alexametrics

Aufaarelia dan Dimas Dzaky, Remaja yang Menjadi Penggiat Lingkungan

20 Februari 2021, 07:48:08 WIB

Aufaarelia Erdinatasya Putri dan Dimas Dzaky Maulana Mustaqim masih sama-sama remaja. Mereka tercatat sebagai siswa kelas VIII dan IX di SMPN 22 Surabaya. Namun, keduanya sudah malang melintang meniti jalan sebagai penggiat lingkungan.

NURUL KOMARIYAH, Surabaya

BANYAKNYA warga di sekitar rumahnya yang membuang minyak jelantah di selokan menimbulkan perasaan gundah gulana bagi Aufaarelia. Keresahan pun bercokol dalam batinnya. Dia tahu betul bahwa kebiasaan tersebut berdampak tidak baik. Selain menimbulkan bau tidak sedap dan mengotori lingkungan, kualitas air menjadi tercemar.

’’Waktu itu saya bilang ke kakak-kakak karang taruna (kartar) di tempat saya tinggal. Yaitu, di RT 02, RW 03, Kelurahan Ketintang. Lalu, dirapatkan bersama dan akhirnya mulai dibuat bank jelantah,’’ kenang siswi yang akrab disapa Aufa itu saat berbincang dengan Jawa Pos pada Minggu (14/2). Dia ingat betul hal tersebut terjadi pada 2017.

Saat itu, dia masih kelas V SD. Pada tahun itu, Aufa memang sudah aktif menjalankan peran di forum anak kampung. Dia menyebut itu adalah salah satu tahapan untuk bisa bergabung sebagai anggota kartar. Setahun berselang atau tepatnya pada 2019 di usia 13 tahun, dia resmi menjadi anggota kartar. Dari situ Aufa merasa punya wadah yang lebih besar untuk melakukan aksi-aksi nyata yang berkaitan dengan kepeduliannya terhadap lingkungan.

Salah satunya adalah menjalankan bank jelantah yang mulai dibentuk pada 2018. Dia bergerak untuk mengambil jelantah dari rumah ke rumah di satu RT. Pengambilannya dijadwalkan. Sebulan bisa dua kali. Tepatnya pada pekan pertama dan keempat.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : */c6/git




Close Ads