alexametrics

Duo Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Ciptakan Casing HP Antiradiasi

18 September 2019, 20:48:47 WIB

Berangkat dari kenyataan bahwa hampir semua orang memiliki ponsel, dua mahasiswa kreatif ini membikin casing HP. Pelindung ponsel itu pun membawa mereka menjadi juara pertama lomba karya tulis ilmiah nasional (LKTIN).

SEPTINDA AYU PRAMITASARI, Surabaya

MUHAMMAD Syaikhul Hanif dan Rheno Ade Sastra menunjukkan dua prototipe casing atau pelindung handphone antiradiasi, inovasi mereka, di lobi Jawa Pos pada Jumat (13/9). Bentuknya memang belum sempurna. Masih terlihat tebal dari segi struktur produk. Satu casing berwarna hitam polos. Satu lagi sudah sedikit didesain dengan corak sederhana.

’’Ini masih prototipe hasil penelitian kami. Yang ini (prototipe casing, Red) sedikit sobek karena diuji tarik oleh juri saat lomba,’’ kata Hanif, sapaan karib Muhammad Syaikhul Hanif Meski tampak sederhana, produk casing buatan Hanif dan Rheno dianggap sebagai hasil penelitian yang kreatif dan inovatif. Sebab, dalam pembuatan casing antiradiasi tersebut, dua mahasiswa UPN ’’Veteran’’ Jatim itu memanfaatkan limbah ampas kulit tebu. Mereka menyebutnya Casper (casing handphone pengurang radiasi) berbahan limbah ampas tebu. Berkat inovasi tersebut, mereka berhasil meraih juara pertama Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) Lentera di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Banten.

Hanif mengungkapkan, ide inovasi itu berawal dari seringnya masyarakat menggunakan handphone dalam kehidupan sehari-hari. Padahal, radiasi dari handphone bisa mengakibatkan masalah kesehatan. ’’Kami pun mencoba mencari cara untuk mengurangi radiasi tersebut,’’ ujar mahasiswa semester V Teknik Kimia UPN ’’Veteran’’ Jatim tersebut.

Dari hasil riset yang dibaca, ternyata radiasi dapat ditangkal dengan karbon aktif. Sebab, karbon aktif memiliki luas permukaan besar dan bisa digunakan sebagai absorben (penyerapan gelombang elektromagnetik). ’’Kami menemukan bahwa ada karbon aktif di ampas tebu,’’ ungkap Hanif.

Lantas, Hanif dan Rheno mencoba memanfaatkan limbah ampas tebu untuk membuat pelindung handphone yang sekaligus mampu mengurangi radiasi dan limbah. ’’Biasanya, limbah tebu dibuat untuk bahan bakar industri. Dampaknya, pencemaran lingkungan dan bau asamnya juga tinggi,’’ jelas Rheno.

Pembuatan pelindung handphone dari ampas kulit tebu membutuhkan proses cukup lama. Khususnya untuk menjadikannya sebagai karbon aktif. Pertama, limbah ampas tebu dicuci bersih. Kemudian, limbah itu dioven untuk mengurangi kadar air. Setelah itu, baru karbonisasi dengan furnished. Ketika sudah menjadi karbon, lalu diaktivasi kimia dengan asam kuat H2SO4. Kemudian, dicuci hingga pH netral. ’’Baru dikeringkan dengan desikator untuk menjaga kelembapan,’’ terang Rheno.

Untuk pembuatan pelindungnya, lanjut dia, karbon aktif itu ditambahi silikon. Kemudian, baru dicetak. ’’Setelah itu, diuji coba dengan dosimeter. Hasilnya, radiasi handphone bisa berkurang hingga 87 persen. Bahkan tanpa mengganggu sinyal dan fungsi handphone lain,’’ paparnya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : */c14/tia



Close Ads