alexametrics

Tekad Sudah Bulat, Harus Sampai Dapat

18 Juli 2021, 14:55:41 WIB

SALAH satu profesi yang mendapatkan prioritas vaksinasi adalah guru. Tapi, itu tidak membuat Dadang Yumanto langsung mendapat tiket. Pengajar yang tinggal di Kalimantan Tengah itu butuh perjuangan tiga pekan untuk menerima vaksin.

”Besok vaksinnya di SMKN 1 Palangka Raya,” kata pria yang merangkap jabatan sebagai kepala SDN Telaga dan kepala SMPN Satu Atap 2 Kamipang, Katingan, tersebut. Percakapan dengan Jawa Pos itu terjadi kemarin siang (17/7) sebelum dia pergi ke pasar. Akhirnya hari ini Dadang mendapatkan vaksin dosis pertama.

Dua hari sebelumnya Dadang berkeluh kesah tentang perjuangannya untuk mendapatkan vaksin. ”Saya sudah keliling cari vaksin di RS Doris, Puskesmas Panarung, dan RS TNI-AD. Tetap tidak dapat,” ungkapnya Kamis (15/7).

Berbicara tentang vaksinasi di Kalimantan Tengah adalah berbicara tentang vaksinasi on the spot. Dadang harus datang langsung ke lokasi vaksinasi untuk mendaftar. Dia sempat mengantre di SMKN 1 Palangka Raya bulan lalu, tapi kehabisan kuota. Menurut dia, sosialisasi tentang vaksin Covid-19 di provinsinya terlambat.

Setiap datang ke lokasi vaksinasi, Dadang mendapati stok sudah habis. Padahal, antrean masih panjang. Vaksinator pasti menyarankan agar dia menunggu pengiriman ulang vaksin dari Pulau Jawa. Tapi, waktunya pun tidak pasti.

Realitas itu sempat membuat Dadang justru berharap pada vaksin berbayar yang semula hendak disediakan Kimia Farma. ”Kalau antre (vaksin gratis, Red) selalu habis, mau tidak mau ikut yang berbayar,” kata pria 41 tahun tersebut.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : wan/c9/hep

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads