alexametrics

Lewat Bantuan KKN Unesa, Kampung Ondomohen Bertransformasi ke Digital

19 Mei 2022, 07:48:53 WIB

Menggandeng perguruan tinggi, Kampung Ondomohen kini bertransformasi ke digital. Semua produk unggulan dipamerkan lewat website. Demi promosi wisata dan pengembangan ekonomi kreatif.

WAHYU ZANUAR BUSTOMI, Surabaya

SEMBARI mengoperasikan laptop, Khadijah Adinda menunjukkan kepada warga cara memindai barcode. Siang itu, dia juga memandu langkah mengisi presensi online yang digunakan para pengunjung. Tujuannya, warga kian ngeh dengan sistem promosi digital.

Sebagai mahasiswa Unesa yang melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN), Khadijah dan 15 mahasiswa Unesa beberapa bulan lagi akan mengakhiri tugas pengabdian masyarakat. Yang dilakukan adalah digitalisasi promosi wisata kampung.

Tentu saja, ke depan promosi dilanjutkan warga Kampung Wisata Ondomohen. Kampung itu terletak di Kelurahan Ketabang, Kecamatan Genteng. Tentu posisinya berada di tengah kota.

Yang dilakukan para mahasiswa tidak hanya membuat konten di media sosial (medsos). Tapi, bagaimana mengemas Kampung Ondomohen ke dalam ranah digital. Tujuannya, menggaet pengunjung wisata.

Sejak tahun lalu, Kampung Ondomohen Magersari, Gang V, RT 8, RW 7, berusaha membuat terobosan baru.

Kerja sama dengan perguruan tinggi pun terjalin. Hanya, secara konten dan tampilan masih kurang.

Mochammad Affif Ferdiansyah P., ketua KKN Unesa, mengatakan bahwa ada beberapa konsep yang disumbangkan ke Kampung Ondomohen sebagai bentuk pemberdayaan.

Dalam proyek digitalisasi itu, Affif dan temannya membuat dua QR barcode khusus. Semuanya akan nge-link ke website Kampung Wisata Ondomohen. Dua barcode itu memiliki fungsi masing-masing. Yang pertama adalah presensi online dan panduan bagi para pengunjung.

Sebelumnya, ketika pengunjung datang, presensi dilakukan manual. Akibatnya, arsip mudah hilang. Sistem baru gagasan mahasiswa itu memudahkan pengunjung. Mereka bisa mengisi daftar hadir sendiri melalui gadget masing-masing. Caranya, cukup memindai barcode yang sudah disediakan.

Ketua Kampung Wisata Ondomohen Mus Mulyono menuturkan bahwa upaya digitalisasi itu dilakukan dengan bantuan para mahasiswa. Mereka diberi ruang untuk mengeksplorasi apa saja yang berada di kampung. Termasuk keberadaan produk UMKM.

Digitalisasi itu bisa mengemas potensi yang ada di Kampung Ondomohen. Dengan begitu, pengunjung yang datang bisa tahu kondisi kampung. Caranya, mereka hanya memindai barcode. Kemudian, langsung terhubung dengan website kampung. Promosi pun mudah dilakukan. Secara tak langsung, digitalisasi itu membawa pengunjung seakan tur virtual.

Sejak dulu Kampung Ondomohen menjadi langganan kunjungan dan studi banding. Saat pandemi kemarin, sempat terjadi waiting list. Hal itu imbas kampung masih ditutup untuk kunjungan. ”Mereka datang biasanya untuk edukasi pemanfaatan limbah lingkungan,’’ kata Mus Mulyono Selasa siang.

Ada beberapa fasilitas atau keunggulan Kampung Ondomohen. Mulai edukasi lingkungan, pemanfaatan limbah organik, budaya, hingga soal kuliner. Dua hal bisa didapat, yaitu rekreasi sekaligus kulineran.

Mus Mulyono menjelaskan, ada empat pengolahan limbah yang menjadi unggulan. Yaitu, budi daya ikan dalam saluran IPAL, magot, pembuatan sofa bungkus, hingga briket arang dari bahan organik.

Hal tersebut belum termasuk produk UMKM. Baik jenis handicraft maupun makanan dan minuman. Semuanya adalah khas dari Surabaya. ”Pengunjung juga bisa request makan siang khas kampung ini (Ondomohen, Red),’’ terang Mus Mulyono.

Kampung juga mendapatkan pemasukan. Dana yang terkumpul digunakan untuk perawatan kampung yang membutuhkan biaya tak sedikit.

Pengelolaan wisata Kampung Ondomohen juga bekerja sama dengan Indonesia Fighter Tourism Association (IFTA). Yakni, penggiat pariwisata di Indonesia. 

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : */c6/git

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads