JawaPos Radar

Kisah Perias Jenazah

Permintaan Unik, Jenazah pun Dirias ala Kartini dan Seorang Putri

17/04/2018, 16:05 WIB | Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Permintaan Unik, Jenazah pun Dirias ala Kartini dan Seorang Putri
Peralatan make-up yang digunakan perias jenazah tak berbeda seperti merias wajah orang yang masih hidup. (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com – Perjalanan 30 tahun telah dilewati Ver, 46, sebagai perias jenazah. Mulai masyarakat biasa, keluarga mendiang para artis hingga deretan pejabat pernah ia tangani. Tidak jarang ia menerima permintaan yang cukup unik dari pihak keluarga. Salah satunya membuat riasan menyerupai seorang princess dengan gaya riasan tebal dan mencolok.

“Sebelum saya make-up, biasanya saya tanya ke pihak keluarga dan minta foto almarhum semasa hidup. Ada yang pernah di-make-up menor, karena semasa hidupnya almarhum seneng dandan. Terus saya pakein kutek, bulu mata, lipstik merah, dikasih mahkota kaya princess deh,” ujar Ver saat ditemui di rumahnya di kawasan Jakarta Barat, Jumat (13/4).

Pengalaman lain datang ketika Ver menerima tawaran untuk melakukan make-up ala Kartini lengkap dengan sanggulnya. Permintaan tersebut tentu membuat dirinya agak kesulitan karena harus menyasak rambut dalam posisi jenazah tidur.

Permintaan Unik, Jenazah pun Dirias ala Kartini dan Seorang Putri
Pembuat Peti Jenazah melakukan proses pengecatan di daerah Tambora,Jakarta Barat, (30/3). (Issak Ramadhan/JawaPos.com)

Ia siasati dengan membuat bagian atas rambut lebih bervolume dan semprotan hairspray yang cukup banyak. Sedangkan untuk bagian konde, ia cukup tempel dengan sanggul buatan (subal) agar lebih berisi di bagian bawah.

Ver pun sering menerima complain dari pihak keluarga dengan berbagai alasan. Suatu waktu ia pernah menghapus hasil riasannya karena dianggap terlalu tebal dan tidak sesuai dengan karakter. Ia pun melakukan revisi ulang dengan membuat riasan lebih tipis.

Ver juga penah melakukan cat rambut pada almarhum atas permintaan keluarga. “Almarhum waktu itu belum sempat dicat hitam rambutnya, lalu saya bawa cat semprot untuk menghitamkan lagi,” lanjutnya.

Selain itu, mengenali kondisi kulit jenazah sebelum melakukan proses rias juga penting dilakukan. Pasalnya, kondisi orang meninggal akan berubah drastis seperti rambut yang mudah rontok dan kulit mulai kendur.

Untuk menyiasatinya, ia mempunyai sejumlah trik, di antaranya menyemprotkan cairan pengawet khusus agar wajah mengeras sehingga mudah dirias. Bagi penderita penyakit seperti kanker dan jantung, penting untuk melapisi bedak dengan warna menyala karena kondisi kulit yang menghitam.  

Untuk satu kali merias jenazah, biasanya ia mendapatkan Rp 800 ribu hingga Rp 1 juta. Hal tersebut tentu disesuaikan dengan lokasi rumah duka. Apabila terlalu jauh ia juga mendapatkan upah lebih banyak.

Ver telah lama bekerja sama dengan sejumlah Rumah Duka di wilayah Jakarta. Dalam sehari ia bisa melayani rias 3 hingga 5 jenazah. Jumlah itu tidak menentu setiap bulan, tergantung dari banyaknya permintaan yang diterimanya.

(ce1/fid/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up