alexametrics

Menelusuri Sisa-Sisa Kampung Begal di Lampung (2/Habis)

Bolos Ronda, Sidang di Balai Desa
20 Mei 2019, 18:02:04 WIB

JawaPos.com – Dari kejauhan, terlihat sekumpulan warga di pos keamanan lingkungan (poskamling). Sebagian tampak bercengkerama sambil menyeruput kopi. Lainnya duduk bersila sembari menatap ke arah layar televisi tabung.

Malam itu Suratman, 51, dan Nurhadi, 57, beserta kawan-kawan kebagian jatah ronda. Mereka berkumpul di Poskamling RT 3 RW 4, Tiyuh (Desa) Pulung Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat, tersebut sejak pukul 22.00. “Karena banyak maling, jadi harus ronda,” kata Suratman kepada Jawa Pos beberapa waktu lalu.

Desa yang berjarak 19 kilometer dari Gunung Menanti itu tak mau kecolongan oleh ulah penjahat. Karena itu, setiap malam seluruh pos ronda di kampung tersebut tak pernah sepi. Sejak tahun lalu poskamling wajib didirikan di setiap RT secara swadaya atas arahan pemerintah desa setempat. Total ada lebih dari 40 poskamling di sana.

Seperti markas militer, setiap poskamling di Pulung Kencana punya standard operating procedure (SOP) yang ketat. Misalnya, terkait dengan kehadiran, warga yang bolos ronda selama tiga minggu berturut-turut akan disidang di balai tiyuh (desa). Bila terbukti sengaja membolos, warga itu terancam sanksi sosial yang ditentukan otoritas keamanan desa.

Bukan hanya itu, setiap pos ronda wajib memenuhi kelengkapan peralatan yang ditentukan. Mulai kentongan, alat pemadam kebakaran (tradisional/modern), senter, borgol atau tali, jam dinding, televisi, kotak sampah, hingga kotak pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K). “Semuanya pakai iuran warga (untuk beli kelengkapan pos, Red),” timpal Nurhadi.

Inisiatif poskamling itu berawal dari maraknya kasus pencurian, baik dengan kekerasan (curas) maupun pemberatan (curat), di kampung tersebut beberapa tahun belakangan. Dulu saban malam ada saja kabar tentang peristiwa kejahatan di kampung yang mayoritas dihuni warga transmigrasi dari Jawa tersebut.

Tapi kini, setelah dibangun banyak poskamling, tingkat kejahatan perlahan menurun.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (tyo/c9/git)