alexametrics
Mereka Terbantu Program Penebusan Ijazah

Saya Kepikiran, Nggak Mungkin Orang Tua Bisa Segera Dapat Rp 5 Juta

18 Juni 2022, 07:48:54 WIB

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Surabaya menjadi juru selamat bagi 729 siswa dari keluarga kurang mampu. Anak-anak itu bisa bernapas lega karena mendapatkan ijazah hasil belajar di bangku SMA sederajat. Dokumen itu sebelumnya ditahan karena mereka masih menunggak biaya sekolah.

UMAR WIRAHADI, Surabaya

SEKARANG saya lega karena tidak jadi beban orang tua saya lagi,” kata Eda Maulana Arrahman kepada Jawa Pos kemarin (16/6). Senyumnya mengembang. Sebelumnya, remaja itu selalu kepikiran karena masih menunggak biaya sekolah. Padahal, pengumuman kelulusan disampaikan pada Mei lalu.

Dia pun tidak bisa mengambil ijazahnya. Alasan sekolah, Eda belum melunasi sejumlah biaya. Terdiri atas SPP, uang bimbingan belajar (bimbel), uang pembangunan, dan biaya daftar ulang. Total nominalnya sekitar Rp 1,4 juta. ”Saya kepikiran terus,” ucap remaja bertubuh tinggi tersebut.

Dia sadar orang tuanya belum mampu membayar. Kondisi keuangan keluarganya belum kondusif. Nah, melalui program tebus ijazah oleh Baznas Kota Surabaya, dia merasa sangat terbantu. Setelah berhasil mendapatkan ijazahnya, kini Eda berfokus menunggu hasil seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN).

Dia juga akan mengikuti tes Politeknik Keuangan Negara STAN. Dia ingin mencoba peruntungan di pendidikan kedinasan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tersebut. ”Mudah-mudahan lulus salah satunya,” tutur remaja 19 tahun tersebut.

Emil Kusmariyati, ibu Eda Maulana, merasa bersyukur. Sebagian bebannya sudah tertolong berkat program Baznas Kota Surabaya. ”Sekarang fokus agar anak bisa kuliah saja,” ujarnya.

Ibu tiga anak itu sadar bahwa kondisi keuangan tidak baik-baik saja. Khususnya selama dua tahun pandemi melanda. Kondisi perekonomian keluarganya sangat terdampak. Pekerjaan suaminya sebagai teknisi pemanas air hanya bisa dilakukan secara freelance.

Sangat bergantung order dari pihak ketiga. ”Selama pandemi sangat terdampak. Pemasukan Rp 1 juta per bulan. Itu pun jika ada pesanan,” jelasnya.

Dwi Ramadani juga merasa bersyukur dengan program Baznas. Remaja itu bisa kembali mendapatkan ijazahnya dari sebuah SMK swasta. Di sekolah tersebut, tunggakannya mencapai Rp 5 juta yang terdiri atas gabungan SPP serta biaya gedung. ”Nggak mungkin orang tua saya bisa dapat uang Rp 5 juta dengan cepat untuk menebus ijazah,” ucap Dwi.

Dia menyatakan, pendapatan orang tuanya tidak cukup untuk membiayai kebutuhan sekolah. Namun, dia ingin terus melanjutkan pendidikannya. Dia sangat termotivasi oleh pidato Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Bahwa keterbatasan biaya bukan halangan untuk tidak melanjutkan sekolah. ”Saya bercita-cita ingin jadi arsitek,” tutur remaja putri 18 tahun tersebut.

Eda Maulana dan Dwi Ramadani merupakan dua di antara ratusan anak Surabaya yang beruntung karena kembali mendapatkan ijazah. Total, ada 729 anak yang ijazahnya ditebus. Mereka berasal dari 25 SMA/SMK/MA swasta. Nilai keseluruhan mencapai Rp 1,7 miliar. Ijazah mereka ditebus pada Selasa (14/6) di Gedung Convention Hall, Jalan Arif Rahman Hakim.

Ketua Baznas Kota Surabaya Mochammad Hamzah menyampaikan, penebusan ijazah adalah salah satu program lembaga yang dipimpinnya. Bulan sebelumnya pihaknya juga pernah menggelontorkan bantuan penebusan ijazah siswa, tetapi tidak sebanyak bulan ini. ”Bulan sebelumnya sekitar 50 anak,” ungkap Hamzah.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : */c14/git

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads