alexametrics
Cerita Minggu

Memastikan Kenyamanan Mudik Via Jalur Darat

Hati-Hati, Tol Baru Bakal Padat
19 Mei 2019, 16:03:58 WIB

Angkutan Lebaran lewat jalur darat pada tahun ini diprediksi meningkat seiring dengan tersambungnya tol trans-Jawa. Dibutuhkan pengelolaan yang matang agar perjalanan tetap nyaman dan aman.

Sembilan tahun Andi Purwanto melewatkan Lebaran bersama keluarga di Ambarawa, Kabupaten Semarang. Dia harus membawa penumpang dari Jakarta menuju Bima, Nusa Tenggara Barat. Pergi dan pulang. Itu menjadi tugasnya sebagai sopir bus PO Safari Dharma Raya.

“Gimana lagi, sudah tugasnya. Setidaknya nanti waktu pulang ke rumah bisa bawa sesuatu untuk anak-istri. Ya, kebutuhan,” ucap Andi kepada Jawa Pos di garasi bus kemarin (18/5).

Stres, jenuh, dan lelah kerap dirasakan Andi. Apalagi saat menghadapi kemacetan. Namun, tugasnya ialah melayani penumpang dan memberikan kenyamanan selama perjalanan.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, bus tetap menjadi alternatif bagi pemudik yang tidak menggunakan kendaraan pribadi. Atau bagi mereka yang tidak kebagian tiket kereta api. Terlebih saat harga tiket pesawat dirasa mahal oleh sebagian besar masyarakat.

Apalagi, ada pengalaman baru yang dirasakan pemudik dengan tujuan Jateng dan Jatim yang lewat jalur darat. Yakni, tol trans-Jawa telah tersambung dari Jakarta hingga Probolinggo. Namun, melewati tol tetap harus berkonsentrasi. Jangan terlena dengan kondisi jalan yang mulus.

Tol Malang menuju Pandaan KM 65 di kawasan Desa Sumbersuko, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan.

Selain bus umum, program mudik gratis makin diminati masyarakat. Mereka tidak perlu capek-capek berkendara sendiri. Terutama yang biasa mudik dengan sepeda motor.

Setiap tahun sejumlah instansi menyediakan program mudik gratis bagi masyarakat. Selain instansi pemerintah, perusahaan swasta tidak ingin ketinggalan. Astra Honda Motor, misalnya, tahun ini kembali menggelar Mudik dan Balik Bareng Honda (MBBH).

Kuota mudik gratis dengan bus yang disiapkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga laris manis. Sebanyak 970 bus yang disediakan telah terisi 100 persen. “Saya sedang upayakan penambahan kuota lagi karena prinsip kami tidak ada lagi masyarakat yang mudik dengan sepeda motor,” tutur Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi Jumat lalu.

Budi menjelaskan, tahun ini jumlah pendaftar mudik gratis dengan sepeda motor naik 76 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Tersambungnya tol trans-Jawa diperkirakan meningkatkan jumlah pemudik yang memanfaatkan jalan bebas hambatan. Karena itu, Budi menyatakan bahwa koordinasi dengan pihak-pihak terkait perlu lebih intensif dalam menyiapkan angkutan Lebaran tahun ini.

Salah satunya fasilitas rest area. Menurut Budi, saat peak season, layanan tempat istirahat tersebut sangat mungkin tidak cukup. Untuk itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemda di sekitar exit toll untuk menyediakan rest area di luar tol.

Sementara itu, penggunaan rest area yang telah ada mesti dioptimalkan. “Rest area ditata untuk meminimalkan adanya hambatan kemacetan dengan membuat zonasi,” ujar Budi.

Petugas melakukan uji kelayakan bus Angkutan Lebaran. (Salman Toyibi/Jawa Pos)

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menerangkan, hingga saat ini Korlantas masih melakukan peninjauan sepanjang jalan tol untuk mempelajari penerapan berbagai rekayasa jalan.

Sementara itu, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Perikesit menegaskan, setiap badan usaha jalan tol (BUJT) harus memiliki layanan yang prima saat arus mudik. Tidak boleh lagi ditemukan toilet yang kotor, mampet, atau toilet yang berbayar. Itu adalah bagian dari item pelayanan yang harus dipenuhi tiap-tiap BUJT.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (han/agf/tau/idr/lyn/c9/fal)



Close Ads