Syukuri dan Oooch. Lagu-lagu tersebut dimaksudkan sebagai penyemangat sekaligus kontemplasi diri. Jon yang bermusik sejak 1970-an juga tercatat sebagai pencipta lagu FKH Unair pada 2008 dengan judul Country FKH yang menceritakan pekerjaan lulusan FKH.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : */c6/git




Close Ads