alexametrics

Mengenal Wali Kota Suroboyo Mbois Kuncarsono dan Wakil Wali Kota Agnes

20 September 2020, 07:07:27 WIB

Aksi kocak Wali Kota Suroboyo Mbois Kuncarsono Prasetyo dan Wakil Wali Kota Agnes Santoso di YouTube jadi tontonan anak-anak muda Kota Pahlawan dalam dua pekan terakhir. Tidak ingin sekadar dianggap lelucon, Kuncarsono dan Agnes ingin karyanya menginspirasi masyarakat.

EKO HENDRI SAIFUL, Surabaya

Ini wali kota Suroboyo Mbois. Namanya Kuncar. Umur 30-an wis dadi wali kota. Lahir dari keluarga ningrat. Kaya tujuh turunan. Sayangnya, dia keturunan kedelapan. Jadi, yo nggak sugih-sugih nemen.

Narasi berbentuk suara itu terdengar dari video pertama yang diunggah di konten YouTube Suroboyo Mbois. Selama dua pekan terakhir, tayangan berdurasi 6 menit 31 detik itu sudah ditonton 5.804 kali. Berbagai komentar muncul saat orang-orang menontonnya.

”Konten sing kreatif di tengah sumuk dan semaraknya Surabaya,” tulis salah seorang penonton video itu. Ada pula yang langsung request beberapa tema kepada Kuncar dan Agnes. Salah satunya terkait pengelolaan sampah di Surabaya.

”Ini masih permulaan. Nanti kita keliling dari kampung ke kampung untuk syuting bersama masyarakat,” kata Kuncar sambil tersenyum saat ditanya soal aktingnya.

Pria yang menjabat wali kota Suroboyo Mbois itu sempat memperkenalkan ruang kerjanya. Yakni, teras rumah berukuran 5 x 5 meter.

Selama ini, ruangan itu memang sengaja didesain untuk syuting. Penataan meja diatur lebih rapi. Ada pemasangan foto-foto bangunan lawas untuk menguatkan kesan nyeni. Beberapa buku karya penulis besar sengaja dipamerkan untuk menunjukkan bahwa wali kota masyarakat Suroboyo Mbois itu intelek.

”Tidak sekadar tampan dan cantik. Namun, juga harus menarik,” kata Agnes yang mendampingi Kuncar saat diwawancarai Jawa Pos.

Sambil tersenyum, presenter sebuah acara di JTV itu mengaku semakin percaya diri setelah videonya tersebar. ”Yang merekom kami lebih banyak. Kami mendapat rekom dari seluruh warga Suroboyo Mbois,” katanya, lantas tertawa.

Kuncar dan Agnes memang tidak separtai. Mereka juga tidak bekerja dalam satu instansi. Namun, mereka sudah lama saling kenal. Ada kesamaan hobi. Yakni, sama-sama pencinta seni dan industri kreatif.

Menurut Kuncar, kemunculan konten YouTube Wali Kota Suroboyo Mbois sebenarnya tidak ujug-ujug. Itu berawal dari gerakan yang digagas pegiat sejarah dan pencinta seni.

Kuncar dan kawan-kawannya sebelumnya membentuk gerakan Suroboyo Mbois. Gerakan itu bisa dibilang cukup populer di Surabaya. Melalui program tersebut, ada upaya pegiat sejarah untuk menyadarkan masyarakat Kota Surabaya agar tidak melupakan masa lalu.

Gerakan blakrak’an dilakukan dengan cara mengeksplorasi potensi sejarah dari satu tempat ke tempat lainnya. Yang menarik, traveling diisi dengan pemotretan dan pembuatan video untuk mendokumentasikan sejarah.

”Tidak saja berkunjung ke cagar budaya. Gerakan juga mempertimbangkan perkembangan industri digital,” kata Kuncar.

Dia sengaja memilih figur Agnes sebagai pendampingnya. Bersama alumnus Unair itu, Kuncar ingin menciptakan konten yang milenial dan dikangeni.

Tidak saja di rumah Kuncar. Syuting juga dilakukan di beberapa tempat legendaris di Surabaya. Misalnya, THR dan makam Rangkah.

Adapun proses pengambilan video melibatkan teman-teman Kuncar dan Agnes. Mereka tidak saja bertugas sebagai videografer. Namun, juga aktor sampingan.

Misalnya, ada beberapa teman yang munculnya hanya empat detik. Itu pun hanya tangannya. Mereka punya tugas mengelus-elus pipi Kuncar untuk membuat kelucuan.

”Respons teman-teman sangat baik. Bahkan, ada yang membantu mencarikan baju yang cocok untuk tampil sebagai wali kota,” kata Kuncar.

Menurut mantan jurnalis tersebut, pembuatan video sebenarnya dilakukan sejak lama. Namun, tayangan baru diunggah ke YouTube pasca pendaftaran pilwali Kota Surabaya.

Hal itu bukanlah suatu kebetulan. Kuncar dan timnya sengaja mengeluarkan video pasca pendaftaran pilwali. Tidak untuk membuat huru-hara. Justru mereka ingin mengingatkan masyarakat untuk peduli pada kotanya.

Warga Kota Surabaya tidak boleh memandang pilwali sebagai hajatan rutin. Mereka harus berpikir dan teliti memilih pemimpin. ”Kami juga mengingatkan agar mereka tak mengandalkan pemimpin saat terpilih. Warga harus mandiri,” kata Kuncar.

Sebab, selama ini masih ada masyarakat yang terkesan tak mau maju. Mereka sekadar meminta bantuan. Warga tidak mau belajar bagaimana kreatif menjalani kehidupan.

Selain mendorong masyarakat untuk lebih peduli pada kotanya, Kuncar juga berharap video tersebut bisa mendorong pekerja seni lebih kreatif. Tidak seharusnya mereka juga bergantung pada pemerintah. Seniman harus beradaptasi dengan pandemi.

Sama dengan Kuncar, Agnes menggambarkan Kota Suroboyo Mbois sebagai kota impian anak muda. Seluruh masyarakatnya guyub. Selain aktif menjaga ketertiban, penduduknya juga dikenal kreatif. ”Kota Suroboyo Mbois ini jadi bidikan warga yang tinggal di kota tetangga. Yakni, Kota Surabaya,” kata Agnes.

Meski tak menyangka akan viral dengan cepat, Kuncar dan Agnes mengaku siap menghadapi kritik dan masukan dari masyarakat. Termasuk jika ada tim sukses dari paslon wali kota Surabaya. ”Sudah ada yang menghubungi untuk bergabung dan jadi sponsor. Namun, saya tegaskan bahwa kami netral dan ikhlas berbuat untuk Surabaya,” kata Kuncar.

Meski, dia menyebut bahwa ide-ide paslon harus didengar masyarakat. Untuk itu, Kuncar sebagai wali kota Suroboyo Mbois akan mengundang kedua paslon di ruang kerjanya. Mereka akan diajak berdiskusi untuk memajukan masyarakat. ”Saya siap mengajari mereka,” ungkap Kuncar dengan percaya diri.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : */c6/git




Close Ads